
Beberapa hari berlalu, hubungan Kelvin dan Putri belum ada kemajuan. Mereka belum saling menyapa dan berbicara. Bahkan mereka pun belum bertemu lagi setelah kejadian di restoran tempo hari.
Siang ini kerjaan Putri tidak terlalu banyak dan saat ini dia sedang berada di ruangannya seorang diri. Putri pun terlihat melamun.
"Masa iya uda mau nikah masih aja gini, kan gak lucu." gumam Putri memikirkan hubungannya dengan Kelvin.
Putri pun menghela nafas panjang, dia bingung harus bagaimana karena Kelvin sendiri pun tidak berinisiatif menghubungi dirinya lebih dulu.
"Ow iya kan aku belum jenguk anaknya Kak Rani. Ya uda nanti pulang kerja aja aku ke sana." lanjutnya.
Kemudian Putri pun segera menyelesaikan pekerjaannya dan segera pulang tepat waktu. Meskipun dia tidak pergi dengan Kelvin tidak masalah, karena memang niatnya ingin menjenguk anak Rani karena Putri juga sudah menyiapkan kado untuknya.
Sore harinya, Putri pun pulang tepat waktu karena selain menghindari macet dia juga akan pergi ke rumah Rani.
"Ratna, aku duluan ya mau ada acara." pamit Putri kepada Ratna yang kebetulan juga ada di ruangannya.
"Pasti mau kencan sama Pak Kelvin ya." goda Ratna.
Putri hanya diam saja mendengar godaan dari Ratna karena memang dia tidak akan pergi dengan Kelvin. Karena Ratna tidak tahu jika Putri sedang ada masalah dengan Kelvin dan Putri pun tidak bercerita apa-apa kepada Ratna.
"Ya uda Bu hati-hati." lanjut Ratna.
"Oh.. Iya. Kamu kalau uda selesai cepetan pulang aja gak usah lembur." ucap Putri kemudian segera keluar dari ruangan.
__ADS_1
"Iya Bu." jawab Ratna.
Putri segera keluar dari kantornya dan menuju ke rumahnya lebih dulu karena dia akan mengambil kado yang sudah dibelinya di Mall beberapa hari yang lalu baru setelah itu dia akan segera pergi ke rumah Rani.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di rumah Rani. Putri segera dipersilahkan masuk begitu penjaga pintu gerbang mengenalinya.
Putri pun masuk dan duduk di ruang tamu rumah mertua Rani untuk menunggu Rani yang sedang ada dikamar mengurus anaknya. Kebetulan saat itu kedua mertua Rani sedang berada di luar kota.
"Putri, sini naik aja." panggil Rani dari atas tangga rumahnya.
"Lagi ngurusin baby nih." lanjutnya.
Putri pun akhirnya naik ke tangga dengan membawa kado karena sudah diperintahkan oleh sang pemilik rumah.
"Selamat ya Kak, maaf baru bisa datang dan ini kadonya." ucap Putri sambil menyerahkan kado kepada Rani.
"Aduh kog repot-repot segala sih, cukup datang aja uda seneng kog." jawab Rani sambil menerima kado tersebut dan meletakkan di tempat yang juga banyak kado sudah menumpuk di sana.
Putri pun mendekat ke box bayi dimana anak Rani sedang tertidur pulas disana.
"Iihh lucunya gemes dehh.." ucap Putri dengan tersenyum senang sambil memegang pipi bayi tersebut dengan pelan karena takut akan terbangun.
"Makanya buruan nikah sama Pak Kelvin biar bisa bikin sendiri." ucap Rani menanggapi perkataan Putri, karena setahu Rani hubungan keduanya sudah membaik dan bahkan berencana akan segera menikah.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Rani membuat Putri terdiam sesaat, Putri tidak tahu akan menjawab apa karena memang hubungan keduanya sedang tidak baik-baik saja.
"Ow ya kog gak sama Pak Kelvin? " tanya Rani.
Tetapi belum sempat Putri menjawab Dito masuk ke dalam kamar dan terlihat baru saja pulang kerja. Memang akhir-akhir ini Dito memilih pulang kerja lebih awal karena dia merasa selalu kangen dengan anaknya dan bahkan dia sudah jarang lembur karena tidak ingin melewatkan banyak waktu dengan anak mereka.
Melihat Dito masuk ke kamar membuat Putri tersenyum canggung. Dan Putri pun berpamitan untuk turun ke ruang tamu. Dan ketika berpapasan dengan Dito, Putri tersenyum ramah kepadanya Dito pun membalasnya dengan ramah juga.
"Gak sama Kelvin tu anak, brarti masih marahan ceritanya. Emang bebal si Kelvin." batin Dito.
Dito tentu saja tahu jika Putri dan Kelvin sedang ada masalah, tetapi dia tidak berniat untuk mengatakan kepada istrinya karena jika nanti Rani tahu maka dia akan banyak ikut campur dan pasti menyuruh Dito untuk melakukan sesuatu dengan hubungan Kelvin dan Putri. Dan pastinya Rani akan menomorduakan anak mereka hanya untuk mengurusi hubungan Putri dan Kelvin.
"Halo anak Papa." ucap Dito yang akan menghampiri box bayi anak mereka.
Tetapi dengan segera ditarik oleh Rani agar tidak mendekat. Selain karena anak mereka sedang tidur, Dito juga baru saja pulang dari kerja dan seharian berada di luar jika langsung memegang atau mendekat dengan anak mereka maka akan sangat memungkinkan membawa virus bagi bayi.
"Sssttt...! Lagi tidur Pa. Uda buruan mandi dulu aja sana. Uda aku siapin air nya juga." bisik Rani dan mendorong Dito ke arah kamar mandi di kamar mereka.
Dito pun menghela nafas pelan dan menurut apa yang dikatakan oleh istrinya. Karena jika ada apa-apa dengan anak mereka orang tua lah pasti yang akan susah dan sedih. Dito pun segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