
Sedangkan di kantor Putri gelisah menunggu kedatangan Kelvin, karena Kelvin belum juga menghubunginya padahal waktu sudah semakin malam. Apalagi ponsel Kelvin tidak bisa dihubungi.
Seorang satpam berkeliling mengecek keadaan kantor dan melihat ruangan Putri masih menyala. Kemudian dia segera mengetuk pintu di ruangan Putri karena takut terjadi apa-apa dengan Bos nya. Karena selama ini Putri sangat jarang sekali lembur hingga malam seperti ini.
Tok.. Tok.. Tok..
" Masuk." jawab Putri.
Pak satpam pun segera membuka pintu dan melihat ternyata benar Bos nya tersebut masih ada di ruangannya dengan keadaan baik-baik saja. Tetapi di atas meja bersih tidak ada pekerjaan apapun.
"Maaf Bu, ini sudah malam apa Ibu masih akan bekerja?" tanya Pak satpam.
Putri pun melihat jam di pergelangan tangannya, dan memang sudah tidak waktunya untuk bekerja. Putri pun berpikir sebentar, lalu akhirnya dia memutuskan untuk menunggu Kelvin di bawah saja.
"Emm.. Iya Pak, saya akan keluar sekarang. Bapak bisa kunci semua ruangan." jawab Putri sambil bersiap-siap dan mengambil tas nya.
Kemudian dia segera keluar dari ruangannya dan berjalan keluar dari kantor. Satpam tersebut pun melakukan tugasnya kemudian mengikuti Putri keluar.
Putri berhenti di pos satpam begitupun Pak satpam tersebut.
"Nunggu jemputan ya Bu?" tanya Pak Satpam.
"Iya Pak." jawab Putri sambil terus berusaha menghubungi Kelvin tetapi tetap saja tidak ada respon sama sekali.
"Bapak kembali ke Pos aja gak apa-apa. Saya akan jalan ke ujung jalan itu siapa tahu sebentar lagi sampai." ucap Putri sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas karena merasa menyerah belum juga bisa menghubungi Kelvin.
Sebenarnya dia bisa saja memesan taksi online untuk pulang ke rumah, tetapi Putri menghargai Kelvin yang sudah membuat janji dengannya tadi malam. Dan takut jika nanti dia naik taksi online ternyata Kelvin menjemputnya, pasti Kelvin akan merasa kecewa. Akhirnya Putri memilih untuk berjalan perlahan, siapa tahu nanti sambil dia berjalan Kelvin akan datang.
"Biar saya temani Bu." jawab Pak Satpam.
Karena bagaimanapun Putri adalah Bos nya, maka Pak satpam pun juga harus ikut bertanggung jawab jika ada apa-apa dijalan nanti.
"Terima kasih banyak Pak, tapi gak apa-apa saya sendirian aja." tolak Putri dengan halus sambil tersenyum ramah.
Akhirnya Putri pun meninggalkan kantornya dengan berjalan perlahan berharap Kelvin akan segera datang menjemputnya sesuai dengan janjinya. Dan Pak satpam pun memilih untuk mengikuti perintah dari Putri tetapi dengan diam-diam mengikuti Putri dari belakang tanpa sepengetahuan Putri setelah memastikan kantornya aman.
...----------------...
Sedangkan di kediaman rumah lain, Dito dan Rani sedang berada di kamarnya. Mereka berdua sedang melihat televisi. Dengan kehamilan Rani yang sudah cukup besar itu mood Rani pun naik turun. Dito kadang kewalahan menghadapinya.
"Papa, aku pengen makan ayam geprek." rengek Rani dengan posisi tidur berbaring di pangkuan Dito dan Dito mengelus-elus perut besarnya Rani.
__ADS_1
"Tapi ini uda malam Sayang, lagian ayam geprek kan pedas kamu jangan makan pedas-pedas donk kasihan anak kita." jawab Dito dengan lembut dan penuh perhatian.
Tanpa berucap apa-apa Rani segera bangun dan berdiri dengan wajah yang cemberut kemudian keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang keluarga di mana kedua orang tua Dito ada disana.
"Sayang kamu mau ke mana?" tanya Dito sebelum Rani benar-benar keluar dari kamar.
"Mulai lagi deh drama nya." gumam Dito sambil menghela nafas panjang tetapi dia tetap bangkit berdiri dan menyusul istrinya tersebut.
"Kamu kenapa Ran?" tanya Mamanya Dito karena melihat Rani yang datang dengan cemberut.
"Kak Dito, gak mau nuruti nyidamnya Rani Ma." rengek Rani mengadu kepada mertuanya.
Bersamaan dengan itu Dito muncul dan kedua orang tuanya menatapnya dengan tajam.
"Bukannya gak mau nuruti Ma, tapi...." ucap Dito yang akan membela dirinya, karena kalau sudah seperti ini maka Dito lah yang seperti menantu bukan anak kandung mereka.
"Gak ada tapi-tapian, pokoknya cepetan sekarang juga kamu turutin nyidamnya cucu Mama." perintah Mamanya Dito sambil mengelus perut Rani.
"Gak tahu aja kalau nyidamnya yang pedas-pedas." batin Dito.
"Dito..." panggil Papanya, karena Dito hanya diam saja.
"Iya-iya." jawab Dito dengan malas tetapi dia segera masuk ke dalam kamar untuk mengambil jaket Rani dan juga kunci mobil serta dompetnya.
