Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 20


__ADS_3

Keesokan harinya ketika sedang berada di kantor, Putri selalu diganggu oleh Clara melalui pesan. Clara terus menerus mengiriminya pesan bergambar yang menunjukkan Clara memakai beberapa macam baju yang akan dia pakai untuk untuk dinner dengan Kelvin nanti malam. Clara meminta Putri untuk memberi masukan pakaian mana yang pantas untuk dia pakai dinner dengan Kelvin.


"Aduuhh Cla, ganggu aja sih. Aku lagi sibuk." kesal Putri sambil mengacak rambutnya dengan gemas setelah dia membaca pesan dari Clara.


Putri rencananya pagi ini akan memanggil Budi untuk dia beri ketegasan atau mungkin akan dia keluarkan karena sudah banyak membuat perusahaan rugi dan membuat malu kepada pelanggan. Untung saja Kelvin tidak melaporkan perusahaan kepada polisi.


Akhirnya Putri pun memilih asal pakaian Clara yang akan digunakan untuk nanti malam agar Clara tidak lagi mengganggunya. Meskipun Putri memilih dengan asal tetapi hampir semua pakaian Clara bagus-bagus dan buatan designer terkenal di salah satu butik.


Sebelum memanggil Budi, Putri berniat menghubungi Kelvin terlebih dahulu untuk meminta maaf atas sikap Clara kemarin.


Putri pun menghubungi Kelvin, yang saat itu baru saja bangun tidur dan masih berada di apartemennya.


Sedangkan Kelvin sedang berada di meja makan sambil menikmati sarapannya sebelum dia membersihkan diri dan berangkat ke cafe. Kelvin sedikit terkejut ketika ponselnya berdering dan ternyata Putri yang menghubunginya.


Kelvin tidak segera menerimanya tetapi hanya dilihat saja karena memastikan apakah benar Putri yang menghubunginya. Dan Kelvin bertanya-tanya kenapa Putri menghubunginya sepagi ini. Apakah ada masalah lagi dengan kerjasama mereka, pikirnya.


Akhirnya Kelvin pun menerima panggilan dari Putri dengan menggeser tombol hijau pada ponselnya.


"Halo." ucap Kelvin dengan suara yang masih terdengar bangun tidur.


Putri pun juga berpikir bahwa Kelvin baru saja bangun tidur hanya dari mendengar suaranya saja.


"Maaf Pak Kelvin, mengganggu pagi-pagi begini." jawab Putri merasa tidak enak hati.


"Ya. Ada apa?" tanya Kelvin.


"Saya mewakili teman saya Clara, meminta maaf atas kejadian kemarin siang Pak. Maafkan atas sikap teman saya. Kalau Pak Kelvin keberatan harus bertanggung jawab dengan dinner bersama, Pak Kelvin bisa membatalkannya." jawab Putri panjang lebar.

__ADS_1


Kelvin pun mengerutkan keningnya. Jujur saja dia lupa dengan kejadian kemarin di cafenya. Dan hampir saja nanti malam dia akan membuat janji dengan temannya di club jika Putri tidak mengatakan padanya tentang hal ini.


"Oh itu, lupakan. Kalau memang itu maunya teman kamu yang gak apa-apa." ucap Kelvin santai dan merasa keberatan.


"Tapi dengan adanya masalah ini tidak mempengaruhi apapun tentang kerjasama kita kan Pak?" tanya Putri ragu.


Karena Putri berpikir tidak mungkin orang seperti Kelvin akan menyangkutpautkan masalah sepele seperti ini dengan masalah pekerjaan mereka. Karena Putri bisa melihat bahwa Kelvin adalah seorang yang profesional.


Seketika Kelvin pun memiliki ide untuk membuat Putri panik.


"Itu tergantung." jawab Kelvin.


Degg..!


Benar saja Putri merasa panik dengan jawaban dari Kelvin.


"Tergantung apa ya Pak?" tanya Putri penasaran.


"Tergantung nanti siang kamu mau gak datang ke cafe saya." jawab Kelvin.


"Datang ke cafe Bapak siang ini?" tanya Putri seakan tidak percaya dengan jawaban Kelvin.


"Ya." jawab Kelvin singkat.


"Tapi maaf, mau ngapain ya Pak saya kesana? Kan masalah dengan bahan makanan sudah tidak ada." ucap Putri.


"Memang sudah tidak ada masalah dengan kerjasama kita, tetapi kan ada masalah dengan teman kamu." jawab Kelvin.

__ADS_1


"Iya tapi kan nanti Bapak sama Clara sudah akan dinner bersama." ucap Putri yang semakin tidak tahu dengan maksud Kelvin.


"Tapi saya ingin kamu siang ini menemui saya di cafe." tegas Kelvin.


"Tapi Pak..." ucap Putri belum selesai menyelesaikan ucapannya tetapi segera dipotong oleh Kelvin.


"Oke sampai jumpa nanti siang. Saya mau mandi dulu, apa masih mau telepon sambil saya mandi?" tanya Kelvin yang semakin menggoda Putri.


Putri pun kaget dengan pertanyaan vulgar dari Kelvin. Dia sampai menjauhkan ponselnya dan merasa heran dengan Kelvin.


"Oh baiklah kalau begitu, maaf mengganggu Pak. Selamat pagi." jawab Putri sambil mengakhiri panggilan secara sepihak tanpa menunggu Kelvin menjawabnya.


Sedangkan Kelvin hanya bisa tertawa lepas mendengar kepanikan dan kepolosan Putri.


"Masa iya, dia beneran polos? Clarissa aja yang polos ternyata bisa seperti itu. Gak yakin juga sama Putri. Kita lihat saja nanti." gumam Kelvin.


Kemudian Kelvin segera beranjak dari duduknya dan menuju kamar untuk membersihkan diri dan akan bersiap pergi ke cafe.


Setelah mengakhiri panggilan dari Kelvin, Putri terus saja mengumpat tentang Kelvin yang tiba-tiba merasa aneh bahkan mengajaknya datang ke cafe siang ini.


Tetapi Putri kembali ingat dengan masalah di kantornya, dia segera menyuruh Ratna untuk memanggil Budi agar datang ke ruangannya.


...****************...


Hayoo tergantung apa nih enaknya? Pasti Kelvin ada maunya tu 🤭


Uda 5 bab ni kak, hadiah donk 😍

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya 🙏


__ADS_2