
Flashback off.
Kelvin terkejut ketika mendengar bunyi ponselnya berdering. Ya, setelah percintaannya dengan wanita yang dia temui di club semalam Kelvin kembali melamun mengingat hubungan percintaannya dengan Clarissa beberapa bulan yang lalu. Padahal waktu itu cafe Kelvin sudah mulai stabil dan dia sudah mulai akan membicarakan pernikahan dengan Clarissa. Tetapi karena kebodohan Clarissa sendiri sehingga Kelvin memutuskan untuk tidak ingin melanjutkan hubungan dengan Clarissa.
Dan efek kehilangan Clarissa membuat Kelvin tidak mudah percaya dengan wanita begitu saja. Kelvin menilai semua wanita sama saja, bisa dibeli dengan uang meskipun tidak ada cinta. Maka dari itu Kelvin menjadi seorang casanova tanpa harus membuka hati.
Bohong, jika Kelvin bisa melupakan Clarissa begitu saja. Karena di hati kecil Kelvin masih ada nama Clarissa tetapi jika untuk kembali lagi Kelvin jelas tidak mau karena hatinya sudah terlalu sakit.
Kelvin segera beranjak dari duduknya dan mengambil ponselnya di atas nakas. Ternyata yang menghubunginya adalah orang kepercayaannya di cafe.
"Halo." ucap Kelvin datar.
"Maaf Pak menganggu, ini ada masalah di pemasokan bahan makanan." ucap orang tersebut.
"Masalah apa?" tanya Kelvin yang kembali duduk di balkon hotel.
Kelvin perlu bertanya dulu karena jika hanya masalah kecil maka Kelvin tidak perlu turun tangan.
"Beberapa hari ini bahan makanan yang dikirim ternyata bukan kualitas yang bagus, sehingga tidak tahan lama." jawab orang tersebut.
"Trus kenapa baru lapor sekarang?" tanya Kelvin yang terdengar marah.
"Maaf Pak soalnya kami mengecek lebih lanjut dulu agar bisa lapor dengan jelas kepada Bapak." terang karyawan Kelvin.
Terdengar Kelvin menghela nafas panjang. Jika sudah seperti ini memang dia yang harus bertanggung jawab karena dia sendiri yang memilih supplier untuk pemasokan bahan makanan.
"Ya uda besok saya datang ke cafe. Kamu siapkan semua yang perlu kita cek untuk besok." jawab Kelvin.
"Baik Pak, akan saya siapkan. Maaf mengganggu." ucap orang tersebut dengan sopan.
"Hemm..." Kelvin hanya menjawabnya dengan deheman.
Kemudian panggilan pun berakhir. Kelvin segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian dia segera check out dari hotel tersebut untuk kembali pulang ke apartemen. Dia lebih memilih pulang ke apartemen daripada harus di hotel seorang diri tanpa ada penghangat ranjangnya.
Dan Kelvin pun termasuk tipe orang yang profesional. Meskipun dia sering mabuk-mabukan dan bermain dengan banyak wanita, tetapi jika untuk urusan pekerjaan atau cafe Kelvin akan bekerja dengan maksimal.
...----------------...
__ADS_1
Keesokan harinya..
Kelvin segera meluncur ke cafe dan karyawannya yang kemarin menghubungi yang bernama Pak Sentot sudah menyiapkan segala sesuatu. Ketika melihat Kelvin datang Pak Sentot segera menunjukkan beberapa hal kepada Kelvin sebagai bukti bahwa apa yang dia sampaikan kemarin benar adanya.
Kelvin mengamati dan meneliti dengan seksama. Dan benar saja bahan makanan yang biasanya bisa tahan sampai tiga hari di dalam tempat penyimpanan sekarang hanya bertahan kurang dari dua hari bahkan ada yang hanya sehari sudah busuk dan tidak bisa digunakan akhirnya terpaksa harus dibuang.
"Sisihkan yang ini dulu jangan sampai dibuang, biarkan ini jadi bukti untuk kita complain." ucap Kelvin kepada Pak Sentot.
"Baik Pak." jawab Pak Sentot.
"Dan jangan sampai foto-foto yang kemarin terhapus karena itu bisa juga sebagai bukti tambahan." jelas Kelvin.
"Iya Pak." jawab Pak Sentot.