Sedangkan begitu sampai di Rumah Sakit, Kelvin segera menggendong Clarissa yang sudah tidak sadarkan diri dan berlari menuju ruang perawatan dengan berteriak minta tolong.
"Toloooonng...!" teriak Kelvin sambil berlari.
Dan seorang perawat dengan sigap menyambutnya dengan mendorong brankar. Kemudian Kelvin segera meletakkan Clarissa di atas brankar dan perawat tersebut segera membawanya masuk ke ruang Unit Gawat Darurat.
"Maaf Bapak silahkan tunggu diluar saja." ucap perawat tersebut karena Kelvin yang juga akan ikut masuk.
Seketika Kelvin pun berhenti dan duduk di ruang tunggu. Ia mengusap wajahnya dengan kasar. Karena merasa khawatir dengan keadaan Clarissa. Meskipun mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa tetapi setidaknya mereka pernah saling memiliki rasa.
Tidak berapa lama seorang dokter masuk ke ruangan tersebut untuk memeriksa Clarissa. Sedangkan Kelvin terus menunggu dengan setia. Dia sampai melupakan janjinya dengan Putri. Bahkan orang-orang yang sudah menyiapkan tempat yang sudah di pesan Kelvin pun juga menghubunginya tetapi tidak bisa.
Cukup lama Kelvin menunggu Clarissa yang sedang di periksa di dalam. Kelvin terus berdoa supaya Clarissa bisa diselamatkan terlepas apa persoalan yang sedang dihadapinya.
Dito dan Rani pun berkeliling mencari pedagang ayam geprek yang masih buka. Dan anehnya nyidam Rani tidak mau ayam geprek yang dari aplikasi ponsel kita tinggal duduk manis ditempat nanti ada yang antar ataupun ayam geprek di sebuah kedai dimana kita tidak perlu repot-repot mengantri berdiri. Tetapi Rani memilih ayam geprek di pinggir jalan, dengan alasan Rani ingin melihatnya secara langsung pembuatannya dan merequest cabai yang ekstra.
__ADS_1
Dan hal itu membuat Dito kesal tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Rani selalu memakai nama anaknya dengan alasan nyidam. Sehingga mau tidak mau Dito pun menurutinya.
Keberuntungan ada dipihak mereka, Dito melihat rombong ayam geprek yang hampir saja tutup. Dia segera memberhentikan mobilnya dan keluar dari mobil diikuti oleh Rani yang sedari tadi sudah menelan ludah begitu hanya melihat tulisan ayam geprek saja.
"Pak ayam geprek satu ya yang pedas banget." ucap Rani begitu sampai di depan rombong.
"Maaf Bu ayam gepreknya habis, ini tinggal satu ayam aja itupun kecil jadi gak saya jual. Lagian nasi nya juga tinggal sedikit." jawab penjual tersebut.
Seketika raut wajah Rani berubah, dari yang awalnya sumringah ketika melihat ayam geprek sekarang menjadi berkaca-kaca dan hampir menangis.
Melihat perubahan istrinya itu membuat Dito khawatir karena bisa saja nanti dirinya yang akan kena sasaran amukan dari Rani meskipun itu bukan salahnya sekalipun.
"Gak apa-apa ayam nya kecil?" tanya Dito kepada Rani, yang penting intinya nyidam Rani dituruti.
Rani hanya mengangguk sambil cemberut.
"Gak apa-apa Pak buatkan saja pakai ayam yang kecil itu." ucap Dito kepada sang penjual.
"Tapi Pak, saya gak tega jual ayam kecil begini." jawab penjual tersebut.
"Uda gak apa-apa Pak, istri saya lagi nyidam soalnya." jawab Dito.
Akhirnya penjual tersebut pun menyetujui meskipun nantinya akan dia beri gratis kepada Rani karena ternyata Rani sedang nyidam.
"Mau cabai berapa Bu?" tanya penjual yang bersiap akan membuatkan sambal untuk ayam gepreknya.
"Mau sepuluh Pak!" seru Rani dengan menunjukkan kesepuluh jarinya. Dia sudah seperti anak kecil yang dituruti keinginannya.
"Jangan banyak-banyak Sayang, perut kamu nanti sakit." ucap Dito yang merasa khawatir jika Rani benar-benar pakai sepuluh cabai.
Raut wajah Rani pun kembali murung ketika dilarang oleh Dito. Dan Dito pun hanya menghela nafas panjang karena tidak bisa menasehati Rani.
Akhirnya pesanan Rani pun selesai dan Rani segera menerimanya untuk dia bawa ke dalam mobil dan akan dia nikmati di dalam mobil.
Dito pun membayar seratus ribu untuk ayam geprek yang kecil, meskipun penjual sudah menolak dan berkata bahwa gratis tetapi Dito tetap memaksa. Karena penjual tersebut adalah penolongnya untuk menuruti nyidam istrinya.
Putri pun semakin gelisah menunggu kedatangan Kelvin. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain hanya menunggu. Putri pun berjalan perlahan di pinggir jalan siapa tahu mobil Kelvin terlihat dan Kelvin tidak perlu mencarinya ke kantor karena Putri sudah berada jauh di luar kantornya dengan Pak Satpam yang masih setia mengikutinya sambil menjaga di belakang Putri tanpa Putri sadari.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