
Begitu di kamar mandi Clarissa segera melepaskan bajunya yang basah kemudian segera membersihkan diri. Karena merasa tanggung Clarissa sekalian mandi tidak hanya berganti pakaian saja.
Selesai mandi Clarissa memakai bathrobe yang ada dikamar mandi kemudian dia membawa juga pakaiannya yang basah. Sedangkan Frans dengan setia menunggu di dalam kamar. Dia duduk di sofa kamar dengan sudah menyiapkan kemeja yang akan digunakan oleh Clarissa nantinya.
Melihat Clarissa yang keluar dari kamar mandi, Frans segera bangkit berdiri. Sejenak dia terpaku menatap ke arah Clarissa yang hanya memakai bathrobe sebatas pahanya saja.
"Maaf Kak, ini baju aku gimana ya?" tanya Clarissa.
Pertanyaan Clarissa membuat pikiran liar Frans berhenti. Dia menggelengkan kepala pelan untuk menghilangkan pikiran tersebut.
"Em.. Biar aku cucikan sebentar." jawab Frans ditengah deguban jantungnya.
Entah kenapa semakin lama mengenal Clarissa membuat Frans menambatkan hatinya kepadanya. Karena selain Clarissa yang cantik, Clarissa juga begitu perhatian dan lembut. Sehingga laki-laki akan merasa menjadi yang spesial ketika bersamanya.
"Biar aku sendiri Kak." ucap Clarissa.
"Bisa tunjukkan aja tempatnya." lanjut Clarissa seraya berjalan keluar dari kamar.
Frans menawarkan mencuci pakaian Clarissa di apartemen karena Frans memiliki mesin cuci yang bisa mengeringkan dengan cepat. Sehingga dia menyarankan kepada Clarissa untuk mencucinya.
Frans menganggukkan kepala kemudian berjalan menuju dapur dan menunjukkan tempat cuci yang berada disebelah dapur. Clarissa segera mencuci pakaiannya sedangkan Frans duduk di ruang makan dengan mengawasi Clarissa yang berada di samping ruangan tersebut.
"Aku suka sama kamu Cla, mau gak jadi pacar ku?" gumam Frans.
Ya, dia berlatih menembak Clarissa sekarang juga. Karena Frans tidak ingin kehilangan kesempatan ketika sedang berdua dengan Clarissa.
"Aduuhh gimana sih." lirih Frans sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Biasanya aku yang ditembak soalnya." gumam Frans.
Beberapa saat kemudian Clarissa datang menghampirinya dan duduk disamping Frans. Entah kenapa Clarissa juga merasa nyaman ketika sedang bersama dengan Frans.
"Uda selesai?" tanya Frans.
"Tinggal nunggu kering aja Kak." jawab Clarissa.
__ADS_1
Bathrobe yang dipakai Clarissa otomatis tersingkap ke atas ketika Clarissa duduk dan terlihatlah paha mulus putih milik Clarissa. Frans yang berada disampingnya jelas saja sempat meliriknya dan jiwa kelelakiannya terus meronta-ronta.
Seakan tahu apa yang dilihat oleh Frans, dengan canggung Clarissa menurunkan bathrobenya. Tetapi tangan Clarissa segera digenggam oleh Frans bahkan Frans menatapnya dengan dalam.
"Kak..." Clarissa pun kaget dengan apa yang dilakukan oleh Frans.
"Cla, entah sejak kapan perasaan ini muncul aku sendiri juga tidak tahu. Tapi percayalah bahwa ini alami dan tulus dari dalam hatiku. Aku mencintaimu Cla." ucap Frans tanpa keraguan sama sekali.
Clarissa pun terbengong dengan ungkapan dari Frans. Dia mencoba mencari kebohongan melalui mata Frans tetapi dia tidak menemukannya. Hanya ketulusan dan cinta yang terlihat disana untuk Clarissa.
"Mau gak kamu jadi pacarku?" tanya Frans dengan posisi yang masih sama.
"Aku emang gak bisa romantis." lanjut Frans dengan terkekeh.
Clarissa masih terdiam. Jujur saja dia juga mulai merasa nyaman dengan Frans tetapi dia juga tidak bisa meninggalkan Kelvin begitu saja tanpa alasan yang jelas. Apalagi Kelvin yang sudah berjanji akan menikahinya.
Sekali lagi karena Frans seorang playboy, sehingga kata-katanya cukup ampuh untuk merayu wanita. Dan Clarissa merasa dia menjadi wanita spesial untuk Frans.
