
Saat ini Rani dan Dito sudah berada di kamar mereka. Setelah mengantarkan Putri mereka segera masuk ke dalam kamar dan bersiap untuk istirahat.
"Boo, cepetan kamu telepon temen kamu itu! Masa iya jadi cowok kayak gitu." geram Rani.
Rani merasa gemas kepada mantan Bos nya tersebut karena mempermainkan wanita baik-baik seperti Putri, menurut Rani. Padahal Putri merupakan wanita baik-baik dan mandiri.
"Uda lah Poo, kan aku uda bilang gak usah ngurusin urusan mereka." jawab Dito sambil naik ke atas ranjang dan berbaring di samping Rani.
Bukannya Dito tidak peduli dengan Kelvin, tetapi Dito yakin pasti Kelvin memiliki alasan tertentu kenapa dia sampai seperti itu. Dan mungkin saat ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya kepada Kelvin, karena memang ponselnya tidak bisa dihubungi.
"Mendingan kamu pikirin anak kita aja, kayaknya kangen ni sama Papanya." lanjut Dito sambil mengelus perut Rani yang sudah besar serta menaikturunkan alisnya.
"Itu sih mau kamu!" sewot Rani sambil memindahkan tangan Dito dari perutnya kemudian berbaring membelakangi Dito.
Tapi Dito tidak putus asa, dia segera melepaskan pakaiannya dan setengah memaksa Rani untuk berbaring dan dengan segera mengukung Rani.
"Boo..!" teriak Rani karena merasa kaget dengan apa yang dilakukan suaminya.
Dan beberapa saat kemudian keduanya sudah berada di gairah yang sama dan saling merengkuh kenikmatan bersama-sama.
...----------------...
Kelvin dengan setia menemani Clarissa yang masih belum siuman. Dia duduk di kursi disamping ranjang Clarissa. Karena merasa capek setelah seharian bekerja dan mempersiapkan surprise untuk Putri, Kelvin pun tertidur dengan kepala yang berada di samping tangan Clarissa.
Tengah malam tiba-tiba saja Clarissa sadar dan terbangun. Dia merasakan pusing di kepalanya dan pandangannya masih buram ketika dia membuka mata dengan perlahan.
"Aku dimana?" gumam Clarissa ketika melihat langit-langit di ruangan tersebut.
Tiba-tiba Clarissa mengingat kejadian yang baru saja dia alami. Dimana dia dikejar-kejar oleh suaminya dan hampir diperkosa.
Tangan Clarissa reflek bergerak dan mengenai tangan Kelvin yang berada di sampingnya. Ketika Clarissa melihat ada seseorang disampingnya dia ketakutan karena Clarissa berpikir bahwa orang tersebut adalah Agung dan sedikit bergeser menjauh.
Kelvin yang menyadari ada pergerakan pun terbangun dan melihat Clarissa yang ketakutan.
"Cla, kamu sudah sadar?" tanya Kelvin yang berdiri.
"Sebentar aku panggilkan dokter." lanjutnya sambil menekan tombol di atas ranjang pasien untuk memanggil dokter.
Ketakutan Clarissa pun perlahan hilang setelah menyadari ternyata orang itu adalah Kelvin bukan Agung.
"Kak...." lirih Clarissa, karena tidak percaya dia bisa bertemu lagi dengan Kelvin. Tetapi Clarissa sedikit menyesal karena pertemuannya dengan Kelvin dalam keadaan yang buruk.
"Uda jangan banyak bicara dulu." jawab Kelvin seakan tahu apa yang akan ditanyakan oleh Clarissa.
Bersamaan dengan itu perawat dan dokter yang berjaga pun datang ke ruangan Clarissa dan segera memeriksa keadaan Clarissa yang baru saja sadar. Kelvin pun sedikit bergeser untuk memberi ruang kepada tim medis untuk mengecek keadaan Clarissa.
Beberapa saat kemudian dokter pun selesai memeriksa Clarissa. Dan perawat kembali memberi obat kepada Clarissa agar keadaannya semakin stabil.
