Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 33


__ADS_3

Agung yang mencari keberadaan Clarissa pun sempat bingung karena tidak ada jejak sedikitpun yang ditinggalkan oleh Clarissa.


Sebenarnya Agung merasa menyesal karena sudah berbuat demikian kepada Clarissa. Tidak seharusnya Agung memperlakukan Clarissa layaknya pembantu, karena jika sudah seperti ini maka Agung sendiri yang repot.


Agung melamun di teras depan rumahnya, karena jujur saja dia bingung akan mencari Clarissa di mana lagi. Sedang memikirkannya, tiba-tiba saja ada seseorang yang menyapanya.


"Siang Pak Agung." sapa orang tersebut.


"Oh.. Ya siang Pak." jawab Agung sedikit kaget dengan tegurannya.


"Bu Clarissa sudah pulang Pak? Kog beberapa hari ini tidak naik ojek saya setelah saya mengantarnya ke terminal waktu itu." ucap orang tersebut.


Ya, orang itu adalah tukang ojek langganan Clarissa yang setiap hari mengantarnya ke pasar, bahkan kemarin waktu Clarissa pergi dari rumah orang tersebut yang mengantarnya ke terminal.


"Maksud Bapak?" tanya Agung yang kemudian mendekati orang tersebut untuk meminta info sebanyak-banyaknya yang dia ketahui.


"Lhoh Bapak tidak tahu kalau Bu Clarissa beberapa hari yang lalu pergi ke terminal?" tanya balik tukang ojek tersebut, karena merasa heran dengan Agung yang sebagai suami tidak tahu kemana istrinya pergi.


"Hmm.. Sa-saya tahu, tapi lupa. Memangnya waktu bilang ke Bapak mau pergi ke mana Istri saya? Siapa tahu pamitnya beda gitu ke saya Pak." tanya Agung dengan sedikit berbohong untuk mencari info dari tukang ojek tersebut.


"Kemananya kurang paham saya Pak, Bu Clarissa cuma bilang mau pulang gitu aja kangen sama Ibunya." jawab tukang ojek tersebut setelah beberapa saat mencoba mengingatnya.


"Oh gitu ya Pak, terima kasih infonya." ucap Agung.


"Memangnya gak pamit sama Bapak?" tanya tukang ojek tersebut penasaran.


"Oh pamit kog Pak.. Jelas pamit donk." jawab Agung cepat dan berbohong.


"Saya permisi masuk dulu ya Pak, masih ada kerjaan. Mari." lanjut Agung dengan mengakhiri obrolan dengan tukang ojek agar Agung bisa segera pergi mencari Clarissa.


Akhirnya tukang ojek itu pun juga berpamitan dan kembali melanjutkan pekerjaannya juga.


Sedangkan di dalam kamar, Agung segera bersiap untuk kembali mencari Clarissa yang dia ketahui berada di kota dimana Ibunya tinggal.


"Kalau pulang ke rumah jelas gak mungkin, pasti orang tuanya uda marah-marah ke aku. Brarti Clarissa tinggal di tempat lain tapi dikota yang sama." gumam Agung mencoba membuka teka teki yang dia ketahui.


"Oke tunggu aku Cla, kita lihat aja nanti kalau aku bisa nemuin kamu." lirih Agung sambil beranjak dari kamarnya dan keluar dari rumah mengunci pintu kemudian segera masuk ke dalam mobil dan pergi mencari keberadaan Clarissa.

__ADS_1


...----------------...


Sedangkan di kontrakan, Clarissa terbaring lemas di ranjang. Badannya menggigil dan kepalanya terasa pusing. Memang akhir-akhir ini dia susah sekali untuk makan, setiap makan pasti perutnya terasa mual dan terasa perih. Dia sudah minum obat yang dia tahu, tapi tanpa pergi ke dokter karena untuk biaya ke dokter Clarissa akan berpikir berulang kali.


Akhirnya Clarissa pun hanya bisa berbaring setelah minum beberapa obat yang sudah dia beli di apotik sepanjang perjalanan dia pulang kerja kemarin.


Clarissa tertidur, tapi di dalam tidurnya tersebut dia mimpi dikejar oleh binatang buas. Dan Clarissa hanya bisa berlari, meskipun dengan terseok-seok hingga membuat Clarissa berkeringat dan tubuhnya pun basah akibat keringatnya yang banyak.


Hampir saja binatang buas tersebut bisa menangkap Clarissa dan membuat Clarissa menjerit dan terbangun.


Arrrggghhhh....!!


