Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 18


__ADS_3

Begitu sampai di cafe Kelvin segera dihampiri Pak Sentot yang saat itu memang sedang menunggunya. Putri pun semakin tidak enak ketika melihat Kelvin yang beneran datang untuk menemui Clara khususnya. Tetapi saat itu Clara tidak tahu jika Kelvin sudah datang karena duduknya membelakangi Kelvin.


Pak Sentot segera mengajak Kelvin menghampiri meja Clara dan Putri.


"Maaf Ibu, ini pemilik cafe kami sudah datang." ucap Pak Sentot.


Clara pun menoleh dan menatap ke arah Kelvin. Begitu melihat Kelvin yang tampan dan sesuai tipe nya, Clara yang awalnya ingin marah-marah pun jadi mereda dan tersenyum dengan manis kepada Kelvin.


Tetapi Kelvin tidak menanggapinya, dia justru menatap ke arah Putri yang juga menatapnya. Pandangan keduanya pun bertemu.


"Jadi yang resek temannya Putri." batin Kelvin.


"Ekheemm..." Clara pun berdehem karena melihat Kelvin dan Putri yang saling menatap.


Seketika Kelvin dan Putri mengalihkan pandangan mereka. Putri pun diam saja karena merasa tidak enak dengan Kelvin. Begitupun dengan Kelvin, jadi seolah mereka tidak saling kenal.


"Begini... Ehmm... Aku harus panggil siapa ya?" tanya Clara.


"Clara." lanjutnya sambil memberikan tangannya sebagai tanda ingin berkenalan dengan Kelvin.


Kelvin hanya menatap tangan Clara saja tanpa berniat ingin menjabatnya bahkan kedua tangan Kelvin berada di kantong celananya.


"Kelvin." jawab Kelvin datar.


Clara pun menurunkan tangannya karena secara tidak langsung Kelvin menolaknya untuk berjabat tangan.


"Oke, Kelvin. Saya minta pertanggungjawaban kamu." ucap Clara ambigu.


"Memangnya saya ngapain kamu?" tanya Kelvin ketus.


"Ehm.. Maksud aku, tanggung jawab karena sudah membuat baju saya yang mahal ini jadi kotor." jawab Clara dengan penuh penekanan.


"Tanggung jawab yang seperti apa yang kamu mau? Pelayan saya sudah meminta maaf dan manager saya sudah menawarkan pesanan kalian gratis. Tapi kalian menolak." ucap Kelvin panjang lebar, sambil melihat ke arah Clara dan Putri.


Clara akan menjawabnya tetapi Kelvin segera berbicara kembali.


"Apa perlu saya belikan baju baru?" tanya Kelvin seolah menantang.


"Ehm begini Pak Kelvin, saya mewakili teman saya meminta maaf karena...." ucap Putri menengahi perdebatan mereka tetapi segera ditarik oleh Clara.

__ADS_1


"Kog kamu yang minta maaf sih Put." ucap Clara sambil kembali menghadapi Kelvin.


"Saya minta tanggung jawab ke kamu agar kamu mau dinner sama saya." lanjutnya berbicara kepada Kelvin.


Kelvin pun tersenyum miring mendengar perkataan Clara. Ternyata memang semua wanita sama saja, pikirnya.


"Saya tunggu di cafe ini besok jam tujuh malam." ucap Kelvin kemudian pergi keluar dari cafe tetapi sebelumnya memberi kode kepada Pak Sentot untuk meninggalkan Clara dan Putri juga.


Sebelum keluar dari cafe, Kelvin menatap ke arah Putri begitupun sebaliknya. Tetapi keduanya hanya diam saja. Putri berhenti menatap Kelvin ketika Kelvin sudah benar-benar keluar dari cafenya dan berjalan menuju parkiran.


"Ternyata ganteng juga ya Put pemilik cafe nya, aduh harus bisa dapetin dia nih." ucap Clara sambil tersenyum senang.


"Put.." panggil Clara karena Putri tidak mendengarnya.


"Eh iya kenapa?" tanya Putri yang memang tidak mendengar karena dia fokus menatap Kelvin hingga meninggalkan cafe.


"Gimana menurut kamu kalau aku deketin Kelvin?" tanya Clara.


"Ya, terserah kamu." jawab Putri ragu.


"Ya uda yuk kita bicarakan di mobil aja." ajak Clara, kemudian mereka segera keluar dari cafe menuju parkiran untuk mengambil mobil mereka dan kembali menuju kantor Putri.


