
Keduanya saling terdiam beberapa saat di dalam mobil. Kelvin fokus menyetir sedangkan Putri sebenarnya merasa gusar, karena baru kali ini dia berada di dalam mobil berduaan dengan laki-laki apalagi di malam hari. Karena memang biasanya Putri selalu pergi dengan Ratna.
"Dimana?" tanya Kelvin tiba-tiba.
Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Putri bingung. Karena pertanyaan Kelvin tidak cukup jelas.
Putri menoleh melihat Kelvin dengan mengerutkan keningnya.
"Dimana rumah kamu? Kan aku mau antar pulang. Atau mau pulang ke apartemen ku aja?" Kelvin menawarkan, tetapi tentu saja hanya untuk menggoda Putri.
"Ahh gak, pulang ke rumah aja Pak. Di jalan Anggrek." jawab Putri cepat, karena tidak mungkin Putri akan pulang ke apartemen Kelvin.
Kelvin hanya menganggukkan kepalanya. Kelvin cukup tahu daerah itu sehingga ketika Putri hanya menyebutkan nama jalannya saja Kelvin sudah tahu. Mereka pun kembali terdiam.
"Terima kasih banyak Pak, maaf merepotkan." ucap Putri kemudian, karena dia merasa beruntung Kelvin lah yang lewat tetapi jika orang lain mungkin Putri tidak akan tertolong. Karena kebanyakan pasti akan berbuat jahat.
"Setua itu ya aku?" bukannya menjawab ucapan terima kasih dari Putri, justru Kelvin memberikan pertanyaan kepadanya.
"Maksudnya?" tanya Putri tidak mengerti.
"Kamu selalu panggil Pak, apa aku setua itu?" tanya Kelvin lagi.
"Oh, maaf bukannya gitu Pak eh Kak eh.. Harus panggil apa donk?" tanya Putri.
"Senyaman kamu aja." jawab Kelvin santai.
Putri terlihat berpikir sebentar, mencari panggilan yang pas untuk Kelvin.
"Kak aja kali ya?" tanya Putri meminta pendapat.
"Hemm.." jawab Kelvin dengan deheman.
"Memangnya sebagai ucapan terima kasih mau kasih apa?" tanya Kelvin.
Bukannya Kelvin tidak ikhlas menolong atau mengharap imbalan, tetapi hanya untuk sekedar membuka obrolan antara mereka.
"Kakak minta apa emangnya? Gak mungkin donk minta bintang?" tanya Putri dengan terkekeh karena merasa lucu dengan pertanyaannya sendiri.
"Yakin kamu mau kasih kalau aku minta?" tanya Kelvin.
__ADS_1
"Ya kalau memang aku bisa kasih pasti aku kasih." jawab Putri yakin.
"Oke deal ya." ucap Kelvin sambil mengulurkan tangannya agar Putri menjabat tangannya.
Putri pun dengan ragu menjabatnya tanpa tahu apa keinginan Kelvin.
"Eh tapi apa dulu Kak?" tanya Putri panik.
"Sekarang juga temani aku ke suatu tempat. Besok kan kamu gak kerja, jadi gak apa-apa donk hari ini pulang malam." jawab Kelvin.
"Kakak gak mau macam-macam kan?" tanya Putri panik dan takut dia sampai mengeratkan jaketnya karena takut jika Kelvin akan berbuat macam-macam.
Melihat reaksi Putri membuat Kelvin terkekeh karena kepanikan Putri yang lucu.
"Jangan mikir macam-macam!" seru Kelvin sambil mengusak pucuk rambut Putri.
"Trus maksud Kakak apa tadi?" tanya Putri yang masih penasaran.
"Uda ikut aja yang jelas aku gak bakal bawa kamu check in." jawab Kelvin.
Dan jawaban itu membuat Putri bisa bernafas lega. Karena Kelvin tidak mungkin macam-macam. Kelvin pun dapat melihat kelegaan di wajah Putri.
"Tapi aku bakal berubah pikiran kalau kamu sendiri yang ngajak." lanjut Kelvin sambil melirik Putri karena ingin tahu reaksinya apalagi.
Sedangkan Kelvin kembali terkekeh karena berhasil menggoda Putri kembali.
