
Pertemuan dua keluarga tersebut begitu sangat membahagiakan bagi kedua orang tua tetapi tidak bagi Clarissa. Clarissa hanya diam saja dan dia tidak bisa menolaknya. Sedangkan untuk calon suami Clarissa yang dia tahu bernama Agung juga terlihat biasa saja. Pertemuan ini berlangsung dirumah Agung, karena orang tua Clarissa sendiri yang menginginkannya.
Memang Agung ini orangnya tampan dengan tubuh atletis, bagi cewek yang melihatnya mungkin akan langsung terpesona. Tetapi tidak bagi Clarissa. Karena hati Clarissa sudah tertutup.
"Kalian silahkan mengobrol di belakang berdua, biar lebih dekat." suruh Ibunya Agung dengan lembut.
Kedua orang tua Agung memang terlihat sangat baik, melalui perkataan mereka. Tetapi Clarissa tidak tahu apakah Agung juga seperti itu. Karena memang Clarissa belum mengenal Agung sama sekali.
Agung pun bangkit berdiri kemudian memberi isyarat kepada Clarissa agar mengikutinya. Dengan malas dan terpaksa Clarissa pun mengikuti Agung ke belakang rumah mereka. Disana mereka duduk menghadap kolam renang.
Keduanya hanya terdiam, apalagi Clarissa dia memang tidak berniat sama sekali dengan perjodohan ini. Clarissa lurus menatap ke depan ke arah kolam renang dengan pikiran kosongnya.
"Aku tahu sebenarnya kamu tidak menginginkan perjodohan ini, begitu pun aku." ucap Agung membuka pembicaraan.
Sedangkan Clarissa hanya meliriknya sekilas kemudian pandangannya kembali menatap kolam renang di depannya.
"Tetapi kedua orang tuamu yang terus memaksa sehingga membuat orang tua ku menyetujuinya juga." lanjut Agung.
"Ya uda tinggal jawab aja gak mau." jawab Clarissa akhirnya membuka suara.
Karena dari perkataan Agung seakan orang tuanya lah yang hanya menginginkan perjodohan ini.
"Jika aku bisa sudah aku lakukan dari dulu, tetapi aku tidak mau melukai hati orang tua ku." jawab Agung.
Clarissa hanya memutar bola matanya dengan malas. Alasan klise, pikirnya.
"Tapi kamu tenang saja, setelah menikah kita tidak akan tinggal disini. Aku akan bawa kamu tinggal dirumah yang sudah aku siapkan. Sehingga kedua orang tua kita tidak akan tahu jika kita tidak saling menginginkan pernikahan ini." ucap Agung.
"Trus kuliah ku gimana?" tanya Clarissa merasa tidak senang karena Agung berbuat semaunya sendiri.
"Ya tinggal pindah kesini. Aku gak mau ya kalau aku yang suruh ngalah, karena bagaimanapun istri harus tunduk kepada suami." jawab Agung tidak mau terbantahkan.
Clarissa pun semakin tidak suka dengan Agung karena belum sah saja sudah berani mengatur Clarissa.
__ADS_1
Akhirnya setelah mendapatkan tanggal yang sesuai Clarissa dan kedua orang tuanya pun berpamitan. Mereka akan mulai menyiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan Clarissa dan Agung. Karena pernikahan mereka akan dilangsungkan satu bulan dari sekarang.
...----------------...
Waktu terus berlalu, kuliah Clarissa sudah pindah dan persiapan pernikahan Clarissa dengan Agung juga sudah delapan puluh persen. Bahkan dua hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan. Dan selama ini Agung belum tahu jika ternyata Clarissa sudah tidak suci lagi, sehingga Agung mau dijodohkan dengannya.
Dan tanpa Clarissa tahu juga sebenarnya Agung menjadi simpanan tante-tante kaya. Maka dari itu Agung bersikeras tidak ingin pindah dari kota yang selama ini dia tinggali. Bahkan rumah yang nantinya akan Clarissa dan Agung tempati adalah rumah pemberian salah satu tante yang sudah dia layani selama ini. Tetapi tentu saja Agung merahasiakan semua itu dari orang tuanya. Dan setahu orang tua Agung, Agung mendapatkan rumah itu dari hasil kerja kerasnya selama ini.
Pernikahan pun berlangsung dengan khidmat. Agung sudah melakukan tugasnya dengan mengucapkan Ijab Qobul dengan lancar. Sehingga keduanya sudah sah menjadi pasangan suami istri. Kedua orang tua pengantin pun merasakan kebahagiaan karena kedua anak mereka sudah menikah dengan lancar tanpa halangan apapun.
Saat ini Clarissa dan Agung sudah duduk di kursi pengantin dan satu persatu tamu undangan memberikan mereka ucapan selamat dan doa yang terbaik untuk keduanya.
Kelvin tidak mengetahui sama sekali tentang pernikahan Clarissa. Karena selain dilaksanakan di kota dimana orang tua Clarissa tinggal, Kelvin juga sudah menutup semua akses agar Clarissa tidak bisa menghubunginya lagi begitupun sebaliknya.
"Nanti malam kita langsung pindah ke rumah ku, kita akan melakukan malam pertama disana." bisik Agung kepada Clarissa.
Karena keduanya saat ini masih berada di pelaminan. Clarissa hanya meliriknya sekilas karena tidak ingin sama sekali membahas tentang malam pertama mereka. Bahkan Clarissa lupa bahwa dirinya sudah tidak suci lagi dan hal itu belum mereka bahas, Clarissa tidak tahu apakah nantinya Agung akan menerimanya atau tidak.
