Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 34


__ADS_3

Kelvin dan Putri segera disambut oleh Dito begitu mereka sampai di teras rumah. Awalnya Dito sempat kaget karena melihat Kelvin datang dengan seorang wanita cantik tetapi kemudian Dito bersikap biasa saja karena dia berpikir bahwa Kelvin tidak akan serius dengan wanita tersebut.


Acara berlangsung dengan lancar, saat ini adalah sesi makan. Seluruh tamu undangan yang juga merupakan keluarga dan sahabat tuan rumah sendiri pun dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan.


Kelvin dan Putri antri untuk mengambilnya, begitu selesai mereka membawa makanan mereka menuju kursi yang telah disiapkan.


Tidak berapa lama makanan mereka pun habis, Kelvin pamit kepada Putri untuk merokok di taman belakang.


"Aku merokok dulu disana bentar ya." bisik Kelvin sambil menunjuk arah dimana Kelvin akan pergi.


Kelvin berbicara dengan berbisik karena acara tersebut cukup berisik. Putri hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Setelah kepergian Kelvin, Putri hanya memainkan ponselnya saja karena untuk berbincang pun dia tidak mengenal siapapun disana. Karena ini adalah pertama kalinya Kelvin mengajaknya pergi ke sebuah acara.


Ketika sedang asyik menscroll media sosialnya, tiba-tiba saja bahunya dicolek oleh seseorang. Putri pun mendongak untuk melihatnya. Ternyata yang mencoleknya adalah sang tuan rumah.


"Eh Kak Rani, silahkan duduk." ucap Putri sambil berdiri dan membantu Rani untuk duduk, karena perut Rani yang besar sehingga Putri pun berinisiatif untuk membantunya.


Putri tahu nama Rani, karena tujuan mereka datang adalah untuk menghadiri acara tujuh bulanan kehamilan Rani. Dan sejak awal mereka datang tadi Putri sudah berkenalan dengan Rani, tetapi tidak banyak mengobrol karena Rani memang sedang banyak tamu.


"Sudah makan?" tanya Rani.


"Sudah Kak." jawab Putri yang langsung memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas karena menghargai Rani yang mengajaknya mengobrol.


"Kapan rencana kalian menikah?" tanya Rani to the point.


Putri cukup terkejut dengan pertanyaan dari Rani. Sehingga untuk beberapa detik Putri hanya diam saja.


"Ehmm.. Kami cuma teman kog Kak." jawab Putri dengan ragu, karena memang tidak ada kata jadian di antara mereka, tetapi mereka sudah sering berciuman setiap ada kesempatan.


"Hahhaha... Kog ragu gitu jawabnya?" tanya Rani sedikit mengejeknya.


Putri hanya tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Suami saya dan Pak Kelvin itu sahabatan sejak lama, dan kebetulan saya mantan karyawan di cafe Pak Kelvin..." ucap Rani mulai menceritakan.


Putri pun kembali terkejut karena ternyata Rani pernah bekerja di cafe Kelvin.

__ADS_1


"Dan kami cukup mengenal Pak Kelvin. Dia tidak akan membawa perempuan ke tempat umum jika tidak yakin akan menikah dengannya. Dulu terakhir adalah mantan kekasih Pak Kelvin, tapi karena Pak Kelvin dikhianati sehingga membuatnya tidak percaya lagi dengan wanita." lanjut Rani sambil menoleh ke arah Putri.


Putri hanya diam saja.


"Pak Kelvin punya mantan kekasih Kak?" tanya Putri.


"Ya semua orang pasti punya masa lalu, dan hanya akan menjadi masa lalu." jawab Rani.


"Dan aku yakin Pak Kelvin mencintaimu Putri." lanjut Rani sambil tersenyum dan memegang tangan Putri.


"Tapi diantara kami gak ada kata jadian Kak." lirih Putri.


"Hahahhaha.... Kalian itu uda tua jangan sok-sok an kayak remaja pakai istilah jadian segala." jawab Rani.


"Iya sih Kak, tapi kan wanita perlu pengakuan juga." ucap Putri.


"Memang benar, tapi yang penting sekarang bukan ucapannya tapi perlakuannya seperti apa. Kalau dia sudah menjadikanmu istimewa berarti gak perlu kuatir lagi karena perlakuan itu lebih dari sekedar kata jadian." jawab Rani panjang lebar.


Putri hanya terdiam, dan memang benar apa yang dikatakan Rani. Selama ini Kelvin memperlakukannya dengan istimewa dan tidak pernah menyakitinya.