"Syukurlah keadaan pasien sudah membaik Pak. Tapi tolong dijaga kondisinya agar tidak ngedrop lagi." ucap dokter tersebut sebelum meninggalkan ruangan Clarissa.
"Baik, terima kasih dok." jawab Kelvin.
Setelah berpamitan Kelvin pun mengantarkan dokter dan perawat sampai di depan pintu. Setelah memastikan mereka keluar, Kelvin segera kembali masuk dan menutup pintu ruangan. Kelvin menghampiri Clarissa yang masih berbaring, Clarissa pun terus menatap ke arah Kelvin kemanapun dia berjalan.
"Mau minum atau makan sesuatu?" tanya Kelvin setelah jarak mereka cukup dekat.
Clarissa hanya menggeleng dan terus menatap Kelvin.
"Jangan mikir apa-apa dulu, kondisi kamu masih belum stabil." ucap Kelvin seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Clarissa.
Clarissa pun hanya mengangguk dan dia mulai memejamkan mata kembali. Karena merasa dia masih lemas dan ingin tidur lagi. Kelvin segera membenarkan selimut yang dipakai Clarissa.
"Aku diluar ya, kalau butuh apa-apa panggil aja." ucap Kelvin sebelum meninggalkan Clarissa.
__ADS_1
Dan Clarissa kembali menjawabnya hanya dengan anggukan kepala. Clarissa menahan tangan Kelvin sebelum benar-benar keluar. Kelvin pun menoleh karena Clarissa menahan tangannya.
"Terima kasih Kak." lirih Clarissa dengan tulus sambil tersenyum.
"Sama-sama." jawab Kelvin membalas senyuman Clarissa.
Clarissa pun melepaskan tangan Kelvin dan membiarkan Kelvin keluar karena mungkin Kelvin membutuhkan udara segar setelah beberapa jam menunggu Clarissa di dalam ruangan.
Agung tersadar dari pingsannya dan melihat sekeliling dia masih berada di sekitar semak-semak dan saat ini fajar telah menyingsing sebentar lagi matahari akan muncul.
Begitu bangun kepala Agung terasa sangat pusing dia sampai memegangi kepalanya bahkan ada darah kering di luka kepalanya, kemudian Agung perlahan mengingat kejadian semalam.
"Clarissa brengsek! Lihat aja kalau sampai ketemu, akan kubuat kamu jadi budak ku!" geram Agung dengan kesal.
Agung bangkit berdiri perlahan lalu dia kembali menuju ke kontrakan Clarissa dan akan kembali ke rumahnya. Karena untuk mencari Clarissa saat ini pun percuma, Agung tidak tahu kemana Clarissa pergi. Agung akan mencari waktu lagi untuk bisa menemukan Clarissa.
Karena semalam tidak bisa tidur dan tidur sangat larut, akhirnya membuat Putri kesiangan.
"Astaga! Uda jam 7 kurang, kesiangan aku." teriak Putri begitu bangun dan melihat jam dinding.
Putri segera bangun kemudian membersihkan diri bahkan waktu untuk sarapan pun tidak sempat. Dia memutuskan akan sarapan di kantor saja.
Meskipun Putri adalah pemilik usaha tetapi dia bukan tipe orang yang sesuka hatinya. Dia akan bertanggung jawab penuh melakukan apa yang dia kerjakan. Sehingga Putri memberlakukan dirinya sendiri seperti karyawan biasa yang akan datang tepat waktu. Beda lagi jika dia ada acara penting atau hal lain.
Selesai mandi Putri segera berganti pakaian lalu segera saja mengambil tas kerja serta dengan segera memakai sepatu dan masuk ke dalam mobil. Putri lupa jika ponselnya masih tertinggal di atas nakas kamarnya karena buru-buru.
Setelah melajukan mobilnya sampai setengah jalan, Putri ingat bahwa dia akan menghubungi Ratna lebih dulu. Ketika lampu merah Putri mengambil tas nya dan dia mencari ponselnya di dalam tas. Karena biasanya dia memasukkan begitu saja ponselnya di dalam tas.
