Throwback

Throwback
Akhir yang sia-sia?


__ADS_3

"Dia... pak Arman?" ucap Aslin yang terkejut ketika mengetahui bahwa seseorang yang menggantikan kecelakaan Elsa adalah Arman.


Aslin yang melihat Arman tergeletak dan tak bergerak sama sekali lantas mulai melangkahkan kakinya mundur secara perlahan. Aslin memang berhasil menyelamatkan Elsa namun siapa sangka bahwa dengan menyelamatkan Elsa seseorang harus berdiri dan menggantikan kematian Elsa. Aslin terdiam di tempatnya tanpa bisa berkata-kata lagi, Aslin memang baru bertemu dengan Arman beberapa waktu ini bahkan Arman dan Aslin sama-sama pergi ke masa satu tahun yang lalu untuk merubah segalanya. Bagaimana mungkin Aslin malah menyaksikan Arman menggantikan Elsa padahal Arman baru saja sampai di masa ini bersama dengannya?


Disaat Aslin tengah terkejut akan kenyataan yang baru saja ia terima. Elsa yang melihat Aslin berlarian tanpa alasan yang jelas langsung ikut menyusul langkah kaki Aslin yang berlarian ke arah tengah untuk melihat korban kecelakaan tersebut.


"Ada apa Asl? Apa kamu mengenalnya?" ucap Elsa dengan raut wajah yang bingung ketika melihat ekspresi terkejut yang di tunjukkan oleh Aslin saat ini.


Mendapat pertanyaan dari Elsa, lantas membuat Aslin langsung mendongak menatap ke arah Elsa dengan tatapan yang termenung. Dipikirkan secara bagaimanapun tetap saja Aslin masih tidak mengerti segalanya, Aslin diam dan tak menanggapi pertanyaan dari Elsa barusan membuat Elsa yang melihat tak ada reaksi apapun dari Aslin hanya menatapnya dengan tatapan yang bingung sekaligus tidak mengerti akan segala hal yang terjadi saat ini.


Elsa yang tak mendapat jawaban apapun dari Aslin lantas mulai menarik tubuh Aslin untuk melipir ke pinggir kembali ke tempat duduk mereka, sedangkan Aslin yang mendapat tarikan tangan tersebut hanya mengikuti kemanapun arah Elsa membawanya tanpa protes sama sekali.


Elsa menyodorkan air mineral kepada Aslin agar Aslin sedikit lebih tenang setelah meminum air mineral tersebut.


"Apa kamu sudah lebih baik saat ini? Apa yang terjadi sebenarnya Asl? Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku?" ucap Elsa bertanya-tanya karena masih penasaran akan sikap Aslin yang seperti terkejut tersebut.


Mendapat pertanyaan tersebut lantas membuat Aslin menggelengkan kepalanya dengan perlahan, Aslin tidak tahu apakah ia harus mengatakannya atau tidak kepada Elsa. Hanya saja Aslin benar-benar belum siap jika harus mengatakan yang sebenarnya kepada Elsa untuk saat ini.

__ADS_1


"Aku minta maaf Els, tapi bisakah kita untuk pulang saja sekarang?" ucap Aslin kemudian dengan nada yang memohon membuat Elsa lantas menghela napasnya dengan panjang begitu mendengar permintaan tersebut.


"Baiklah ayo kita pulang sekarang..." ucap Elsa kemudian sambil mulai bangkit berdiri.


Pada akhirnya Aslin dan juga Elsa lantas mulai melangkahkan kakinya pulang, sebuah kejadian yang terjadi hari ini benar-benar membuat Aslin terkejut. Elsa memanglah selamat tapi bukan ini yang Aslin inginkan, jika seperti ini apa bedanya sebelum dan sesudahnya?


***


Malam harinya kamar Aslin


Sambil menatap langit-langit kamarnya terlihat Aslin tengah terdiam sambil termenung menatap ke atap kamarnya saat ini. Pikirannya melayang membayangkan segala hal yang terjadi kepadanya belakangan ini. Helaan napas terdengar dengan jelas berhembus dari mulutnya, sesuatu yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan lantas terjadi dan menggantikan segalanya.


