Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 32


__ADS_3

Flashback off.


Dan disinilah Clarissa sekarang, dia terduduk lemas setelah menatap kepergian Kelvin dan Putri yang bergandengan dengan mesra.


Ya, saat itu Clarissa memilih kabur di kota dimana dia kuliah dulu. Tetapi tidak tinggal dikost nya yang dulu, karena selain itu adalah kost khusus pelajar, Clarissa juga takut jika Agung bisa menemukannya.


Clarissa memilih tinggal di kontrakan kecil yang jauh dari kata mewah. Bahkan kamar dan dapur hampir menyatu. Tetapi Clarissa tidak mempermasalahkannya, karena memang dia harus banyak berhemat untuk tetap menyambung hidupnya. Apalagi sekarang Clarissa bekerja di sebuah cafe tetapi hanya bertugas di bagian pantry belakang saja.


Dan hari ini tadi adalah hari liburnya, maka dari itu Clarissa memilih untuk jalan-jalan tetapi nasib baik belum berpihak kepadanya. Dia justru bertemu dengan orang yang selama ini dia sesali karena sudah ia khianati.


...----------------...


Di kota lain..


Mama dan Papanya Agung datang mendadak ke rumah Agung pagi-pagi sekali. Karena ternyata selama ini kehidupan Agung dan Clarissa diawasi oleh tetangga mereka yang memang dibayar khusus oleh orang tua Agung.


Semalam seperti biasa, Agung membawa pulang wanita-wanita bayarannya. Dari awal Clarissa pergi dari rumah sebenarnya Agung sudah mencarinya tetapi tidak bisa menemukan karena memang Clarissa tidak meninggalkan jejak apapun. Sehingga membuat Agung malas untuk mencarinya kembali dia lebih memilih kembali bersenang-senang. Jika suatu hari orang tua mereka menelpon mencari Clarissa maka Agung akan memberikan banyak alasan untuk kembali membohongi orang tua mereka.


Mama dan Papanya Agung memiliki kunci cadangan rumah Agung, tanpa permisi mereka segera masuk ke dalam rumah Agung. Dan begitu masuk mereka disuguhi pemandangan ruang tamu yang berantakan. Sisa-sisa makanan dan minuman yang berserakan serta bau minuman alkohol yang begitu tajam langsung menusuk indera penciuman mereka.


"Sabar Ma, jaga kondisi ya. Jangan sampai jantung Mama kumat lagi." ucap suaminya dengan lembut, karena dia tahu kelemahan istrinya.


Ya, sejak tahu Clarissa melarikan diri karena sikap Agung yang kasar membuat Mamanya Agung naik darah bahkan tensinya pun jadi tinggi apalagi ketika mereka menelpon dan berpura-pura mencari Clarissa, ternyata Agung terus saja membohongi para orang tua.


Orang tua Agung masih menyimpan masalah ini dari orang tua Clarissa. Karena bagaimanapun yang salah adalah anak mereka sehingga membuat Clarissa melarikan diri. Orang tua Agung akan menyelesaikannya lebih dulu baru nanti akan memberitahukan kepada orang tua Clarissa jika masalahnya tidak serumit ini dan Clarissa sudah ditemukan.


"Mama menyesal Pa, dulu memilih Agung untuk kita adopsi." lirih Mamanya Agung dengan penuh penyesalan.


"Sudah lah Ma, semua sudah berlalu. Maafkan Papa mungkin ini kesalahan Papa juga yang tidak bisa memberikan Mama keturunan dan Papa yang terlalu memanjakan Agung." ucap Papanya Agung menenangkan, beliau membawa istrinya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Papa dan Mama Agung sudah berada di depan pintu kamar Agung yang masih tertutup. Tanpa ragu Mamanya Agung segera membuka pintu lebar-lebar dan menemukan seorang wanita dengan tubuh telanjang sedang tidur didalam pelukan Agung yang juga sedang bertelanjang dada.


Mamanya Agung segera berjalan menuju jendela dan dengan kasar membuka tirainya sehingga cahaya matahari segera masuk menerobos melalui jendela tersebut.


Sreeeeekkkkk!!!


Wanita yang tidur di ranjang tersebut kaget karena ketika dia membuka mata, ada dua orang paruh baya yang sedang berdiri bersedekap menatap tajam ke arahnya.


Tanpa banyak kata, wanita tersebut segera menggulung tubuhnya dengan selimut kemudian mengambil pakaiannya yang berserakan dilantai serta tas nya kemudian berlari keluar dari kamar Agung untuk memakai pakaiannya di kamar sebelah.


Agung pun menggeliat karena merasa silau terkena sinar matahari. Agung mengerjapkan kedua matanya dan dengan samar dia melihat bayangan orang tuanya berdiri di depannya.