Sedangkan di taman belakang, terlihat Dito yang menghampiri Kelvin yang sedang merokok. Tetapi Kelvin tidak mengetahui kedatangan Dito.


Kelvin hanya meliriknya saja tanpa mau menjawab perkataan Dito dan tetap melanjutkan menyesap rokoknya.


"Gue setuju sama pilihan lu kali ini. Gue bisa lihat kalau tu cewek baik." lanjut Dito meskipun Kelvin tidak menanggapinya tetapi tetapi Dito yakin Kelvin mendengarkannya.


Keduanya pun sempat melirik bersama ke arah Putri yang sedang mengobrol di dalam bersama Rani.


Dan tanpa alasan Dito berkata seperti itu, karena dulu Dito pernah mengingatkan Kelvin untuk meninggalkan Clarissa tetapi Kelvin tetap bersikukuh mempertahankan Clarissa. Dan terbukti sekarang ternyata Clarissa mengkhianatinya.


"Gue harap dia wanita terakhir yang kamu ajak main-main." ucap Dito terakhir kalinya.


Kemudian mereka berdua membahas tentang cafe mereka masing-masing. Kelvin cukup lega karena sebagai sahabat ternyata Dito memperhatikannya perihal pilihannya dalam memilih pendamping hidup.


Setelah cukup lama berada di rumah Dito, Kelvin dan Putri pun berpamitan untuk pulang. Dan saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil.


Sejak masuk ke dalam mobil Putri hanya diam saja bahkan pandangannya pun selalu berada di jendela sebelah kiri. Entah kenapa Putri terus saja memikirkan percakapannya dengan Rani tadi tentang Kelvin yang sebenarnya memiliki perasaan kepadanya tetapi sekalipun Kelvin tidak pernah mengutarakan dengan ucapan. Tetapi memang segala tindakan Kelvin terhadap Putri pun seharusnya sudah bisa menunjukkan kepada Putri bahwa Kelvin memiliki rasa kepadanya.

__ADS_1


Tetapi Putri sedang bergulat dengan hatinya, apalagi Rani yang bercerita tentang masa lalu Kelvin. Dan menurut Putri, Kelvin memang belum bisa sepenuhnya move on dari masa lalunya.


Kelvin pun menyadari kediaman Putri sedari tadi. Akhirnya Kelvin pun bertanya kepada Putri.


"Kamu kenapa? Ada masalah?" tanya Kelvin sambil melirik ke arah Putri karena dia masih fokus menyetir.


Tetapi Putri tidak menjawabnya karena memang dia tidak mendengar, bahkan dia sedang melamun.


Merasa tidak ada jawaban, Kelvin pun menyentuh lengan Putri dengan pelan tetapi Putri justru kaget karena memang dia sedang tidak fokus.


"Eh.. Iya Kak?" tanya Putri.


Kelvin pun mengerutkan keningnya, karena melihat raut wajah sedih dari Putri. Tanpa meminta ijin Kelvin segera menepikan mobilnya dan berhenti kemudian menghadap ke arah Putri.


Putri pun semakin bingung, dia pikir ada masalah dengan mobilnya karena tiba-tiba saja Kelvin berhenti.


"Kenapa berhenti Kak? Mobilnya mogok?" tanya Putri.


"Kamu kenapa? Ada masalah apa?" tanya Kelvin lagi, karena sedari tadi Putri tidak mendengar pertanyaannya.


"Aku? A..aku gak apa-apa kog Kak." jawab Putri dengan terbata. Karena ternyata sedari tadi Kelvin menyadari kediamannya.


"Yakin gak ada apa-apa? Cerita aja kalau lagi ada masalah." tanya Kelvin yang masih belum percaya jika Putri baik-baik saja.


"Iya Kak, aku baik-baik aja kog." jawab Putri dengan tersenyum.


"Mungkin karena capek aja." lanjut Putri.


Kelvin pun percaya dan menganggukkan kepalanya, karena memang Putri terlihat sangat capek. Apalagi karena Putri juga sudah bercerita kepada Kelvin bahwa beberapa hari ini pekerjaannya sedang banyak.


"Oke, kita pulang sekarang ya." tawar Kelvin.


Putri hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian Kelvin segera kembali melajukan mobilnya menuju kediaman Putri.


Sedangkan Putri hanya bisa pasrah saja, mau dibawa kemana hubungan mereka berdua nanti.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2