
Ketika Kelvin sedang berusaha mendapatkan cintanya bersama dengan Putri, disisi lain Clarissa yang masih dikejar-kejar oleh Agung.
Saat ini Agung sudah menemukan kontrakan Clarissa. Agung tidak mencarinya sendiri, dia memakai orang-orang disekitar kontrakan Clarissa untuk mencari tahu apakah benar Clarissa tinggal di daerah itu. Dan tentu saja Agung memberikan mereka sejumlah uang sehingga orang-orang tersebut memberikan informasi yang sangat bisa dipercaya.
"Kamu yakin istriku tinggal di rumah kecil itu?" tanya Agung kepada orang suruhannya.
Dan mereka memberikan beberapa bukti yang menyatakan bahwa Clarissa memang ada disana. Agung pun menerimanya dan membacanya.
Saat ini Agung berada di dalam mobil dan memantau keadaan disekitar kontrakan Clarissa. Agung tidak mau terburu-buru dia akan menunggu waktu yang tepat untuk mengajak Clarissa pulang ke rumah kembali. Karena Agung yakin pasti Clarissa akan melakukan perlawanan dan Agung tidak mau jika nantinya orang-orang berpikir bahwa Agung akan menyakiti Clarissa. Padahal seharusnya Agung berhak membawa Clarissa karena bagaimanapun Clarissa masih berstatus sebagai istrinya yang sah.
"Yakin seratus persen Bos!" ucap salah satu orang suruhan Agung tersebut.
"Sekarang kami minta uang kami yang separuhnya." lanjutnya sambil menengadahkan tangannya meminta hak nya.
Agung pun memberikan amplop coklat yang berisi sejumlah uang senilai perjanjian mereka. Kemudian orang tersebut segera menerimanya dan menghitung jumlahnya.
"Senang bekerjasama dengan Anda Bos. Jangan lupa panggil kita lagi kalau ada kerjaan." ucap mereka kemudian segera pergi dari hadapan Agung.
Agung tidak menjawabnya bahkan dia tidak mempedulikan mereka yang pergi. Karena pandangan Agung masih mengarah ke tempat dimana kontrakan Clarissa berada.
"Betah juga kamu tinggal ditempat kumuh seperti ini." gumam Agung dengan pandangan lurus ke depan.
Tentu saja Agung berkata seperti itu, karena tidak menyangka Clarissa akan betah meninggalkan kekayaannya hanya untuk tinggal di tempat yang jauh dari kata mewah.
Tetapi bagi Clarissa hal itu tidak menjadi masalah, karena lebih baik dia meninggalkan semua kekayaannya daripada harus bertahan hidup dengan Agung yang tidak memiliki belas kasihan sama sekali.
...----------------...
Sedangkan di dalam kontrakan, Clarissa tidak tahu sama sekali bahwa Agung sudah mengintainya sejak tadi di luar. Saat ini Clarissa masih terbaring di ranjang, meskipun sudah meminum obat tetapi dia masih merasakan tubuhnya yang lemas, sehingga dia memilih untuk tetap tidur.
Tetapi karena merasa lapar, akhirnya mau tidak mau Clarissa pun bangkit dari tidurnya kemudian pergi ke dapur untuk memasak karena jika membeli uangnya tidak akan cukup untuk besok.
__ADS_1
Begitu di dapur Clarissa tidak melihat bahan makanan apapun yang bisa dia olah, hanya ada satu butir telur yang tersisa dan sedikit nasi putih sisa tadi pagi dia masak. Tetapi Clarissa tidak mengeluh, dia masih bisa bersyukur masih memiliki sisa makanan.
Akhirnya Clarissa pun memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum dia akan menggoreng telur dan makan kemudian dia akan kembali beristirahat agar besok pagi ketika bangun dia sudah lebih enakan dan bisa bekerja lagi.
Selesai mandi Clarissa segera kembali ke dapur dan menggoreng telur. Begitu selesai dia segera menaruh di atas piring dan menaruh juga nasi serta dia taburi dengan kecap manis agar lebih nikmat. Selesai berdoa mengucap syukur atas makanan yang ada, Clarissa segera memakannya dan baru sekitar dua suapan ada orang yang mengetuk pintu kontrakannya.
Tok.. Tok.. Tok..
