Throwback

Throwback
Pergantian yang mengejutkan


__ADS_3

Di saat langkah kaki Aslin mulai mengikuti langkah kaki Ansel yang keluar dari dalam mobil, ditatapnya area sekitar seakan mencoba untuk mencari tahu apa alasannya, mengapa papan reklame tersebut tidak jatuh sesuai dengan prediksi keduanya?


Sampai kemudian ketika pandangannya menatap ke arah atas dan melihat tepat di atas papan reklame tersebut, Aslin melihat seorang Pria dengan pakaian serba hitam tengah sibuk melepaskan pengait papan reklame tersebut, dimana di bagian bawah papan reklame terdapat Ansel tengah menatap dengan kebingungan seakan seperti tengah mencari tahu sesuatu. Aslin yang tahu bahwa Pria tersebut akan mencelakai Ansel, lantas langsung membuat Aslin melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang bergegas menuju ke arah dimana Ansel berada.


"Awas An..." teriak Aslin. dengan nada yang cukup keras.


Mendengar teriakan tersebut tentu saja membuat Ansel terkejut sekaligus bertanya-tanya akan alasan tiba-tiba Aslin berteriak. Sampai kemudian Ansel yang menyadari tentang kemungkinan papan tersebut jatuh, lantas langsung membuat Ansel melangkahkan kakinya mundur dan masuk ke dalam pusat perbelanjaan dengan langkah kaki yang cepat.


Bruk.....


Suara papan reklame yang jatuh dengan keras lantas mengejutkan beberapa pelanggan yang sedang berlalu Lalang di sana. Aslin yang juga mendengar suara papan reklame tersebut jatuh nampak terkejut apalagi ketika Aslin yang melihat adanya noda darah di sekitar papan reklame tersebut, lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana papan reklame tersebut berada. Ada sedikit perasaan lega ketika Aslin sampai di sana dan melihat Ansel baik-baik saja tanpa ada sedikitpun yang tergores.


"Apa kamu baik-baik saja?" ucap Aslin ketika sampai tepat di hadapan Ansel yang nampak terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.


"Ak..ku selamat?" ucap Ansel sambil meraba bagian kakinya yang hingga kini masih berdiri tegak.


"Syukurlah kamu selamat..." ucap Aslin dengan nada yang terdengar lega.


Disaat keduanya tengah bersyukur karena Ansel selamat dari kecelakaan yang merenggut kakinya. Dilain sisi beberapa orang nampak berlarian mendekat ke arah dimana papan reklame tersebut jatuh. Aslin yang baru sadar dengan noda darah yang tadi ia lihat lantas langsung berbalik badan melihat ke arah jatuhnya papan reklame yang saat ini sudah di kerumuni banyak orang.


Aslin yang penasaran akan apa yang tengah banyak orang lihat saat ini, lantas mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah kerumunan untuk melihat apa yang sedang terjadi. Sebuah pemandangan yang mengejutkan bagi Aslin lagi-lagi terjadi ketika Aslin melihat yang berada di bawah papan reklame tersebut adalah Fatia. Ya dia adalah Fatia, seseorang pelajar yang melakukan perjalanan waktu bersama dengannya untuk menyelamatkan ibunya.


Melihat hal tersebut tentu saja membuat Aslin terkejut seketika, sebuah benang yang kembali terulur dan semakin rumit terlihat jelas tepat di depan mata kepala Aslin. Sedangkan Ansel yang tak mengerti apa pun lantas mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Aslin berada untuk melihat apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu Asl?" tanya Ansel ketika melihat raut wajah terkejut milik Aslin saat ini.


"Fa..fatia bagaimana bisa?" ucap Aslin dengan nada tergagap sambil menunjuk ke arah tengah.


Ansel yang mendengar nama Fatia di sebut lantas langsung menatap ke arah yang di tunjuk oleh Aslin, Ansel yang melihat pemandangan yang tersaji dihadapannya tentu saja ikut terkejut karena baru mengetahui jika ternyata Fatia lah yang menggantikan posisinya.


