Throwback

Throwback
Apa yang akan kau lakukan?


__ADS_3

"Lihatlah rekaman vidio tersebut, aku yakin pandangan mu akan langsung berubah!" ucap Ansel kemudian.


Mendengar perkataan dari Ansel barusan, lantas membuat Amara mulai menatap ke arah layar ponsel milk Ansel. Amara nampak fokus melihat rekaman video tersebut dan mulai mencari tahu apa yang sedang ingin ditunjukkan oleh Ansel saat itu. Sampai kemudian ketika di pertengahan video rekaman tersebut, manik mata Amara langsung membulat dengan seketika begitu mendapati apa yang sedang dilakukan Aston kepada putrinya saat itu.


"Apa-apaan ini?" ucap Amara yang tak percaya dengan apa yang sedang terjadi.


"Itu adalah kebenarannya, selama ini kamu telah ditipu oleh Aston dan dijadikan boneka hanya untuk memuaskan keingintahuannya. Apa kamu sama sekali tidak menyadari akan hal itu?" ucap Ansel yang lantas membuat Amara menoleh dengan seketika ke arah Ansel.


Mendengar hal tersebut membuat manik mata Amara lantas terlihat dengan jelas kilatan penuh kemarahan di sana. Entah apa yang dilakukan Aston selama ini kepadanya, namun Amara sama sekali tidak pernah menyangka jika yang membunuh putrinya adalah Aston.


"Pria itu memang kurang ajar, aku akan membuat peringatan kepadanya!" ucap Amara kemudian sambil bangkit dari tempat duduknya.


Setelah mengatakan hal tersebut, Amara lantas langsung memberikan kembali ponsel itu kepada Ansel kemudian bersiap untuk berlalu pergi dari sana. Hanya saja baru beberapa kali melangkah, Amara nampak menghentikan langkah kakinya dan berbalik badan menatap ke arah Ansel. Membuat Ansel yang melihat hal tersebut, lantas langsung mengernyit sekaligus bertanya-tanya akan apa yang hendak dilakukan oleh Amara saat ini.


"Aku benar-benar berterima kasih kepadamu karena telah membuka mataku selama ini, aku tidak menyangka jika apa yang menjadi kecurigaan mu selama ini memang benar-benar terjadi. Aku sangat menyesal karena telah mengajakmu masuk ke dalam lingkaran kegilaan ini. Aku berharap kamu bisa segera terbebas dari semua permasalahan ini. Jika kamu ingin melakukan sesuatu hal yang mungkin berhubungan dengan memutar segalanya. Datanglah ke jalan tol tepat di kilometer 34½ dan ambil jalan ke kiri, maka kamu akan mengetahui tentang segalanya." ucap Amara dengan nada yang serius, sebelum pada akhirnya berlalu pergi meninggalkan Ansel dengan segudang pemikiran di kepalanya tentang ucapan dari Amara barusan.


"Apa sebenarnya yang ia maksud dengan jalan tol kilometer 34½? Bukankah jalan tersebut tidak ada? Yang benar saja..." ucap Ansel sambil bangkit dari tempat duduknya dan berlalu pergi dari sana.


***

__ADS_1


Di dalam sebuah mobil yang di kendarai oleh Ansel, terlihat keduanya tengah sibuk dalam pemikiran mereka masing-masing. Ansel nampak terdiam dengan segala pemikirannya yang menyangkut tentang perkataan Amara sebelumnya. Sedangkan Aslin nampak terdiam dengan segala pemikirannya yang berhubungan dengan Elsa. Jujur saja Aslin sebenarnya masih terkejut sekaligus tidak percaya jika semua ini adalah perbuatan Elsa.


Aslin bahkan masih percaya jika sebenarnya yang melakukan segala hal tersebut bukanlah Elsa, mengingat bagaimana ia tumbuh bersama dengan Elsa. Membuatnya tidak bisa menerima kenyataan buruk tentang Elsa.