Tidak lama kemudian mobil Kelvin terlihat parkir. Dan Putri mengamati di sekitar tempat itu.
"Di pantai?" gumam Putri.
Kelvin sudah akan beranjak turun, tetapi ketika melirik Putri terlihat tidak bergerak sama sekali.
"Ayo turun." ajak Kelvin, yang ternyata sudah turun dari mobil.
Putri juga akhirnya ikut turun. Dia meninggalkan tas nya di dalam mobil. Dan benar saja mereka benar-benar ada dipantai. Udara dingin segera menerpa tubuh Putri. Untung saja Putri memakai jaket sehingga dia masih bisa cukup terlindungi dari udara dingin disana.
Kelvin segera menuju sebuah cafe kecil yang masih buka. Putri juga mengikutinya dia berjalan di belakang Kelvin.
Begitu masuk Kelvin segera memesan dua cup kopi, karena memang suasana disana cocok jika ditemani dengan kopi. Tanpa bertanya apa pesanan Putri karena Kelvin memesankan sama dengannya.
__ADS_1
Setelah menerimanya, Kelvin segera mmebayar kemudian mengajak Putri kembali untuk keluar. Putri sempat ragu, karena bukannya lebih baik mereka berada di dalam cafe tersebut karena cukup hangat daripada harus keluar lagi dan berada di area pantai yang dingin, pikirnya.
Tetapi tanpa banyak bertanya Putri terus mengikuti kemana Kelvin pergi.
Ketika berada di bibir pantai, Kelvin menghentikan langkahnya kemudian duduk tanpa beralas apapun di pasir pantai. Sedangkan Putri masih berdiri disampingnya.
Kelvin pun menyerahkan cup kopi milik Putri dan segera diterimanya. Putri pun menggenggam cup kopi yang masih panas itu untuk sekedar mengurangi rasa dingin ditubuhnya.
Keduanya bergeming dengan pemikiran masing-masing dan dengan pandangan lurus kedepan menatap air dengan ombak-ombak kecilnya.
"Aku kalau lagi suntuk pasti ke sini. Gak tahu kenapa setelah dari sini perasaan jadi lebih lega." ucap Kelvin dengan tatapan yang masih lurus ke depan tanpa menoleh sedikit pun kepada Putri.
Putri menoleh ke arah Kelvin yang berada disampingnya. Cukup lama Putri memperhatikan Kelvin dari samping.
"Memang aku tampan dari arah mana aja sih." ucap Kelvin tiba-tiba.
Ternyata sedari tadi Kelvin menyadari bahwa Putri terus memperhatikannya karena Kelvin sempat melihat dari ekor matanya.
Mendengar itu Putri pun memukul pelan lengan Kelvin kemudian ikut duduk disamping Kelvin.
"Ternyata Kakak seneng bercanda juga ya." ucap Putri sambil sesekali menoleh ke arah Kelvin.
"Memangnya menurut kamu aku orangnya gimana?" tanya Kelvin.
Kelvin adalah orang yang sebenarnya tidak mau tahu dengan penilaian orang lain terhadapnya. Dia akan menjadi dirinya sendiri meskipun orang tidak menyukainya. Karena prinsipnya adalah yang penting dia tidak membuat orang lain susah karena dirinya.
Tetapi malam ini Kelvin ingin tahu penilaian Putri tentang dirinya. Karena mungkin jauh di dasar hatinya Putri menjadi yang spesial untuknya tetapi Kelvin belum menyadari hal itu.
"Menurut ku Kakak itu kaku, pemarah dan semau gue." jawab Putri.
"Bener gak?" tanyanya kemudian.
"Gak tahu, kan kamu yang menilai aku." jawab Kelvin dengan menggendikkan bahunya.
Kemudian mereka pun berbagi cerita tentang bagaimana kehidupan Putri hingga sampai seperti ini. Justru Putri lah yang banyak terbuka kepada Kelvin.
Dan malam itu membuat Kelvin cukup merasa lega. Dia merasa semakin lebih dekat dengan Putri. Mereka berdua bahkan tertawa bersama ketika ada hal yang membuat lucu dan seperti tidak ada beban sama sekali.
****************
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