"Fatia" ucap Ansel dengan nada yang lirih.


Ansel yang tahu jika Aslin nampak begitu terkejut saat ini lantas langsung memeluk tubuh Aslin dengan erat. Baik Ansel maupun Aslin sama-sama tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat ini, hingga melibatkan mereka yang melakukan perjalanan waktu saling terhubung dan menggantikan setiap kejadian yang terulang di antara mereka ber sepuluh.


***


Area depan mini market


"Kau sungguh melihatnya bukan? Bagaimana bisa Fatia mendadak ada di sana dan menggantikan ku?" ucap Ansel dengan nada yang tidak mengerti, membuat Aslin yang sedari tadi melamun lantas langsung tersadar dari lamunannya.


"Iya, tidak hanya itu saja... Aku juga melihat seorang Pria berpakaian serba hitam di atas papan reklame sedang berusa untuk melepas pengait yang terletak di atas papan. Aku yakin kejadian ini karena campur tangan seseorang, bagaimana menurut pendapat mu?" ucap Aslin kemudian yang lantas menatap dengan raut wajah penasaran ke arah Ansel.


Mendengar hal tersebut lantas membuat Ansel langsung terdiam seketika. Ansel sendiri bahkan tidak tahu siapa yang mempunyai niat jahat kepadanya sampai tega melakukan hal tersebut dan merusak segala mimpinya. Hanya saja bukan itu yang menjadi letak pertanyaannya saat ini, melainkan bagaimana bisa Fatia tiba-tiba ada di sana dan menggantikan setiap kejadian yang seharusnya di alami oleh Ansel saat itu?


"Kini aku mulai yakin jika semuanya saling berhubungan, ada sesuatu yang disembunyikan oleh Amara dan aku yakin akan hal tersebut. Bagaimana pun juga kita harus menyelesaikan segalanya sebelum pada akhirnya akan semakin memakan korban lagi." ucap Ansel kemudian.


"Aku setuju akan hal tersebut, lalu langkah apa yang akan kita ambil selanjutnya?" ucap Aslin kemudian sambil menatap dengan raut wajah yang penasaran ke arah Ansel.

__ADS_1


"Kita pergi ke kediaman Amara!" ucap Ansel kemudian yang lantas membuat Aslin terkejut ketika mendnegarnya.


"Apa kau yakin? Bagaimana jika kita tidak di terima di sana?" ucap Aslin kemudian kembali bertanya.


"Kita pikirkan lagi caranya nanti, yang terpenting sekarang kita melangkah terlebih dahulu dan mencari tahu segalanya agar lebih jelas dan tidak lagi terasa buram seperti ini." ucap Ansel kemudian dengan nada yang yakin.


Mendengar hal tersebut membuat Aslin lantas mengangguk tanda mengiyakan perkataan dari Ansel barusan.


"Ya kamu benar, tidak ada salahnya untuk kita mencobanya terlebih dahulu." ucap Aslin kemudian.


Setelah mengatakan hal tersebut Ansel kemudian mulai bangkit dari tempat duduknya disusul dengan Aslin yang ikut bangkit mengikuti langkah kaki Ansel.


Hanya saja ketika langkah kaki keduanya hendak berlalu pergi dari tempat tersebut, sebuah deringan ponsel milik Aslin lantas menghentikan langkah kaki Aslin dengan seketika. Aslin yang melihat nama Elsa terlihat jelas pada layar ponselnya lantas langsung mengusap ikon berwarna hijau di sana.


"Halo" ucap Aslin kemudian.


"Asl kamu dimana? Bisakah kamu datang kesini?" ucap Elsa di seberang sana dengan nada yang terdengar serak seperti habis menangis.


"Ada apa Els? Apakah sesuatu terjadi kepadamu?" tanya Aslin kemudian.


"Reno di gelandang ke kantor polisi dan aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang." ucap Elsa kemudian.


"Apa?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2