Clarissa segera meminum air putih di gelas yang sudah dia siapkan untuk mengurangi rasa haus di tenggorokannya. Kemudian segera menuju pintu untuk membukanya karena seseorang dibalik pintu terus saja mengetuk pintu padahal Clarissa sudah menjawab untuk menyuruhnya menunggu sebentar.
"Benar itu suaranya Clarissa." **batin Agung.
"Siapa sih gak sabaran banget." gerutu Clarissa sambil berjalan tergesa menuju pintu.
Sehabis mandi tadi Clarissa tidak sempat merias wajahnya dan hanya memakai baju tidur tipis dan pendek karena Clarissa berpikir bahwa dia tidak kemana-mana dan akan segera tidur.
Begitu membuka pintu Clarissa terkejut ternyata Agung yang berdiri di depan pintunya dengan senyum smirk.
Clarissa akan menutup pintu tetapi dengan segera ditahan oleh Agung dan dia segera masuk kemudian mengunci pintu.
"Halo istriku, kamu kemana aja? Aku nyari kemana-mana lho." ucap Agung sambil menatap mesum ke arah Clarissa.
Apalagi Agung beberapa hari ini tidak bertemu dengan Tante Vani karena mencari keberadaan Clarissa sehingga membuat gairah Agung memuncak. Meskipun Clarissa sudah tidak suci lagi tetapi bagaimanapun Agung pernah merasakan tubuh Clarissa.
"Kamu ngapain kesini?" tanya Clarissa dengan takut sambil berjalan mundur untuk menghindari Agung yang terus berjalan mendekat ke arahnya.
"Ya jelas mau ajak kamu pulang donk sayang." jawab Agung yang terus menatapnya dengan tatapan yang seakan ingin menelanjanginya.
"Aku gak akan mau hidup lagi dengan gigolo kayak kamu!" bentak Clarissa berani.
"Tapi kamu harus menerima takdirmu!" jawab Agung murka, kemudian dengan segera menarik Clarissa dan menciumnya dengan kasar.
__ADS_1
Karena Agung tidak suka jika ada yang mengatakan bahwa dirinya seorang gigolo, padahal memang kenyataannya seperti itu. Bahkan dia hidup dari harta dengan menjadi simpanan tante-tante yang haus akan belaian kasih sayang.
Clarissa memberontak dalam dekapan Agung, bahkan dia terus berusaha memalingkan wajahnya agar Agung tidak bisa lagi menciumnya. Tetapi kekuatan Agung lebih besar daripada Clarissa, apalagi Clarissa saat ini yang sedang sakit.
Karena merasa tidak bisa menolak ciuman Agung, Clarissa pun terdiam dan membiarakan Agung berbuat sesuka hatinya. Tetapi Clarissa tidak membalas ciuman itu sama sekali karena dia hanya diam saja. Agung pun menyadari apa yang dilakukan oleh Clarissa.
"Dasar ******! Baru diginiin aja uda pasrah, pasti mau minta lebih kan." batin Agung dengan senyum meledek.
Begitu Agung lengah dengan segera Clarissa menggigit lidah Agung yang masih saja terus berada dimulutnya.
"Aarrggghhh...!" Agung pun berteriak kemudian melepaskan ciumannya dan sedikit menghindar dari Clarissa.
Dengan segera Clarissa menendang bagian tengah antara selangk****an Agung. Agung pun kembali berteriak sambil memegangi miliknya yang terasa sakit dan ngilu.
"Brengsek..!" umpat Agung marah.
Clarissa pun segera berlari menuju pintu, tetapi karena pintu terkunci Clarissa susah untuk membukanya apalagi dia dalam keadaan sakit dan takut yang bersamaan.
Agung pun tidak ingin kehilangan Clarissa lagi, dia segera menghampiri Clarissa yang masih berusaha membuka pintu sambil berjalan tertatih. Begitu dekat dengan Clarissa, Agung segera menjambak rambut Clarissa dan menariknya.
"Aarrgghh...!" Clarissa pun berteriak kesakitan sambil memegangi rambutnya dan tentu saja tubuhnya ikut tertarik mendekat kepada Agung.
Begitu ada dihadapannya Agung segera menampar pipi Clarissa hingga meninggalkan bekas kemerahan di pipinya. Clarissa pun segera menangis meraung karena merasakan rambut dan juga pipinya yang sakit.
...****************...
Tahan..tahan.. Tarik nafas 🤫
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1