
Begitu sampai di kantor Putri segera menuju ke ruangannya dan disambut oleh Ratna. Putri tidak seceria biasanya bahkan ada lingkaran hitam di sekitar matanya karena semalam dia susah untuk beristirahat. Ratna pun menyadari hal itu.
"Pagi Bu." sapa Ratna dengan ragu karena dia tahu mood Putri seakan jelek pagi ini.
Putri hanya menjawabnya dengan anggukan kemudian segera duduk dikursinya dan akan bersiap bekerja.
"Ibu baik-baik saja?" tanya Ratna akhirnya, karena dia merasa kasihan melihat Putri.
"Baik tentu baik. Ada yang perlu saya tanda tangani?" tanya Putri ketika melihat Ratna membawa berkas dan menghampirinya.
"Oh iya ini Bu." jawab Ratna dengan menyerahkan berkas di depan Putri.
Ketika Putri sedang menandatangani, Ratna memperhatikan dengan seksama ke arah Putri tentu saja tanpa sepengetahuan Putri.
"Bukannya kemarin janjian dengan Pak Kelvin? Kenapa sekarang cemberut gini? Apa gak sukses ya?" batin Ratna.
Karena sedang asyik memikirkan tentang Putri, Ratna sampai tidak tahu bahwa Putri sudah selesai tanda tangan bahkan dia melihat Ratna yang hanya melamun seperti memikirkan sesuatu.
"Ekheeemm..." Putri sengaja berdehem karena Ratna masih saja diam.
Mendengar itu Ratna segera tersadar dari lamunannya dan dia tersenyum canggung ke arah Putri yang ternyata sedari tadi sedang memperhatikannya.
__ADS_1
"Terima kasih Bu, saya permisi." ucap Ratna kemudian keluar dari ruangan Putri dengan tergesa-gesa.
Setelah kepergian Ratna, Putri menyandarkan tubuhnya di kursi kemudian menghela nafas panjang dan memejamkan mata. Seketika dia ingat lagi dengan kejadian tadi malam.
"Gue harus bisa move on, belum berperang uda kalah." batin Putri dengan tersenyum miris.
"Semangat!" seru Putri dengan menyemangati dirinya sendiri.
...----------------...
Begitu sampai di apartemen Kelvin segera membersihkan diri dan berganti pakaian setelah itu dia segera keluar lagi menuju cafe nya.
Kelvin juga meminta kepada pegawainya untuk membawakan sarapan untuknya karena sejak pulang dari Rumah Sakit Kelvin belum memakan sesuatu.
Setelah semuanya beres Kelvin segera melajukan mobilnya menuju kantor Putri. Kelvin tidak menyiapkan apapun yang ada dipikirannya saat ini dia hanya ingin bertemu Putri dan menjelaskan apa yang terjadi semalam.
Begitu sampai di depan kantor, kebetulan Kelvin berpapasan dengan Ratna yang akan keluar.
"Pak Kelvin..." panggil Ratna, karena merasa terkejut kenapa salah satu pelanggannya ada dikantor mereka.
Ratna takut jika ada masalah lagi dengan pengiriman ke cafe Kelvin seperti beberapa waktu yang lalu.
__ADS_1
"Bu Ratna.." jawab Kelvin.
"Apa ada masalah lagi Pak? Apa kami melakukan kesalahan lagi?" tanya Ratna dengan takut.
Bagaimana tidak takut karena sekarang dirinya yang bertanggung jawab.
"Oh.. Gak kog. Cuma mau ketemu sama Bu Putri aja." jawab Kelvin merasa tidak enak hati.
Ratna berpikir sejenak, apakah ini ada hubungannya dengan mood Putri pagi ini yang jelek. Akhirnya tanpa berpikir panjang Ratna mengijinkan Kelvin untuk langsung menuju ke ruangan Putri karena merasa ada sesuatu yang harus diselesaikan.
"Silahkan langsung ke ruangannya aja Pak, sudah ditunggu." ucap Ratna sekenanya, padahal Putri sendiri tidak mengetahui jika Kelvin akan ke kantor menemui dirinya karena Kelvin tidak memberitahunya apalagi ponsel Putri yang tertinggal dirumah.
"Ow iya terima kasih." jawab Kelvin.
Sebenarnya Kelvin merasa aneh masa iya Putri menunggunya padahal dari semalam mereka tidak saling berkomunikasi sama sekali. Tetapi Kelvin tidak peduli dia segera saja menuju ke ruangan Putri dan menyelesaikan permasalahan mereka.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1