Aslin yang penasaran akan apa yang sedang terjadi lantas bangkit dari posisi tidurnya, di ketiknya sesuatu semacam kata time traveler di ponsel miliknya untuk mulai menjelajah di Google dan mencari tahu sesuatu informasi yang berkaitan dengan Time Travel. Berbagai informasi tersaji dengan bermacam pilihan dan juga penjelasan, namun terdapat satu informasi yang memunculkan rasa penasaran di hatinya yaitu tentang sebuah istilah "Predestination Paradox".


Sebuah istilah yang menjelaskan bahwa perjalanan waktu tak mengubah apapun di masa depan, itu karena semua hal sudah ditakdirkan untuk terjadi dan pasti akan tetap terjadi. Dalam Predestination paradox, kita akan mengenal satu garis waktu saja. Artinya titik akhir akan tetap sama dan tidak akan berubah walau kamu mencoba kembali ke titik awal dengan melakukan perjalanan waktu tersebut.


Membaca informasi tersebut semakin membuat Aslin terdiam seketika, satu hal yang dapat Aslin tarik dari informasi tersebut adalah tidak ada yang bisa ia rubah meski Aslin kembali ke masa lalu sekalipun, kecelakaan itu akan tetap terjadi meski bukan Elsa yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

__ADS_1


"Apa itu artinya masa depan tetap akan berjalan sesuai alur ceritanya? Apakah aku akan tetap kehilangan Elsa walau dengan cara kematian yang berbeda? Jika memang begitu apa bedanya dengan aku yang pergi ke masa lalu atau tidak? Bukankah segalanya akan berakhir sama?" ucap Aslin pada diri sendiri sambil mengacak-acak rambutnya dengan kesal.


***


Dua minggu kemudian


Sesuai dengan perkataan Amara beberapa hari yang lalu sebelum mereka sampai ke waktu masa satu tahun yang lalu, pada akhirnya hari ini adalah hari dimana berkumpul dan membahas sesuatu yang telah mereka rubah. Seperti sebelumnya terdapat mobil van yang menjemput satu persatu orang-orang yang tergabung atau ikut dalam perjalanan tim traveler tersebut.


Mobil van yang membawa Aslin berhenti tepat di halaman depan mansion tersebut. Dengan langkah kaki yang bergegas Aslin nampak melangkahkan kakinya turun dan memasuki area Mansion. Aslin benar-benar sudah penasaran akan segala hal yang terjadi kepadanya.


Ketika langkah kaki Aslin sampai tepat di area tengah ruangan tersebut, beberapa orang sudah berkumpul di sana dan sesuai prediksi Aslin dari kesepuluh orang kini berkurang menjadi sembilan orang dan Aslin yakin bahwa Amara pasti akan memiliki jawaban dari ini semua.


Jika memang semua akan berakhir dengan sama6 lalu untuk apa Aslin meneruskan perjalanan ini? Bukankah akhir dari kisah ini sudah bisa kita tebak tanpa harus kita melewatinya hingga tahun berikutnya?


Berbeda halnya dengan Aslin beberapa orang yang ada di sana nampak bahagia seperti telah berhasil mengubah sesuatu, membuat Aslin yang melihat raut wajah bahagia setiap orang-orang di ruangan tersebut tentu saja langsung terdiam. Apakah hanya dirinya saja yang merasakan kekhawatiran akan beberapa hal yang mungkin adalah sebuah akibat dari dirinya yang melawan hukum alam dan menjelajah waktu?


Ketika perasaan tak menentu menghampiri Aslin, sebuah pemandangan yang mengejutkan lantas membuat pandangan mata Aslin terhenti seketika pada salah satu kursi di mana seseorang tengah duduk di sana dengan tenang saat ini. Penampakan Pria itu atau yang memperkenalkan dirinya sebagai Ansel tentu saja masih tergambar dengan jelas di kepala Aslin, bagaimana bisa dalam waktu dua minggu semuanya sudah berubah dalam sekejap?

__ADS_1


"Kaki Pria itu..." ucap Aslin yang terkejut dengan pemandangan yang ia lihat saat ini.


Bersambung


__ADS_2