Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 16


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Ratna dan Putri sengaja belum memanggil Budi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tetapi secara sepihak Putri mengganti bagian untuk pekerjaan Budi. Tentu saja hal itu membuat Budi kalang kabut, bagimana tidak dia tidak bisa lagi mengambil keuntungan. Dan Ratna yang turun langsung mengantar bahan makanan ke Happy Cafe bersama Pak David sesuai dengan kesepakatan baru dengan Kelvin.


"Aduh gimana ini kog jadi gini sih? Apa Bu Ratna dan Bu Putri sudah curiga ya? Tapi curiga dari mana kan aku mainnya rapi banget." gumam Budi gelisah karena dia mulai bingung mendapatkan kesempatan itu lagi.


Sedang asyiknya gelisah, tiba-tiba dia bertemu dengan Pak David.


"Pak, Pak, kog yang kirim ke Happy Cafe diganti Bu Ratna langsung memangnya kenapa ya?" tanya Budi, meskipun dia tidak yakin bahwa Pak David mengetahui hal itu. Karena memang bagiannya hanya sopir dan tidak menahu tentang kenapa ada pergantian pengiriman.


"Mana saya tahu." jawab Pak David singkat kemudian segera pergi meninggalkan Budi.


...----------------...


Sedangakan di cafe Kelvin.


Kelvin ingin membuktikan sendiri niat baik Putri. Dia sengaja datang ke Cafe untuk melihat apakah benar mulai sekarang Ratna langsung yang turun tangan dan mereka mengirim dengan kualitas yang bagus.


Dan benar saja, setelah Kelvin mengamati beberapa hari ini ternyata memang Ratna yang mengirim dan sejauh ini tidak ada masalah apapun lagi.


"Ternyata boleh juga cara kerjanya." gumam Kelvin diruangannya ketika mengecek hasil laporan dari Pak Sentot tentang pengiriman tersebut.


Kemudian Kelvin mengambil ponselnya, dia melihat-lihat kontak yang ada diponselnya. Tiba-tiba saja sampai di kontak Putri. Kelvin mengamati foto Putri yang terlihat begitu cantik dan manis. Tanpa sengaja senyum terbit di bibir Kelvin begitu saja. Seakan ikut tertular dengan senyuman Putri.


"Ahh mikir apaan sih gue!" gumam Kelvin sambil meletakkan ponselnya di atas meja.


"Kayaknya memang perlu di isi daya ini biar gak fokus ke cewek mulu." keluh Kelvin.


"Okelah kalau lancar gini emang saatnya merefresh otak." gumam Kelvin sambil bangkit berdiri dan pergi meninggalkan cafe setelah mengambil kunci mobil, tas dan juga ponselnya.


Kelvin mengendarai mobilnya menuju ke kantor Dito karena dia ingin menyampaikan tentang keadaan cafe yang sudah mulai stabil dengan pengiriman bahan makanan yang bagus. Tetapi Kelvin tidak menghubungi Dito sebelumnya, karena Kelvin berpikir bahwa Dito ada di perusahaan.


Bersamaan dengan Dito yang keluar dari perusahaan, ternyata Kelvin mendatangi perusahaan Dito tanpa memberitahu Dito terlebih dahulu. Sehingga Kelvin tidak tahu jika Dito sudah pulang lebih awal.


Kelvin pun tidak bertanya kepada resepsionis karena Kelvin berpikir bahwa Dito pasti ada di ruangannya. Sehingga Kelvin segera menuju lift ke ruangan Dito.

__ADS_1


Begitu sampai diatas Kelvin terlebih dahulu menghampiri Angel, yang seperti biasa jika tidak ada orang Angel akan melepas blazernya.


"Hai seksi." sapa Kelvin dengan nada mesum sambil mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah Angel dan tentu saja agar Kelvin bisa melirik benda kenyal milik Angel yang menyembul di balik kemejanya.


Angel pun terkejut kemudian dia sedikit memundurkan tubuhnya ke sandaran kursi, karena jarak mereka cukup dekat dan sedikit saja jika tetap seperti itu bisa dipastikan mereka akan berciuman.


