Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 49


__ADS_3

Sedangkan Agung, begitu dia siuman setelah dipukul oleh Clarissa dia segera pulang ke rumahnya. Dan tentu saja dendam Agung terhadap Clarissa semakin besar karena Clarissa sudah berani melukainya.


Ketika sampai di rumah kedua orang tuanya masih ada disana. Dan semakin marah karena tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan. Mereka mengatakan bahwa jika Agung pulang ke rumah maka harus membawa Clarissa juga. Tetapi kedua orang tua Agung tidak melihat keberadaan Clarissa ketika Agung pulang.


"Mana Clarissa?" tanya Mamanya Agung.


"Ma, Pa Clarissa gak mau aku ajak pulang. Dia justru malah melukaiku dengan memukul kepala ku. Mama sama Papa lihat sendiri ini bekas lukanya." jawab Agung dengan mengadukan apa yang Clarissa lakukan kepadanya, padahal kejadian yang sebenarnya tidak seperti itu.


Kedua orang tua Agung pun sama-sama melihat luka yang didapat oleh Agung kemudian mereka saling pandang. Tetapi mereka tidak percaya begitu saja kepada Agung.


"Pokoknya Mama tidak mau tahu, kamu harus bisa bawa Clarissa pulang lagi." ucap Mamanya Agung, kemudian beliau segera berdiri dan pergi ke kamarnya dengan membanting pintu cukup keras.


Agung dan Papanya hanya bisa berdiam diri saja.


"Segera bawa pulang Clarissa lagi." Papanya Agung berbicara sambil menepuk pelan bahu Agung kemudian ikut pergi ke kamar untuk menyusul istrinya.


Melihat kepergian mereka, kedua tangan Agung terkepal dia menahan rasa amarah kepada Clarissa.

__ADS_1


"Kurang ajar! Gara-gara kamu hidup ku jadi gak tenang. Lihat aja aku bakal temuin kamu hidup atau mati sekalipun." gumam Agung dengan geram.


Kemudian dia segera keluar lagi dan menuju mobilnya. Agung lebih memilih pergi bersenang-senang daripada harus tetap berada di rumah dengan kedua orang tuanya. Agung mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi karena dia merasa kesal.


...----------------...


Setelah kepergian Agung, kedua orang tua Agung mendapat telepon dari orang tua Clarissa dan mengundang mereka datang ke rumah untuk makan malam keesokan harinya. Mereka saat ini sedang berada di kamar setelah berdebat dengan Agung. Dan mereka pun tahu jika Agung sudah keluar lagi dari rumah dan tidak tahu ke mana.


"Pa, gimana nanti kalau mereka tanya tentang Clarissa?" tanya Mamanya Agung dengan panik.


"Memangnya mereka tadi bilang apa Ma?" tanya Papanya Agung kepada istrinya.


"Gimana kalau ternyata mereka tahu masalah ini Pa? Apa perlu kita bawa Agung juga Pa?" tanya Mamanya Agung khawatir.


"Gak usah Ma, Papa yakin mereka belum tahu apa-apa. Besok kita datang aja berdua dan seolah tidak ada masalah apa-apa." jawab Papanya Agung menenangkan.


"Papa yakin nanti gak akan jadi masalah?" tanya Mamanya Agung.

__ADS_1


"Ya, kita lihat saja nanti Ma sambil kita menunggu Clarissa ditemukan." jawab Papanya Agung.


"Lebih baik sekarang kita istirahat saja dan bersiap untuk besok datang ke rumah mereka." lanjutnya.


Mamanya Agung menganggukkan kepala kemudian mereka segera bersiap untuk beristirahat.


...----------------...


Sedangkan di Rumah Sakit, saat ini Rani sedang mengalami kontraksi palsu karena sudah mendekati lahiran.


"Pa hufft.. Huufft.. Gimana sama teman kamu itu huft.. Huft.." tanya Rani sambil mengambil dan mengeluarkan nafas bergantian karena merasakan perutnya yang kadang sakit dan hilang bergantian.


"Uda lah Ma, ngapain sih masih mikirin mereka. Mendingan kamu mikirin anak kita yang mau lahir." jawab Dito dengan kesal.


Karena dalam keadaan seperti ini istrinya masih saja memikirkan orang lain, padahal dia sedang bertaruh nyawa untuk melahirkan.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2