Beberapa saat mencari Putri tidak menemukan ponselnya bahkan sampai lampu kembali berwarna hijau. Beberapa mobil di belakang Putri sudah membunyikan klakson mereka karena Putri tidak segera berjalan.
"Aduh dimana sih ponsel ku? Perasaan ada di tas deh." gumam Putri sambil mengingat-ingat dan melajukan mobilnya.
Tiba-tiba saja Putri ingat kemudian menepuk dahinya perlahan.
"Kenapa bisa lupa sih. Mau balik juga uda mau nyampe kantor." lanjutnya.
Akhirnya Putri memutuskan untuk terus berangkat ke kantor tanpa berputar arah kembali ke rumah.
Semalaman Kelvin berada diluar ruangan Clarissa, dia tidur di kursi tunggu di depan ruangan. Kelvin memang sengaja tidak menunggu Clarissa didalam yang hanya ada 2 orang lawan jenis, karena akan menimbulkan fitnah. Sebenarnya bisa saja Kelvin meninggalkan Clarissa, tetapi dia masih memiliki hati sebagai manusia apalagi jika mengingat bahwa Clarissa tidak memiliki saudara di kota ini.
Kelvin segera bangun kemudian pergi ke kamar mandi dan membasuh mukanya agar terlihat lebih segar. Setelah itu dia kembali duduk di depan ruangan Clarissa sambil merokok karena perawat masih mengurus Clarissa.
Sambil menunggu, Kelvin menghubungi Putri. Kelvin ingin menjelaskan dan meminta maaf atas kejadian tadi malam. Kelvin berkali-kali menghubungi Putri tetapi tidak ada jawaban dari Putri. Hanya nada dering terus tetapi tidak segera diangkat oleh Putri.
"Apa marah ya? Kog tumben gak angkat telepon?" gumam Kelvin sambil memasukkan kembali ponselnya dan berencana menghubungi lagi nanti.
Seorang perawat baru saja keluar dari ruangan Clarissa, Kelvin memang sengaja menyuruh perawat untuk mengurus Clarissa di pagi hari.
"Sudah Pak, saya pamit dulu." ucap perawat tersebut ketika berpapasan dengan Kelvin.
"Terima kasih Sus." jawab Kelvin.
"Sama-sama Pak."
Akhirnya perawat tersebut segera meninggalkan Kelvin dan kembali bekerja. Kelvin pun mengetuk pintu ruangan kemudian sedikit membukanya untuk memastikan bahwa Clarissa sudah rapi.
Kelvin pun masuk dan melihat Clarissa sedang berbaring kemudian Clarissa berusaha untuk duduk tetapi segera dicegah oleh Kelvin.
"Uda baringan aja." ucap Kelvin.
__ADS_1
Tetapi Clarissa menolak dia tetap ingin duduk dengan bersandar bantal, Kelvin pun membantunya.
"Makasih ya Kak." lirih Clarissa dengan menatap Kelvin tulus.
Clarissa tidak berharap ingin kembali dengan Kelvin karena dia menyadari kesalahannya terhadap Kelvin waktu dulu. Dan apalagi saat ini status Clarissa sudah menikah meskipun dia tidak mencintai suaminya sendiri.
"Uda gak usah dipikirin." jawab Kelvin tulus, kemudian dia duduk di samping ranjang Clarissa.
"Memangnya kemarin kamu kenapa kog bisa sampai seperti itu?" tanya Kelvin.
Bukan karena dia ingin ikut campur tetapi bagaimanapun juga Kelvin yang membawanya ke Rumah Sakit dengan keadaan terluka sehingga membuat Kelvin ingin mengetahui apa yang terjadi dengan Clarissa.
Clarissa menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari Kelvin. Setelah itu Clarissa menceritakan semua yang terjadi dengan hidupnya selama ini. Bagaimana dia setelah dijodohkan, menikah hingga sampai dia kabur dari rumah suaminya dan mengakibatkan kejadian semalam menimpanya.
