
Keduanya pun terlihat asyik bercerita. Begitupun dengan Kelvin, dia terlihat begitu menikmati kebersamaannya dengan Putri. Karena ternyata Putri tidak seperti yang dia kira. Putri memiliki pribadi yang menyenangkan untuk diajak mengobrol. Tetapi Kelvin tidak lantas begitu saja menaruh hati kepada Putri. Karena sakit hatinya terhadap Clarissa sudah terlalu dalam sehingga sulit bagi Kelvin mempercayai wanita kembali.
"Ehm.. Sepertinya saya harus kembali ke kantor sekarang Pak." ucap Putri sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
"Terima kasih banyak untuk makan siang gratis nya." lanjut Putri dengan terkekeh.
Dan tanpa terasa acara makan siang mereka sudah satu jam berlalu. Dan memang Putri harus kembali lagi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Ow ya silahkan, terima kasih sudah menyempatkan waktunya." jawab Kelvin dengan tersenyum karena mendengar candaan dari Putri.
"Sama-sama Pak. Permisi." ucap Putri sambil berdiri dan menjabat tangan Kelvin kemudian segera keluar dari cafe.
Sedangkan dari dalam Kelvin terus memperhatikan Putri sampai benar-benar keluar dari cafenya.
Kelvin kembali ke ruangannya lagi dan juga akan kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Seru juga ternyata anaknya." gumam Kelvin sambil membayangkan keseruan mereka tadi.
Sedangkan di dalam mobil Putri juga terlihat terus tersenyum. Karena Kelvin tidak seperti pemikirannya. Menurut Putri Kelvin terlihat kaku dan serius tetapi ternyata seru juga diajak bercanda.
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel Putri berdering. Ternyata yang menghubungi adalah Clara. Putri terdiam sebentar, dia bingung apakah Clara tahu jika dirinya baru saja makan siang dengan Kelvin. Dering ponsel tersebut pun berhenti kemudian beberapa saat kemudian berbunyi lagi ternyata Clara kembali menghubunginya.
"Halo Cla." jawab Putri begitu dia menggeser tombol di ponselnya.
"Lagi sibuk ya Beb? Sorry deh ganggu." ucap Clara.
"Eh tapi kayak rame. Kamu lagi dijalan? Darimana?" tanya Clara ingin tahu.
Putri pun berpikir sebentar tidak mungkin dia mengatakan bahwa baru saja makan siang dengan Kelvin. Padahal Putri tahu bahwa Clara sudah menyiapkan segala sesuatu untuk makan malam dengan Kelvin nanti.
"Ehm.. I-iya.. Habis ketemu klien." jawab Putri ragu.
"Oh.. Kog tumben nyetir sendiri? Ratna kemana?" tanya Clara lagi.
"Iya Ratna lagi banyak kerjaan jadi aku handle sendiri yang ini." jawab Putri bohong.
"Ow gitu." ucap Clara.
"Kamu ada apa hubungi aku?" tanya Putri.
__ADS_1
"Hehehe gak apa-apa. Cuma kangen aja." jawab Clara dengan terkekeh.
Putri pun memutar bola mata dengan malas. Karena bisa-bisanya di jam kerja Clara menghubunginya hanya untuk mengatakan bahwa dia kangen.
"Tapi kan kamu lagi dijalan. Ya uda tar aja kalau uda nyampe kantor." lanjut Clara pengertian.
"Oke deh. Bye." jawab Putri kemudian mengakhiri panggilannya.
Akhirnya Putri pun melanjutkan perjalanannya menuju ke kantor. Kelvin dan Putri sebenarnya mereka belum menyadari bahwa mereka memiliki perasaan yang sama. Tetapi karena Kelvin yang masih trauma dengan masa lalu, maka Kelvin belum mau membuka hati kepada siapapun. Meskipun Kelvin sudah merasakan nyaman ketika bersama dengan Putri.
...******To be continued******...
Mau tahu kelanjutan cerita mereka gimana??
Yuk kita ke session 2 😍
Tungguin ya gaes 😘
Aku mau pindah kamar dan ganti cover, biar lebih fresh 🤩🥰
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