Waktu pun berlalu, satu persatu tamu undangan sudah berpamitan untuk pulang begitu pun keluarga dari Clarissa dan Agung. Dan hanya tinggal kedua orang tua mereka masing-masing.
"Wah yang uda gak sabar mau malam pertama. Aduh senengnya!" seru Ibunya Clarissa bahagia, karena beliau berpikir bahwa kedua mempelai juga bahagia seperti kedua orang tua mereka.
Clarissa hanya memutar bola matanya dengan malas melihat drama di depannya. Sedangkan Agung hanya tersenyum sekilas.
Setelah kedua orang tua mereka mengijinkan, Clarissa dan Agung segera keluar dan menuju mobil untuk segera pulang ke rumah yang sudah Agung miliki.
Sepanjang perjalanan, Clarissa hanya diam saja bahkan dia memalingkan wajahnya di kaca sebelah kirinya tanpa mempedulikan Agung sama sekali. Begitupun dengan Agung, dia hanya sesekali melirik Clarissa tetapi tidak berniat mengajaknya berbicara.
Dan sepanjang melakukan acara pernikahan, ponsel Agung trus bergetar. Ada banyak pesan dan panggilan tidak terjawab dari tante yang menjadikan Agung sebagai simpanannya. Tante tersebut menginginkan Agung datang ke rumahnya malam ini. Tetapi Agung belum memberinya jawaban apapun. Karena tugasnya malam ini adalah melakukan malam pertama dengan Clarissa, pikirnya.
Begitu sampai di rumah Agung, Clarissa menatap sekeliling. Rumah Agung termasuk perumahan yang mewah, dan Clarissa merasa hanya dengan pekerjaan Agung seperti itu bisa membeli rumah elit. Tetapi Clarissa tidak mau berpikiran jelek, siapa tahu memang Agung adalah tipe orang pekerja keras.
"Gak turun?" tanya Agung, ketika dia sudah turun dan hampir menutup pintu mobilnya tetapi melihat Clarissa yang masih terdiam.
__ADS_1
Seketika Clarissa tersadar dari lamunannya dan melihat Agung yang sudah menutup pintu mobil dan berjalan ke belakang untuk mengambil koper mereka. Clarissa segera turun dan berjalan pelan menuju teras rumah. Agung pun menyusulnya dengan menyeret koper mereka.
Agung segera membuka pintu rumah dengan kode akses yang hanya dia sendiri yang mengetahuinya. Begitu masuk Agung menyalakan lampu utama agar tidak terlalu gelap, Clarissa langsung terpana dengan interior rumah Agung.
Clarissa segera mengikuti Agung menuju kamar utama, dan dirumah tersebut tidak ada satu orang pun yang tinggal. Entah itu satpam ataupun asisten rumah tangga karena Agung sering membawa pulang wanita-wanita ketika dia mabuk.
Begitu masuk ke dalam kamar, mata Clarissa disuguhi oleh pemandangan interior khas cowok. Sangat simple tapi elegan.
Clarissa melihat Agung yang duduk di sofa kamar dengan laptop menyala. Clarissa berpikir mungkin Agung sedang menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda. Dan Clarissa tidak peduli, dia segera menuju kamar mandi setelah mengambil pakaian di dalam koper.
Clarissa segera membersihkan diri karena merasa gerah setelah seharian harus memakai pakaian pengantin yang berat dengan hiasan yang super tebal. Cukup lama Clarissa berada di kamar mandi karena dia sengaja berendam untuk merelaxkan tubuhnya. Bahkan Clarissa hampir saja memejamkan mata karena terlalu nyaman.
Tetapi ketukan di pintu membangunkannya, dia segera membersihkan diri di shower kemudian berganti pakaian. Tidak berapa lama Clarissa keluar dari kamar mandi dan menemukan Agung yang sudah berdiri di depannya yang juga bersiap akan membersihkan diri.
"Mandi apa tidur." gumam Agung begitu Clarissa lewat didepannya.
Clarissa hanya meliriknya saja tanpa mau menjawabnya. Agung pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Clarissa berbaring di ranjang dia mengambil ponselnya yang masih di dalam tas. Tidak ada pesan ucapan selamat dari teman-temannya. Karena memang pernikahan Clarissa tidak diketahui oleh teman-teman Clarissa di kota yang berbeda. Biasanya pengantin baru merasa bahagia, dia akan memposting foto-foto bahagia mereka tetapi tidak dengan Clarissa. Dia justru merenungi hidupnya yang seperti ini.
Pintu kamar mandi terbuka, Clarissa segera meletakkan ponselnya di atas nakas dan menarik selimut sebatas lehernya. Sepertinya Clarissa memang tidak berniat melakukan malam pertama dengan Agung. Bahkan pakaian Clarissa pun lengkap, baju tidur dengan lengan panjang dan celana panjangnya.
Agung melihat apa yang dilakukan Clarissa, dia segera naik juga di atas ranjang dan duduk dibelakang Clarissa yang berbaring membelakanginya.
"Aku gak mau buang waktu ya, malam ini kita akan lakukan kewajiban kita sebagai suami istri." tegas Agung.
Karena sebagai laki-laki normal, tentu saja Agung juga bergairah melihat Clarissa. Karena Clarissa memiliki postur tubuh yang cukup bagus. Dan malam ini Agung akan merasakan berhubungan badan dengan perawan, pikirnya. Disamping pernikahan mereka yang tanpa cinta.
Clarissa hanya menghela nafas panjang. Apa semua laki-laki hanya akan memikirkan soal ranjang tanpa memikirkan hati, batin Clarissa.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