Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 55


__ADS_3

Hari ini Clarissa datang ke kantor Putri seperti apa yang sudah dikatakan Putri beberapa waktu yang lalu. Setelah urusan perceraian Clarissa dengan Agung selesai, Clarissa pun memutuskan untuk kembali ke kota dimana sebelumnya dia merantau untuk memulai hidup baru nya dengan menyandang status janda.


Begitu sampai di kantor Putri, Clarissa segera bertanya kepada salah satu karyawan yang kebetulan sedang lewat.


"Maaf Mbak, Ibu Putri nya ada?" tanya Clarissa dengan sopan.


Clarissa pun memanggil dengan sebutan Ibu karena memang saat ini mereka ada di kantor.


"Sepertinya sedang meeting di luar Mbak sama Bu Ratna." jawab karyawan tersebut.


"Mbak bisa tunggu di situ." lanjutnya sambil menunjuk tempat duduk yang ada di ruangan tersebut.


"Ow iya terima kasih banyak Mbak." jawab Clarissa kemudian segera duduk di tempat yang sudah ditunjukkan kepadanya.


Clarissa pun menunggu Putri dengan sabar. Cukup lama Clarissa menunggu karena memang Clarissa tidak menghubungi Putri lebih dulu jika dia akan ke kantor hari ini sehingga Putri tidak tahu jika Clarissa datang untuk menemuinya.


30 menit berlalu, Putri masuk ke kantor bersama dengan Ratna dan bersamaan dengan itu Clarissa memanggilnya.


"Permisi, Bu Putri." panggil Clarissa.


Merasa namanya dipanggil Putri pun menoleh, dia cukup terkejut ternyata yang memanggilnya adalah Clarissa.


"Clarissa..!" seru Putri dengan senang bahkan sambil memeluk Clarissa.


Clarissa pun tidak kalah senangnya karena dia merasa dianggap saudara oleh Putri orang yang baru dia kenal.


"Kamu kog gak kasih kabar kalau mau kesini? Uda lama nunggunya?" tanya Putri.


Clarissa hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Putri. Ratna yang disebelahnya pun hanya diam saja.


"Ow ya Rat, ini kenalin Clarissa." ucap Putri kepada Ratna.


Ratna dan Clarissa pun saling berjabat tangan dan menyebutkan namanya masing-masing.

__ADS_1


"Ya uda ayo sekarang ke ruangan ku dulu aja." lanjutnya.


Kemudian mereka bertiga pun berjalan bersama ke ruangan Putri.


"Ratna, sekarang Clarissa akan membantu pekerjaan kamu biar kamu bisa lebih fokus ke pekerjaan tertentu." ucap Putri menjelaskan pekerjaan apa yang akan dilakukan oleh Clarissa.


"Beneran Bu? Wah terima kasih banyak akhirnya saya diberi teman." jawab Ratna dengan senang, karena dia memang membutuhkan partner kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Terima kasih Bu." ucap Clarissa kepada Putri dengan tulus.


Putri hanya menjawabnya dengan anggukan dan senyuman yang tidak kalah tulusnya.


"Trus kapan saya mulai bisa bekerja Bu?" tanya Clarissa.


"Lho ya sekarang lah, memangnya mau kapan lagi?" jawab Putri.


"Apa kamu belum siap sekarang?" tanya Putri.


"Saya siap Bu, kapan saja saya siap." jawab Clarissa dengan segera, karena memang dia sudah siap untuk memulai hidup barunya.


"Baik Bu, terima kasih." jawab Clarissa.


Akhirnya Ratna pun mengajak Clarissa untuk berkeliling mengenalkan dan menjelaskan semua isi di perusahaan tersebut dan Clarissa pun mendengarkan dan mencatat apapun yang diterangkan oleh Ratna bahkan dia tidak sungkan untuk bertanya jika memang masih ada yang belum dia mengerti.


...----------------...


Selesai meeting di luar, Dito sengaja mampir ke cafe milik Kelvin karena Dito tahu bahwa Kelvin juga ada disana. Begitu sampai di cafe Dito segera diberitahu oleh karyawan Kelvin bahwa Kelvin sedang berada di ruangannya dan Dito pun dengan segera menuju ke ruangan. Tetapi sebelumnya dia meminta karyawan tersebut untuk membawakan minuman ke ruangan Kelvin.


Dan benar saja dari luar terlihat Kelvin yang sedang serius menatap layar laptop nya entah apa yang sedang dia perhatikan.


"Uda mau nikah masih aja sibuk." ucap Dito dan langsung duduk di depan Kelvin.


Kelvin pun sedikit terkejut dengan kedatangan Dito karena memang dia sedang fokus. Kelvin pun menyimpan data lalu menutup laptopnya karena melihat kedatangan Dito.

__ADS_1


"Tumben bisa keluar jam segini?" tanya Kelvin sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


Karena setahu Kelvin, Dito sangat sibuk akhir-akhir ini sehingga di jam kerja Dito tidak akan bisa keluar-keluar dari kantor karena harus menyelesaikan pekerjaannya sehingga Kelvin lah yang sering datang ke kantor Dito jika mereka membicarakan sesuatu hal.


"Ada meeting di dekat sini, sekalian aja mampir habis itu mau langsung pulang." jawab Dito dan bersamaan dengan itu seorang karyawan mengantarkan minuman yang dipesan oleh Dito sebelumnya.


"Terima kasih." ucap Dito.


"Sama-sama Pak." jawab karyawan tersebut.


"Enak juga jadi Bos." ucap Kelvin menanggapi perkataan Dito.


"Lu kan juga Bos di cafe. Apalagi calon lu juga Bos di kantor nya." jawab Dito sengaja memancing Kelvin untuk mengetahui apakah permasalahan Kelvin dan Putri sudah selesai.


Kelvin pun menghela nafas panjang dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


"Kenapa? Belum selesai juga masalah lu?" tebak Dito karena melihat reaksi dari Kelvin.


"Gak tahu gue." jawab Kelvin singkat.


"Lu uda dewasa uda harus bisa ambil keputusan yang jelas jangan kayak bocil yang masih suka ngambek-ngambekan." ledek Dito.


Mendengar perkataan Dito membuat Kelvin menatapnya tidak suka.


"Dia yang kayak bocil." jawab Kelvin kesal karena Dito selalu saja menyalahkannya.


"Eh lu tu cowok dia cewek, wajar kalau bersikap manja seperti itu. Dan lu tahu sendiri Putri uda gak punya orang tua dan saudara jadi kamu yang bakal jadi satu-satunya orang tempat dia berteduh." ucap Dito dengan bijak.


Dan perkataan Dito tersebut sukses membuat Kelvin terketuk hatinya. Dia mulai menyadari bahwa apa yang dia lakukan beberapa hari terakhir ini sangatlah egois. Kelvin baru menyadari bahwa memang Putri sudah tidak memiliki siapapun kecuali dirinya.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2