Kelvin sedikit mempercepat laju mobilnya agar ketika sampai di cafe tempat janjian dengan Angel tidak terlambat hanya karena masalah sepele dengan orang yang tidak dia kenal.


Beruntung ketika sampai di cafe tersebut Angel belum pulang bekerja. Kelvin segera memilih tempat duduk di area yang bebas rokok karena dia ingin merokok agar tidak mengganggu pelanggan yang lain dan memesan minuman untuk dirinya sendiri.


Begitu jam kerja habis, Angel segera membereskan pekerjaannya karena dia mengingat perkataan Kelvin jika dia menunggu di cafe dekat kantor. Selesai membereskan pekerjaannya, Angel lebih dulu pergi ke toilet untuk sedikit berdandan. Dia kembali menaburkan bedak dan lipstik di wajah dan bibirnya agar tidak terlihat pucat setelah seharian bekerja.


Angel segera turun ke lobby dan berjalan menuju cafe dimana Kelvin sudah menunggunya disana. Karena memang jaraknya yang cukup dekat jadi Angel hanya tinggal berjalan kaki saja.


Begitu memasuki cafe, Angel melihat Kelvin yang duduk di meja pojok dan terlihat ada segelas minuman yang tinggal setengah dimejanya dan Kelvin yang sedang menghubungi seseorang.


Melihat Angel yang berjalan menghampirinya, Kelvin segera mengakhiri teleponnya karena orang yang dia tunggu sedari tadi sudah datang.


"Maaf Kak, nunggu lama ya." ucap Angel begitu dia sampai di depan meja Kelvin.


"It's okay. Mau pesan apa?" tanya Kelvin yang mempersilahkan Angel duduk dan memanggil pelayan di cafe tersebut.


Setelah Angel menyebutkan pesanannya sang pelayan segera pergi untuk menyiapkan pesanan Angel.

__ADS_1


"Lu biasanya naik apa kalau kerja?" tanya Kelvin sambil menghirup vape.


Ya, kebetulan cafe tersebut tersedia tempat yang bisa untuk merokok dan Kelvin memilih di tempat itu.


"Sorry, gue ngevape boleh?" ijin Kelvin kepada Angel.


Karena tidak semua wanita tahan dengan asap rokok maupun vape.


"Ow iya gak apa-apa Kak." jawab Angel.


"Aku biasanya naik ojek online Kak." lanjut Angel dan bersamaan dengan itu minuman pesanannya datang.


Angel segera meminumnya sedikit untuk mengurangi rasa grogi karena hanya berduaan dengan Kelvin sang casanova.


Mereka pun mengobrol sebentar hingga minuman mereka hampir habis.


"Okay, kita pulang sekarang?" tanya Kelvin yang segera menghabiskan minumannya.


"Boleh Kak." jawab Angel yang juga melakukan hal yang sama seperti Kelvin.


Keduanya pun bangkit berdiri dan berjalan bersama menuju kasir, setelah Kelvin membayarnya mereka segera keluar dari cafe dan menuju tempat parkir dimana mobil Kelvin terparkir disana.


Begitu sampai di parkiran, Kelvin segera membuka pintu mobil dan keduanya masuk ke dalam mobil. Kelvin segera melajukan kendaraannya membelah jalanan Ibukota pada sore hari tersebut.


Sampai di tengah jalan Kelvin sengaja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena sebagai seorang casanova itu adalah salah satu trik nya untuk bisa mendekati target.


"Ow ya mampir bentar ke apartemen gue dulu ya, ada sesuatu yang mau gue ambil." ucap Kelvin dengan melirik Angel yang berada disampingnya karena sedari tadi Angel hanya diam saja.


"Iya Kak." jawab Angel singkat dan sempat menoleh ke arah Kelvin yang sedang fokus menyetir.


Jujur saja Angel sebenarnya bingung dengan dirinya sendiri. Yang awalnya dia ingin mendekati Kelvin untuk bisa menopang kebutuhannya, karena bisa dipastikan bahwa Kelvin adalah orang sukses hanya dilihat dari penampilannya saja. Tapi justru sekarang dia jadi takut sendiri begitu hanya berdua dengan Kelvin karena aura casanova Kelvin semakin terlihat.


Kelvin segera membelokkan mobilnya masuk ke apartemen yang cukup elit di daerah itu. Kelvin memarkirkan mobilnya di basement.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2