Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 12


__ADS_3

Setelah memastikan cafe aman, Kelvin berpamitan pulang. Dia akan kembali ke apartemen dan beristirahat. Untuk malam ini dia sedang tidak ingin pergi ke club. Dia hanya ingin beristirahat malam ini. Apalagi keesokannya Kelvin ada janji temu dengan Putri, kalau malam ini dia mabuk bisa dipastikan besoknya dia tidak akan fokus mengurusi masalah di cafenya. Sehingga dia memutuskan untuk beristirahat malam ini.


...----------------...


Keesokan harinya, Kelvin bangun pagi setelah semalam tidur cukup nyenyak. Dan jarang sekali malam hari Kelvin bisa tidur senyenyak itu, karena biasanya tiap malam dia gunakan untuk mendesah bersama dengan wanita yang berbeda tiap harinya.


Kelvin menuju ke dapur dia membuat kopi dan mengambil roti tawar untuk dia beri selai coklat untuk sarapannya pagi ini. Sambil memakan sarapannya dan juga kopinya, Kelvin sesekali melihat media sosialnya. Ketika sedang asyik menscrool akun nya, tiba-tiba saja dia melihat akun salah satu temannya yang baru saja mengupload beberapa foto dengan teman lainnya.


Dan salah satu temannya ada yang Kelvin kenali. Dia adalah wanita yang pernah mengisi hatinya bahkan wanita yang pernah dia janjikan untuk dia nikahi.


Tanpa sengaja Kelvin terus mengamati foto tersebut, di foto tersebut Clarissa terlihat sangat kurus meskipun wajah cantiknya tetap masih terlihat. Jujur saja Kelvin merasa kasihan tetapi memang harus itu yang terjadi. Kelvin dengan sengaja menutup semua akses agar Clarissa tidak lagi bisa menghubungi Kelvin. Setiap Clarissa datang ke apartemennya Kelvin selalu berpura-pura tidak ada di dalam. Meskipun sebenarnya kedatangan Clarissa adalah untuk meminta maaf tetapi Kelvin seakan tidak mau memberi Clarissa kesempatan kedua.


Ketika tersadar Kelvin segera menutup akun nya dan meletakkan ponselnya di atas meja. Kemudian dia segera menghabiskan sarapannya dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena dia akan segera pergi ke cafe.


...----------------...


Saat ini Kelvin sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju cafe. Ketika sedang fokus menyetir, ponselnya berdering ternyata Dito lah yang menghubunginya.


"Kenapa?" tanya Kelvin ketika sudah menerima panggilan dari Dito dengan dia yang tetap fokus menyetir.


"Lu dimana sekarang?" bukannya menjawab Dito justru bertanya.


"Di jalan mau ke cafe." jawab Kelvin singkat.


"Lu gak lagi mimpi kan?" tanya Dito.


"Maksud lu?" tanya Kelvin yang tidak mengerti dengan pertanyaan dari Dito.


"Kog tumben-tumbenan jam segini lu uda jalan mau kerja. Apa lu lagi kerasukan? Hahaha." ledek Dito.


Karena Dito jelas tahu bahwa Kelvin hampir tidak pernah melakukan hal itu sehingga Dito merasa heran ketika pagi ini Kelvin bilang bahwa dia dalam perjalanan menuju cafe.

__ADS_1


"Brengsek lu!" jawab Kelvin yang baru sadar ternyata Dito sedang meledeknya.


"Memangnya semalam lu gak celup-celup?" tanya Dito.


Kelvin pun tahu apa maksud pertanyaan dari Dito.


"Gak, semalam gue libur dulu." jawab Kelvin.


"Libur? Emang ada casanova libur? Atau jangan-jangan uda letoy punya lu hahaha." ledek Dito lagi.


Mendengar Dito yang tertawa puas membuat Kelvin kesal.


"Sebenernya lu hubungi gue mau ngapain?" tanya Kelvin kesal karena sedari tadi Dito tidak juga segera mengatakan maksudnya menghubungi Kelvin.


"Emang lu mau ngapain ke cafe sepagi ini?" tanya Dito yang tidak menjawab pertanyaan Kelvin.