Clarissa terduduk di ranjang dengan nafas yang memburu dan keringat yang membanjiri tubuhnya. Clarissa menghela nafas panjang karena ternyata cuma mimpi.


"Untung cuma mimpi." **batin Clarissa.


Clarissa pun bangkit berdiri dan beranjak ke dapur untuk mengambil minuman dan meneguknya hingga hampir habis.


Sedangkan di pihak lain, Kelvin dan Putri semakin dekat saja. Mereka sering jalan berdua tetapi hubungan mereka sehat, hanya sekedar ciuman tanpa adanya urusan ranjang. Kelvin adalah tipe orang yang cukup bisa menghargai seorang wanita kecuali wanitanya itu sendiri yang jual diri kepada Kelvin.


Saat ini Kelvin sedang berada di rumah Putri, dia mengajak Putri untuk menghadiri acara tujuh bulanan kehamilan Rani karena Dito mengundangnya. Dan Putri masih bersiap-siap di kamar.


Bukan memikirkan karena belum bisa move on, tetapi Kelvin memikirkan tentang kondisi Clarissa yang berbeda jauh dari ketika dia meninggalkannya dulu. Sekarang terlihat lebih tidak terawat.


"Apa Frans gak menjaganya dengan baik?" batin Kelvin.


"Maaf Kak, lama." ucap Putri yang jalan menghampiri Kelvin.


Kelvin pun membuyarkan lamunannya karena terkejut dengan suara Putri.


"Kakak melamun kenapa?" tanya Putri yang sudah duduk disamping Kelvin.


Karena tadi tidak sengaja Putri melihatnya melamun. Dan sekarang Kelvin kembali melamun karena melihat penampilan Putri yang cukup sopan tetapi terlihat begitu sangat cantik, berbeda dari setiap hari mereka bertemu.


"Kak.." panggil Putri lirih sambil memegang lengan Kelvin.


"Kamu sangat cantik." ucap Kelvin dengan reflek dan tersenyum menatap Putri.

__ADS_1


Putri pun jadi salah tingkah karena dengan jelas Kelvin memujinya.


"Kakak berlebihan." jawab Putri dengan rona merah dipipinya.


Kelvin kemudian menepuk pahanya menyuruh Putri untuk duduk. Putri pun menurut dia duduk menyamping di paha Kelvin dengan kedua tangan yang mengalung di leher Kelvin.


Dengan segera Kelvin mencium bibir Putri yang sudah menjadi candu untuknya. Kelvin merasai bibir Putri yang manis, apalagi Putri yang baru saja memolesi bibirnya dengan lipbalm semakin membuat Kelvin betah.


Putri segera menarik diri karena selain kehabisan nafas, Kelvin juga tidak berniat mengakhiri cumbuan mereka. Apalagi tangan Kelvin sudah menyusup ke dalam gaun Putri.


"Kita jadi pergi gak Kak?" tanya Putri cemberut.


Kelvin hanya tersenyum sambil menyentuh bibir Putri dengan ibu jarinya karena basah akibat ulahnya.


Putri turun dari pangkuan Kelvin dan memperbaiki gaunnya yang sudah tersingkap akibat ulah Kelvin.


Kelvin dan Putri segera menuju mobil setelah memastikan rumah Putri terkunci dengan baik. Kemudian Kelvin segera melajukan mobilnya menuju kediaman Dito.


Tiga puluh menit berlalu, akhirnya mereka sampai juga di rumah Dito. Sepanjang perjalanan mereka asyik mengobrol dan sesekali Kelvin menggenggam tangan kanan Putri untuk dibawa ke pangkuannya.


Kelvin segera memarkirkan mobilnya di halaman rumah Dito. Disana sudah ada beberapa mobil yang terparkir, dan mungkin memang tamu-tamu dari keluarga Dito. Karena Kelvin sengaja datang sedikit terlambat.


Keduanya turun dari mobil dan disambut Pak Kodir yang sudah mengenal Kelvin.


"Malam Mas Kelvin." sapa Pak Kodir.


"Malam Pak, sehat?" tanya Kelvin, karena memang Kelvin sudah mengenal Pak Kodir dengan cukup baik.


"Sehat donk Mas." jawab Pak Kodir.


"Lama gak kelihatan, sekarang bawa yang cantik-cantik aja." goda Pak Kodir dengan melirik Putri.


Membuat Kelvin pun juga ikut meliriknya, sedangkan Putri hanya tersenyum canggung karena dilihati oleh dua orang pria di depannya.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2