"Siang Pak Kelvin." sapa Angel sopan.


"Kog Pak lagi." jawab Kelvin.


"Masih dikantor Pak." bisik Angel.


Kelvin pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Dito adakan?" tanya Kelvin.


"Maaf Pak, baru saja Pak Dito pulang lebih awal. Bapak tidak bertemu di lobby atau di basement mungkin?" jawab Angel dan kembali bertanya kepada Kelvin.


Kelvin pun mengerutkan keningnya. Karena tumben-tumbenan Dito pulang lebih awal, dan Kelvin yakin pasti ada sesuatu yang membuat Dito pulang lebih awal.


"Maaf Pak, Dito tidak mengatakan apa-apa." jawab Angel.


Kelvin pun menganggukkan kepalanya. Kemudian dia melihat jam dipergelangan tangannya.


"Lu satu jam lagi pulang kerja kan?" tanya Kelvin.


"Iya Pak." jawab Angel.


"Oke gue tunggu di cafe sebelah kantor ya, nanti kalau sudah pulang langsung ke sana aja." ucap Kelvin.


Angel pun terdiam untuk memikirkan tawaran Kelvin. Tetapi belum sempat dia menjawab Kelvin sudah lebih dulu membuka suara lagi.


"Uda gak usah banyak mikir. Gue tunggu disana, jangan lupa." ucap Kelvin sambil berjalan menuju lift dan akan keluar dari perusahaan Dito menuju cafe dimana dia akan menunggu Angel pulang bekerja.

__ADS_1


...----------------...


Di kantor, Putri terlihat sedang fokus dengan pekerjaannya. Tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintunya.


"Masuk." ucap Putri sambil masih fokus menatap pekerjaan di depannya.


Terdengar pintu terbuka dan masuk lah seorang perempuan yang cantik dan elegan tetapi sedikit galak dan ketus.


"Hai Beb." sapa cewek tersebut yang bernama Clara.


Clara adalah sahabat Putri sejak dulu. Meskipun cerewet tetapi Clara sangat sayang kepada Putri. Dia sudah menganggap Putri sebagai saudaranya sendiri.


"Tumben kamu kesini Cla. Ada apa?" tanya Putri menatap ke arah Clara setelah meletakkan pekerjaannya.


Clara langsung saja duduk didepan Putri tanpa disuruh, karena memang sudah menjadi kebiasaan Clara jika datang ke kantor Putri.


"Mau ajak makan siang, yuk ahh. Jangan gila kerja terus Non." ucap Clara.


Ya, Clara adalah anak orang kaya. Dia sudah terlahir kaya sehingga untuk hidup susah dia tidak akan sanggup. Kehidupannya yang serba mewah berbanding terbalik dengan kehidupan Putri. Jika Putri tidak bekerja keras maka akan banyak orang yang akan terlantar.


"Aku sadar diri lah Cla, aku ini perintis bukan pewaris kayak kamu." jawab Putri merendah, karena memang itulah yang terjadi.


"Uda jangan gitu donk Beb. Ayuk ahh." paksa Clara sambil menarik paksa Putri agar mau beranjak dari duduknya.


Akhirnya dengan terpaksa Putri pun mengikuti ajakan Clara untuk makan siang. Putri berpamitan kepada Ratna bahwa dia akan makan siang diluar bersama Clara.


"Aku nemu cafe yang oke punya. Makanan nya enak, minumannya enak, view nya juga oke. Bakal betah deh pastinya." cerocos Clara panjang lebar ketika mereka sudah sampai di dalam mobil dan Clara lah yang mengemudikannya.


Sedangkan Putri hanya memejamkan mata dan menjawab perkataan Clara hanya dengan deheman saja.


Sepanjang perjalanan, Clara bicara panjang lebar dia bercerita tentang dirinya sedangkan Putri hanya menjadi pendengar saja. Karena hanya dengan begitu saja Clara sudah merasa dihargai. Dan persahabatan mereka sungguh sangat akrab.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2