Dan entah siapa yang memulai tiba-tiba saja bibir keduanya pun sudah menempel. Clarissa pun memejamkan matanya merasakan debaran dijantungnya yang tidak beraturan.
Semakin lama cum-buan Frans seakan menuntut. Tetapi tiba-tiba saja suara dari mesin cuci mengagetkan mereka. Frans pun melepaskan cum-buannya. Dan Clarissa terlihat canggung dengan keadaan tersebut.
Frans membelai bibir Clarissa dengan ibu jarinya sambil tersenyum. Clarissa pun akan bangkit berdiri untuk mengambil bajunya yang sudah kering tetapi Frans segera memeluknya.
"Terima kasih ya Sayang." bisik Frans sambil memeluk Clarissa.
Frans melepaskan pelukannya dan mengecup singkat bibir Clarissa yang sudah mulai menjadi candu baginya.
Clarissa segera mengambil bajunya dan pergi ke kamar Frans untuk berganti pakaian. Ketika sedang berganti dengan sengaja Frans masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Clarissa pun kaget karena dia baru memakai pakaian dalamnya dan belum memakai bajunya.
"Kak..." ucap Clarissa sambil berusaha menutupi kedua aset berharganya dengan kedua tangannya. Dan tentu saja itu tidak berhasil dengan sempurna.
Frans berjalan menghampiri Clarissa dan menggiring Clarissa untuk naik ke atas ranjang. Dan entah rayuan seperti apalagi yang dilakukan Frans sehingga Clarissa seakan dengan rela memberikan tubuhnya untuk Frans.
__ADS_1
Setelah memberikan rangsangan kepada Clarissa, penyatuan pun segera terjadi. Sejenak Clarissa menahan nafas ketika Frans akan memasukkan alat tempurnya. Memang awalnya terasa sakit bahkan dia sempat berteriak tertahan tetapi Clarissa bisa merasakan perbedaan ketika pertama kali melakukan dengan Kelvin. Kali ini terasa sakit tetapi tidak sesakit waktu pertama kali dengan Kelvin. Dan benar apa yang dikatakan oleh Lyla bahwa jika sering melakukannya tidak akan terasa sakit.
Frans pun memasuki Clarissa dengan mudah tidak sesulit mantan kekasihnya yang terdahulu. Karena Frans juga pernah melakukan dengan mantan kekasihnya yang masih perawan sehingga dia bisa membedakannya.
"Masa iya Clarissa uda gak virgin?" batin Frans.
Tapi Frans tidak peduli karena kali ini dia melakukan dengan menggunakan hati dan benar-benar mencintai Clarissa. Beda dengan mantan-mantan kekasihnya yang terdahulu, karena memang biasanya para wanita yang mengejar Frans bukan Frans yang mengejar mereka.
Clarissa pun merasakan hal yang sama. Kali ini entah kenapa dia merasakan begitu nyaman dan sangat menikmatinya. Tetapi ketika ditengah-tengah gairah mereka, Clarissa menghentikan Frans yang sedang bergerak diatas tubuhnya dengan menahan tubuh Frans.
"Kenapa Sayang?" tanya Frans.
Karena tidak mungkin Clarissa akan menghentikan kegiatan mereka ketika sedang memuncak. Karena jika itu terjadi Frans akan sangat frustasi, bagaimana tidak dia akan merasa pusing karena gairahnya tidak tersalurkan.
"Jangan sampai hamil ya Kak." jawab Clarissa.
"Kamu tenang saja." ucap Frans kemudian mengecup bibir Clarissa sekilas.
Kemudian Frans menambah tempo gerakannya sehingga tidak membutuhkan waktu lama Frans pun merasa akan mencapai pelepasan. Dia segera menarik alat tempurnya dan memuntahkan ke atas perut Clarissa.
Setelah itu Frans berbaring di samping Clarissa dan memeluknya dengan nafas yang masih terengah-engah. Keduanya pun masih dalam keadaan polos. Frans mengambil selimut dan memakai untuk menutupi tubuh polos mereka.
Sedangkan di apartemen ketika Kelvin akan mengambil air putih di gelas tiba-tiba saja gelas yang ada ditangannya terjatuh dan pecah dengan pecahan gelas yang beramburan di lantai membuat Kelvin pun kaget.
"Pertanda apa ini?" batin Kelvin.
"Ahh hanya perasaan gak jelas aja mungkin." gumam Kelvin.
Dia kemudian mengambil sapu untuk membersihkan pecahan gelas dilantai tersebut.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1