Kelvin mendengarkan dengan seksama tanpa bisa mengucapkan satu kata pun. Jujur saja Kelvin merasa kasihan dengan hidup Clarissa.
"Ya sudah semoga kamu bisa melewati semuanya dengan baik." ucap Kelvin memberi semangat kepada Clarissa.
Bersamaan dengan itu seorang perawat masuk dan memberikan nampan makan pagi untuk Clarissa dan hendak membantu Clarissa .
"Kamu makan dulu aja habis itu istirahat. Aku harus pulang dan ke cafe soalnya ada kerjaan, kalau butuh apa-apa nanti hubungi aja. Setelah selesai semua aku kesini lagi." ucap Kelvin sebelum meninggalkan ruangan Clarissa.
"Iya Kak, terima kasih banyak." jawab Clarissa dengan tulus.
Karena dia juga tidak mungkin menahan Kelvin untuk tetap berada disampingnya.
Kelvin hanya menjawab dengan anggukan kepala kemudian segera keluar dari ruangan Clarissa dan menuju parkiran. Kelvin memang akan pulang ke apartemen untuk beristirahat sebentar dan setelah itu dia akan ke cafe.
Kelvin segera melajukan mobilnya menuju apartemennya. Dan di tengah perjalanannya Kelvin mencoba kembali menghubungi Putri tetapi tetap tidak diangkat oleh Putri. Tanpa Kelvin tahu bahwa sebenarnya ponsel Putri tertinggal di rumah.
Tetapi tiba-tiba saja Dito menghubunginya dan segera diterima oleh Kelvin.
"Halo.." ucap Kelvin begitu dia menggeser tombol hijau di ponselnya.
"Dimana lu sekarang?" tanya Dito.
"Dijalan mau ke apartemen. Kenapa?" tanya Kelvin.
"Emangnya lu dari mana semalam? Gue uda bilang kan mau cari cewek yang kayak gimana lagi lu? Kalau gak niat buat serius jangan PHP in anak orang." jawab Dito dengan kesal karena merasa Kelvin jadi cowok kurang perhatian terhadap cewek.
Kelvin mengerutkan keningnya tidak tahu apa yang dimaksud oleh sahabatnya tersebut. Karena Dito tiba-tiba saja bicara panjang lebar tanpa menjelaskan ke intinya.
"Maksud lu apa sih?" tanya Kelvin.
Dito pun kemudian menceritakan kejadian semalam, dimana dia bertemu dengan Putri yang sedang berjalan sendirian di pinggir jalan. Kelvin menghela nafas panjang kemudian mengusap wajahnya dengan kasar.
"Gue tahu gue salah, makanya gue mau minta maaf. Dari tadi gue hubungi Putri gak diangkat." lirih Kelvin dengan menyesal.
"Memangnya lu kemana semalam?" tanya Dito.
Kelvin pun menceritakan semua yang dia alami. Bagaimana dia bertemu dengan Clarissa ketika sedang perjalanan menuju ke kantornya dan Kelvin yang lupa menghubungi Putri karena panik juga Kelvin yang tidak tahu kalau ponselnya tiba-tiba mati.
"Ya, semoga aja Putri masih mau ketemu sama lu." ucap Dito akhirnya setelah mendengar alasan Kelvin yang cukup masuk akal buatnya.
Karena menurut Dito masalah Kelvin dengan Putri hanyalah sebuah kesalahpahaman yang memang harus segera diselesaikan.
"Perlu lu tahu, Rani yang merasa gak terima kalau lu sampai main-main sama Putri. Karena menurut Rani, Putri orang yang baik, mandiri dan tidak macam-macam kayak Clarissa. Dan jangan sampai Rani tahu kalau alasan lu kemarin karena Clarissa, bisa-bisa dia hasut Putri buat gak maafin lu." lanjut Dito panjang lebar.
"Gue tahu apa yang harus gue lakukan." ucap Kelvin setelah mendengarkan semua perkataan dari Dito.
Akhirnya panggilan mereka pun berakhir. Kelvin segera menuju ke apartemen dan membersihkan diri setelah itu dia akan ke cafe sesuai dengan rencananya.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