Helaan napas terdengar dengan jelas berhembus kasar dari mulut Aslin saat itu. Sampai kemudian pertanyaan Ansel tentang sesuatu hal, lantas membuatnya langsung menoleh ke arah sumber suara dengan seketika.


"Apa kamu tahu tentang jalan tol di kilometer 34½ As?" tanya Ansel kemudian sambil masih tetap fokus menyetir.


"Bukankah jalan yang kamu bicarakan itu sangat aneh? Jika kilometer 34 aku mungkin mengetahuinya, namun jika 34½ aku sama sekali tidak mengerti akan maksud dari jalan yang kamu katakan barusan." ucap Aslin dnegan raut wajah yang bingung sekaligus bertanya-tanya akan hal tersebut.


"Entahlah aku sendiri juga bingung apa yang sebenarnya dimaksud oleh Amara, namun mendadak Amara malah membahas tentang kilometer 34½. Bukankah hal ini sangat aneh As?" ucap Ansel kemudian.


"Ya aku pun juga berpikiran sama seperti mu." ucap Ansel kemudian sambil tetap fokus menyetir membelah jalanan Ibukota menuju ke arah Apartemennya.


***


Kediaman Aston


Setelah Amara melihat semua bukti yang diberikan oleh Ansel kepadanya, dengan langkah kaki yang bergegas Amara terlihat mulai membawa langkah kakinya masuk ke dalam kediaman Aston. Hari ini juga Amara harus menyelesaikan segalanya, ia benar-benar merasa telah dibodohi dan juga diperbudak oleh Aston selama ini.

__ADS_1


Bruk...


Suara pintu yang dibuka dengan keras oleh Amara saat itu, lantas langsung mengejutkan Aston yang tengah bersantai di ruangannya dengan meminum segelas wine di sana. Aston yang melihat langkah kaki Amara terburu-buru mendekat ke arahnya dengan kilatan kemarahan yang terlihat jelas di matanya saat itu, membuatnya lantas langsung bangkit sambil menatap ke arah Amara dengan tatapan yang bertanya-tanya.


"Apa kau sama sekali tidak punya sopan santun ha?" ucap Aston kemudian yang lantas membuat Amara mendengus dengan kesal begitu mendengar hal tersebut.


"Berhadapan dengan iblis sepertimu tidak perlu membutuhkan sopan santun sama sekali. Hah aku benar-benar bodoh karena berhasil ditipu olehmu selama bertahun-tahun belakangan ini. Apa kau puas bisa memperalat diriku?" ucap Amara dengan nada yang penuh penekanan di setiap perkataannya.


"Apa yang kamu maksud sebenarnya?" ucap Aston seakan tidak mengerti akan arah dari pembicaraan Amara saat ini.


"Jangan berlagak bodoh, kau kan yang telah membunuh putriku? Kau pikir aku sama sekali tidak tahu akan hal ini hah?" pekik Amara kemudian dengan raut wajah yang kesal menatap ke arah Aston saat ini.


Mendengar tuduhan dari Amara yang benar adanya tersebut, lantas membuat Aston langsung mengernyit dengan seketika. Entah bagaimana Amara bisa mengetahui segalanya, namun yang jelas saat ini segala tingkah lakunya sudah terbongkar dengan jelas. Mendapati kemarahan Amara yang menggebu-gebu tersebut, lantas membuat Aston menarik napasnya dalam-dalam kemudian meletakkan gelas yang berisi wine di atas mejanya.


Sambil tersenyum dengan tipis, Aston kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Amara berada saat ini. Sambil mengambil posisi bersendekap dada, membuat Amara yang melihat tingkah Aston seperti itu lantas langsung bertanya-tanya akan apa yang hendak dilakukan Aston kepadanya.


"Jika memang aku yang melakukannya, kau mau apa ha? Apa kau juga ingin membunuh ku sama seperti aku yang membunuh Putri mu barusan?" ucap Aston kemudian yang langsung membuat bola mata Amara membulat dengan seketika.


"Kau!"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2