Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 17


__ADS_3

Putri tidak sadar jika ternyata cafe yang dimaksud Clara⁰ adalah Happy Cafe milik Kelvin. Begitu sampai di parkiran Putri menatap sekeliling, dia merasa kenal dengan tempat itu. Dan benar saja ketika menatap halaman cafe ternyata itu adalah cafe milik Kelvin.


"Kenapa Put?" tanya Clara penasaran yang melihat Putri seperti orang bingung.


"Emm... Gak.. Gak apa-apa kog." jawab Putri berbohong.


"Ya uda ayo buruan, uda laper nih." ajak Clara sambil menarik Putri menuju pintu masuk Cafe.


Siang itu cafe cukup rame karena memang kebetulan jam makan siang sehingga banyak yang makan di cafe tersebut.


Clara segera mencari tempat duduk yang ada, Putri pun hanya mengikutinya. Begitu mereka duduk Clara segera memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman.


"Mas, mau pesan makanan dan minuman yang paling recommend disini ya. Juga snacknya masing-masing dua." ucap Clara.


"Baik Ibu, ada yang lain lagi?" tanya pelayan tersebut setelah menulis pesanan Clara dan Putri di sebuah note.


"Itu dulu aja mas nanti kalau ada tambahan kita panggil lagi." jawab Putri dengan sopan karena Clara langsung sibuk dengan ponselnya tanpa mau menjawab pertanyaan pelayan.


"Baiklah. Mohon ditunggu." ucap pelayan dan kemudian pergi menuju ke pantry untuk memberikan pesanan kepada bagian pantry.


Clara dan Putri pun mengobrol sambil menunggu pesanan mereka. Tiba-tiba saja dari arah samping, lengan Clara tidak sengaja tersenggol tubuh seorang pelayan perempuan yang sedang membawa nampan berisi pesanan meja sebelah. Sehingga membuat makanan tersebut tumpah dan mengenai baju Clara.


Pelayan tersebut dengan segera meminta maaf atas ketidaksengajaannya itu. Dan Clara segera berdiri dengan wajah yang sudah tidak bersahabat bahkan Clara sudah bersiap untuk memaki pelayan tersebut.


"Ma..maaf Bu sa..saya tidak sengaja." ucap Wati sang pelayan tersebut sambil berusaha membersihkan baju Clara yang terkena tumpahan makanan.


Tetapi tangan Wati segera ditepis oleh Clara dengan kasar.


"Dimana mata kamu?! Kalau jalan bisa lihat-lihat gak sih??" ucap Clara sudah dengan emosi yang tinggi.


"Maa..maaf Bu saya tidak sengaja." ucap Wati sekali lagi meminta maaf.

__ADS_1


"Uda Cla.. Kan dia uda minta maaf. Lagian gak enak lah kita jadi tontonan ini." bisik Putri kepada Clara, mencoba menenangkan Clara.


"Biarin aja kita jadi tontonan! Bukan kita yang salah!" seru Clara yang semakin memuncak amarahnya.


Tiba-tiba saja Pak Sentot menghampiri mereka karena mendengar keributan. Pak Sentot merupakan salah satu tangan kanan Kelvin sehingga dia juga bertanggung jawab jika ada masalah apapun.


"Maaf ada apa ya?" tanya Pak Sentot kepada Clara dan melirik ke arah Wati yang terlihat ketakutan.


Pak Sentot pun melihat ke arah Putri dan kebetulan Putri juga melihat kearahnya, Putri pun menganggukkan kepala tanda menyapa Pak Sentot begitupun sebaliknya. Dan juga Putri merasa sungkan karena temannya membuat keributan di cafe tersebut.


"Ada apa ada apa, tanya aja sama pelayan sia-lan ini!" seru Clara yang masih marah.


"Cla..." tegur Putri, karena Clara menyebut pelayan dengan kata-kata seperti itu.


"Mana owner kalian? Aku mau ketemu! Biar dia yang minta maaf sama saya!" tanya Clara.


"Maaf Owner kami sedang tidak ada ditempat Bu, jika Ibu tidak keberatan kami akan berikan gratis untuk makanan dan minuman yang sudah Ibu pesan." ucap Pak Sentot sopan agar Clara tidak semakin marah.


"Enak saja! Kamu pikir aku gak bisa bayar makanan disini? Jadi kamu mau kasih gratis gitu? Bahkan aku bisa bayar sepuluh kali lipatnya!" seru Clara yang justru semakin marah karena merasa direndahkan oleh Pak Sentot.


Pak Sentot pun menjadi bingung, kalau sudah seperti ini maka harus memanggil Kelvin untuk turun tangan.


"Baiklah tunggu sebentar Ibu." ucap Pak Sentot kepada Clara. Tetapi Clara hanya meliriknya dengan ketus tanpa menjawabnya.


"Cepat dibersihkan dulu." suruh Pak Sentot kepada Wati dan segera dikerjakan olehnya.


Pak Sentot pun pergi ke belakang untuk menghubungi Kelvin, karena memang dua jam yang lalu Kelvin baru saja keluar dari cafe dan entah mau kemana karena Kelvin tidak berpamitan kepada Pak Sentot.


"Uda deh Cla, gak perlu kayak gini. Mereka kan uda minta maaf." ucap Putri.


"Gak bisa Put! Biar aja biar mereka bisa menghargai orang lain." Clara masih tetap pada pendiriannya yang ingin bertemu pemilik cafe.

__ADS_1


Sedangkan di belakang, terlihat Pak Sentot yang sedang menghubungi seseorang.


"Kenapa Pak?" tanya Kelvin langsung begitu panggilan terhubung.


Saat itu Kelvin sedang menunggu Angel di cafe sebelah kantor Angel, karena Kelvin yang mengajaknya.


"Maaf Pak, ini ada masalah." jawab Pak Sentot merasa tidak enak.


Terdengar Kelvin yang menghela nafas panjang.


"Masalah apalagi Pak? Soal pengiriman bahan makanan lagi?" tanya Kelvin.


"Bukan Pak." jawab Pak Sentot.


"Trus apa?" tanya Kelvin.


Pak Sentot pun menjelaskan apa yang baru saja terjadi dan pelanggan yang ingin bertemu dengan pemilik cafe agar meminta maaf kepadanya.


"Kasih gratis aja makanan sama minuman yang mereka pesan Pak, jadi gak perlu saya turun tangan." ucap Kelvin memberi solusi.


"Sudah Pak, tapi mereka tidak mau. Mereka tetap ingin bertemu dengan pemilik cafe." jawab Pak Sentot menjelaskan.


Kelvin melihat jam di pergelangan tangannya, dia memperhitungkan jika kembali lagi ke cafe apakah waktunya cukup jika kembali lagi untuk menemui Angel nantinya. Ternyata setelah Kelvin memperhitungkan waktunya pun cukup akhirnya Kelvin memutuskan untuk menyetujui bertemu dengan pelanggan tersebut.


"Baiklah, saya akan segera ke sana sekarang." ucap Kelvin sambil menutup panggilan secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Pak Sentot.


"Waduh lupa gak bilang kalau itu temannya Bu Putri." gumam Pak Sentot.


"Ya udah lah nanti juga pasti lihat sendiri." lanjut Pak Sentot sambil kembali ke ruangan cafe untuk menyampaikan kepada Clara dan Putri bahwa pemilik cafe sedang dalam perjalanan ke cafe.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2