"Ngapain orang tua itu datang ke mimpi ku." gumam Agung sambil mengucek kedua matanya.


Tetapi ketika pandangannya jelas terlihat, Agung terkejut karena memang benar itu adalah orang tuanya bukan hanya khayalannya saja.


"Ma-mama... Pa-papa..." ucap Agung terbata.


Agung segera menuju dimana kedua orang tuanya berada dan segera duduk di kursi makan. Kedua orang tua Agung hanya menatap tajam ke arah Agung dan Agung menjadi salah tingkah ditatap seperti itu.


"Sekarang ceritakan apa saja yang kamu lakukan kepada Clarissa sehingga Clarissa pergi dari rumah?!" tanya Mamanya Agung dengan tegas dan tidak terbantahkan lagi.


Awalnya Agung cukup terkejut karena berpikir darimana kedua orang tuanya tahu jika Clarissa pergi dari rumah. Tetapi kemudian Agung berpikir positif bahwa mungkin karena orang tuanya datang dan tidak menemukan keberadaan Clarissa.


Ketika Agung akan membuka mulut untuk menjawab, Mamanya segera mendahuluinya karena Mamanya sudah tahu bahwa Agung pasti akan berbohong lagi.


"Kamu jangan coba-coba bohongi Papa sama Mama lagi, karena kami sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah tangga mu!" seru Mamanya Agung dengan nada tinggi karena merasa menyesal dengan sikap Agung terhadap Clarissa, sedangkan Papanya Agung hanya bisa mengelus lengan istrinya dengan lembut sebagai isyarat bahwa istrinya harus bisa menekan emosi.


Agung pun tidak bisa menjawab, karena memang seperti itulah yang terjadi.

__ADS_1


"Agung minta maaf Ma." lirih Agung dengan menundukkan kepalanya.


"Memangnya dengan kamu minta maaf bisa membuat Clarissa balik lagi ke rumah ini?!" bentak Mamanya Agung.


"Mama sungguh menyesal menjodohkan kamu dengan wanita baik-baik seperti Clarissa!" lanjut Mamanya Agung dengan penuh penekanan.


"Mama jangan salah, Clarissa bukan wanita baik-baik seperti yang Mama pikirkan. Buktinya dia tidak bisa menjaga kehormatannya untuk suaminya." jawab Agung karena merasa tidak terima jika hanya dia yang disalahkan, padahal itu semua awalnya karena Agung mendapati jika Clarissa sudah tidak suci lagi.


Mendengar jawaban dari Agung sebenarnya membuat Mamanya cukup terkejut, tetapi Mamanya mencoba menekan rasa keterkejutannya di depan Agung dan bersikap biasa saja.


"Memangnya kamu tidak tanya kenapa Clarissa seperti itu? Bukankah kamu orang terpelajar, kamu bisa mencari tahu lebih dulu. Seorang wanita dikatakan tidak suci lagi karena ada beberapa faktor. Dan apakah kamu sudah mencari tahunya dengan bertanya kepada Clarissa? Atau kamu menyimpulkan sendiri?" ucap Mamanya Agung dengan panjang lebar.


Dan sekali lagi Agung merasa kalah telak akibat jawaban dari Mamanya dan hal itu membuatnya kembali terdiam lagi.


"Kenapa kamu diam? Gak bisa jawab kan? Itu karena kamu merasa paling pintar!" akhirnya meledak juga amarah dari Mamanya Agung.


"Sekarang juga kamu cari Clarissa sampai dapat! Dan jangan pulang ke rumah kalau kamu belum bisa menemukan Clarissa!" lanjutnya dengan emosi yang masih memuncak.


"Tapi Ma, Agung harus cari kemana? Agung kemarin sudah cari kemana-mana tapi gak ketemu." jawab Agung membela diri.


"Mama gak mau tahu! Mau kamu cari ke ujung dunia pun silahkan." ucap Mamanya Agung, kemudian beliau memalingkan wajahnya seakan tidak ingin melihat wajah Agung lagi.


Jujur saja sebenarnya Mamanya Agung merasa kasihan terhadap Agung karena sudah terlalu keras, tetapi itu semua agar Agung merasa punya rasa tanggung jawab dan tidak seenaknya saja.


Agung melihat Papanya dan Papanya memberi isyarat bahwa segera lakukan perintah Mamanya. Akhirnya Agung pun hanya bisa menghela nafas pelan, kemudian bangkit berdiri dan bersiap untuk mencari keberadaan Clarissa. Padahal Agung tidak tahu akan mencari kemana, apalagi selama ini Agung tidak tahu siapa saja teman-teman Clarissa dan dimana saja biasanya Clarissa pergi.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2