
Selesai makan siang, Kelvin benar-benar mengajak Putri ke Rumah Sakit untuk menjenguk Clarissa serta mengenalkan Putri kepada Clarissa sebagai calon istrinya.
Kelvin dan Putri berangkat bersama menggunakan mobil Kelvin tetapi sebelumnya Putri meminta Kelvin untuk mengantarnya ke kantor dahulu sebelum berangkat ke Rumah Sakit, karena Putri akan memberitahu Ratna bahwa dia akan langsung pulang tidak balik lagi ke kantor.
Seharusnya Putri bisa menghubungi ponsel Ratna tetapi ponsel Putri tertinggal di rumah jika memakai ponsel Kelvin, Putri sendiri tidak hafal dengan nomornya Ratna.
Saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil setelah mampir sebentar ke kantor Putri. Karena jalanan siang itu cukup padat, sehingga mobil Kelvin pun melaju dengan santai.
"Jadi ponsel kamu tertinggal di rumah?" tanya Kelvin penasaran.
Karena tadi Kelvin mendengar obrolan antara Putri dan Ratna bahwa ponsel Putri tertinggal di rumah.
"Iya Kak." jawab Putri.
"Oh pantesan." gumam Kelvin.
"Kenapa Kak?" tanya Putri karena tidak mendengar gumaman Kelvin.
"Gak apa-apa." jawab Kelvin.
__ADS_1
Kemudian keduanya segera menuju Rumah Sakit dimana Clarissa dirawat disana.
"Kak, berhenti dulu di toko buah itu." tunjuk Putri ketika di depan mereka ada deretan toko buah.
"Kamu mau beli buah?" tanya Kelvin heran, karena kenapa tidak sedari tadi jika Putri ingin buah kenapa justru mau ke Rumah sakit baru mau beli.
"Iya tapi bukan buat aku." jawab Putri yang bersiap akan turun.
"Trus buat siapa?" tanya Kelvin heran sambil berjalan perlahan ke pinggir karena akan mencari tempat parkir untuk berhenti.
Putri memintanya berhenti di toko buah dan dia mau beli buah tapi bukan untuknya, trus untuk siapa pikir Kelvin.
"Kakak tunggu aja sebentar, aku gak lama kog." lanjut Putri kemudian segera pergi tanpa menunggu jawaban dari Kelvin.
Melihat Putri yang berjalan menjauh membuat Kelvin tersenyum. Memang benar pilihannya kali ini. Dan dia berharap Putri akan menjadi pilihan terakhir untuknya. Padahal Kelvin sudah bercerita bahwa yang dia tolong adalah mantan pacarnya tetapi Putri tidak cemburu sama sekali dan malah ingin membelikan buah untuk Clarissa.
Akhirnya Kelvin menuruti perkataan Putri, dia menunggu Putri yang sedang membeli buah untuk Clarissa. Tidak butuh waktu lama, Putri sudah kembali lagi dengan membawa parcelan yang cukup besar berisi beraneka macam jenis buah-buahan.
Putri membuka pintu belakang untuk menaruh parcel buah tersebut kemudian menutupnya kembali lalu Putri masuk di kursi penumpang di depan.
__ADS_1
"Udah?" tanya Kelvin melihat Putri yang sudah masuk.
"Ayo." jawab Putri sambil memasang sabuk pengaman tanpa menoleh kepada Kelvin.
Ternyata sejak Putri masuk, Kelvin terus memandanginya sambil tersenyum. Merasa tidak ada pergerakan dari Kelvin, Putri pun melihat Kelvin yang ternyata masih menatapnya.
"Kenapa Kak?" tanya Putri heran karena melihat Kelvin yang diam saja dengan terus menatapnya sambil tersenyum.
"Makasih ya." ucap Kelvin tiba-tiba sambil menggenggam kedua tangan Putri yang semula ada di pangkuan Putri.
"Makasih buat apa Kak?" tanya Putri bingung.
"Ya pokoknya makasih aja." jawab Kelvin dengan mengecup kedua punggung tangan Putri.
Kemudian Kelvin segera menyalakan mobilnya dan kembali melajukan ke Rumah sakit. Putri hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Kelvin yang tidak seperti biasanya.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