Kelvin kemudian menuju ke ruangannya untuk meneliti lebih lanjut.
"Brengsek! Gue dibohongi sama supplier." gumam Kelvin dengan kesal dan duduk di kursi di dalam ruangannya.
Kelvin kemudian mengeluarkan ponselnya dia akan menghubungi pemilik suppliernya langsung karena jika hanya lewat pegawainya pasti nanti akan terlalu lama. Padahal cafe Kelvin juga pasti membutuhkan bahan makanan setiap harinya.
Kelvin menghubungi nomor yang ada di kartu nama bahan makanan tersebut, yang dia yakini adalah nomor pemilik suppliernya.
Kelvin tertegun sejenak mendengar suara wanita tersebut, karena sudah cukup lama sejak memutuskan hubungan dengan Clarissa, Kelvin tidak lagi mendengar suara lembut seperti itu.
"Halo siapa ini?" tanya wanita itu lagi.
Seketika lamunan Kelvin pun buyar, dia kemudian ingat siapa yang dia hubungi.
"Ekheemm..." Kelvin berdehem untuk menetralkan perasaannya.
"Benar ini pemilik supplier bahan makanan Segar Selalu?" tanya Kelvin.
Kelvin tidak pernah berhubungan dengan pemilik supplier tersebut karena biasanya yang selalu berhubungan adalah karyawannya. Dan yang bertemu Kelvin beberapa waktu yang lalu untuk menjalin kerjasama adalah perwakilan dari supplier tersebut.
"Iya saya pemiliknya. Maaf dengan siapa saya bicara?" tanya wanita tersebut dengan sopan.
"Saya Kelvin pemilik cafe Happy Cafe." jawab Kelvin.
__ADS_1
"Ow iya Pak Kelvin, ada yang bisa dibantu?" tanyanya.
"Dengan siapa saya bicara? Tidak mungkin kan saya bicara dengan seseorang yang tidak saya tahu namanya." ucap Kelvin datar.
"Ahh iya, nama saya Putri." jawabnya.
Kemudian Kelvin menceritakan semua yang terjadi dengan cafenya, bagaimana dia dikirimi bahan makanan yang tidak sesuai dengan kualitas yang dijanjikan.
"Maaf Pak, apakah sudah di cek dengan benar? Soalnya pihak kami tidak mungkin mengirim yang tidak sesuai dengan perjanjian." ucap Putri ketika mendengar complain dari pelanggannya.
"Trus maksud kamu, karyawan saya yang mengada-ngada begitu?" tanya Kelvin dengan penekanan karena merasa tersinggung dengan ucapan Putri.
"Bukan begitu maksud kami Pak." jawab Putri.
"Trus maksudnya apa?" tanya Kelvin yang masih mengejar minta penjelasan dari Putri.
"Emm.. Begini saja Pak, biar besok saya yang datang sendiri di cafe Bapak untuk mengecek apakah benar pihak kami yang mengirim. Mungkin saja memang ada kesalahan dari bagian pengiriman Pak." terang Putri panjang lebar agar Kelvin tidak semakin marah dan menuntut banyak hal nantinya.
"Oke, jam berapa anda akan datang? Jangan sampai lari dari tanggung jawab." tanya Kelvin memastikan.
"Mungkin sekitar jam makan siang Pak, soalnya saya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dulu di kantor." jawab Putri.
"Baik akan saya tunggu." ucap Kelvin.
"Mungkin ada lagi yang mau disampaikan Pak?" tanya Kelvin.
"Gak ada, besok saja sekalian biar lebih paham." jawab Kelvin.
"Oke baiklah kalau begitu Pak. Sebelumnya saya mewakili supplier meminta maaf atas ketidaknyamanan nya." ucap Putri sopan.
"Ya." jawab Kelvin singkat.
Kemudian dia segera mematikan panggilan secara sepihak. Sedangkan di sisi lain, terlihat Putri menghela nafas pelan. Karena selama dia yang memegang usaha orang tuanya baru kali ini dia mendapatkan complain. Jujur saja dia bingung harus bagaimana menghadapinya nanti. Apalagi dia akan berhadapan dengan seorang pria, pasti akan lebih sulit, pikirnya.
...****************...
Hufftt akhirnya flashbacknya selesai juga gaes 🤭 maaf ya terlalu lama 😍
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