"Ada sedikit masalah di cafe dengan pemasokan bahan makanan, gue ada janji sama pemiliknya siang ini jadi gue mau pastikan semuanya dulu." terang Kelvin panjang lebar.


Dito memang harus tahu tentang itu, karena Dito juga memiliki saham di cafe Kelvin meskipun tidak sebanyak dirinya.


"Kayaknya gak usah deh, gue masih bisa ngatasi sendiri dulu. Tar aja kalau masalahnya ribet gue bawa lu deh." jawab Kelvin menjelaskan.


"Oke. Kabari kalau ada apa-apa." ucap Dito.


"Ngapain gue harus ngabarin lu kalau ada apa-apa, emangnya lu laki gue." jawab Kelvin yang bergantian meledek Dito.


"Brengsek lu! Uda lah pergi sana." ucap Dito kesal karena bisa-bisanya ketika serius Kelvin malah gantian meledeknya.


Dito pun menutup panggilan secara sepihak karena terus saja mendengar tawa Kelvin yang tidak berhenti-berhenti. Sedangkan Kelvin hanya bisa menggelengkan kepala dengan masih terkekeh.


...----------------...

__ADS_1


Begitu sampai di cafe, Kelvin segera memarkirkan mobilnya dan segera masuk ke dalam. Kelvin melihat karyawannya yang sudah memulai pekerjaan mereka masing-masing. Dan Kelvin segera menuju ke ruangannya untuk mengecek beberapa hal terlebih dahulu.


Hari ini pelanggan di cafe cukup ramai. Kelvin bisa melihatnya secara langsung.


"Gue harus segera selesaikan masalah supplier, kalau gak bahan makanan habis gue belum juga dapat supplier padahal cafe tiap hari ramai terus." gumam Kelvin.


Dia kemudian melihat jam di pergelangan tangannya, dan waktu sudah mulai menunjukkan jam makan siang. Berarti Putri akan segera datang untuk membahas masalah yang kemarin sudah mereka sepakati.


Ketika sedang menunggu di ruangannya, Pak Sentot mengetuk pintu.


"Ya silahkan masuk Pak." ucap Kelvin.


"Ada apa Pak?" tanya Kelvin begitu Pak Sentot sudah masuk.


"Maaf Pak, itu Ibu Putri sudah menunggu di luar." jawab Pak Sentot.


"Ow ya tunggu sebentar, saya selesaikan ini dulu." ucap Kelvin, kemudian dia segera menyimpan data di laptopnya dan mematikannya.


Kelvin bangkit berdiri dan keluar bersama Pak Sentot untuk menemui Putri. Kelvin berjalan disamping Pak Sentot menghampiri seorang wanita yang cukup cantik sedang duduk bersama dengan seseorang di salah satu meja di cafe tersebut. Dan yang bersama dengan Putri adalah orang yang sama yang dulu bertemu dengan Kelvin untuk melakukan kerjasama. Putri memakai pakaian kantor yang sopan dan tertutup. Pandangan pertama membuat Kelvin terpesona dengan Putri. Tetapi Kelvin kembali memperingati hatinya sendiri bahwa semua wanita sama saja, mereka awalnya akan terlihat manis tetapi suatu saat akan tetap menyakiti. Hingga akhirnya Kelvin kembali membatasi hatinya sendiri.


"Permisi Ibu Putri, silahkan Pak Kelvin." ucap Pak Sentot menyapa Putri dan mempersilahkan Kelvin untuk duduk di depan Putri sedangkan Pak Sentot duduk di sebelah Kelvin.


Putri dan orang tersebut segera bangkit berdiri untuk menyambut Kelvin, dan baru akan duduk setelah Kelvin duduk dan mempersilahkannya untuk duduk juga.


Kelvin memberi kode kepada Pak Sentot untuk memesankan minuman untuk mereka dan juga dirinya. Karena bagaimanapun juga mereka adalah tamu yang memang harus dilayani.


Pak Sentot pun segera memanggil salah satu pelayan dan memintanya untuk membawakan empat minuman untuk mereka berempat.


Tanpa disuruh Pak Sentot segera mengeluarkan bukti-bukti pembayaran dan juga pengiriman serta foto-foto bahan makanan yang mereka lakukan.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2