
Setelah sampai di ruang keluarga Agung duduk berdampingan dengan Clarissa bahkan sengaja menempel dengan Clarissa dan menggenggam tangan Clarissa agar terlihat romantis. Mereka pun mengobrol dengan sesekali tertawa. Sedangkan Clarissa hanya diam saja kadang bergerak risih karena terlalu berdekatan dengan Agung.
"Ow ya Clarissa uda ada tanda-tanda kasih kami cucu belum ini?" tanya Mamanya Agung.
Seketika Agung dan Clarissa pun saling pandang, tetapi Clarissa segera mengalihkan pandangannya karena terlalu malas saling berpandangan.
"Ya doakan aja, kita juga masih terus berusaha." jawab Agung dengan canggung, karena dia sudah membohongi 4 orang tua didepannya.
"Gimana mau hamil, disentuh aja gak. Dia lebih milih menabur benih di rahim wanita-wanita liar." batin Clarissa.
"Jangan lama-lama, soalnya kami semua sudah kepingin gendong cucu." ucap Ibunya Clarissa menambahi.
Agung pun hanya tersenyum canggung menanggapinya. Sedangkan Clarissa hanya diam saja tanpa mau memberi komentar soal itu.
"Kog Clarissa kelihatan kurusan, apa tidak kamu kasih makan dengan baik Gung?" tanya Papanya Agung ketika memperhatikan tubuh Clarissa yang berbeda jauh dari saat mereka bertemu dulu.
Seketika pandangan mata semua orang tertuju kepada Clarissa. Clarissa yang ditatap pun merasa tidak enak hati.
"Gimana mau gemuk, tiap hari disiksa jiwa dan ragaku." batin Clarissa.
"Papa ngomong apa sih, ya tentu saja aku kasih makan dengan baik donk istriku tercinta ini." jawab Agung mencari pembelaan untuk dirinya sendiri.
"Mungkin Clarissa lagi diet, iya Sayang?" tanya Agung sambil menatap Clarissa dan memberi kode agar Clarissa mengiyakan pertanyaannya.
Clarissa pun mengangguk dengan ragu. Karena jika tidak mengikuti perintah Agung maka akan fatal akibatnya untuk dirinya.
"Gak perlu diet-diet lah, kan kalau mau hamil harus makan yang banyak. Pantas saja kamu gak hamil-hamil." ucap Mamanya Agung menasehati.
"Iya Sayang, mulai besok kamu gak boleh diet-diet lagi ya." Agung ikut menambahi, bahkan Agung mengecup punggung tangan Clarissa yang sedari dia genggam untuk lebih meyakinkan sandiwara mereka.
__ADS_1
"Iya Ma." jawab Clarissa singkat.
Agung tampak bernafas lega, karena Clarissa mau mengikuti sandiwaranya.
"Ngomong-ngomong sudah lapar kan ya? Yuk kita makan aja. Tadi istriku tersayang ini sudah masak banyak makanan enak-enak, jadi gak sabar pengen makan." ucap Agung mengalihkan pembicaraan agar terbebas dari pembicaraan yang tidak dia sukai.
Akhirnya semua pergi ke ruang makan. Dan memang benar sebelumnya Clarissa sudah menyiapkan masakan karena Agung melarangnya untuk pesan jadi terpaksa Clarissa yang memasaknya sendiri.
Hingga malam hari para orang tua pun berpamitan pulang dengan alasan tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka. Agung pun kembali bersandiwara berpura-pura sedih karena mereka tidak bisa menginap.
"Sudah gak usah sedih, nanti kalau ada waktu pasti kita menginap. Sekarang kita gak mau mengganggu pengantin baru dulu, biar kalian punya banyak waktu berduaan." ucap Mamanya Agung sambil memeluk Agung.
"Iya deh, kami tunggu. Tapi janji ya kalian." jawab Agung.
Setelah berpamitan, akhirnya para orang tua pun benar-benar keluar dari area rumah Agung, begitu mobil mereka tidak terlihat Agung segera masuk ke dalam rumah diikuti oleh Clarissa yang ada dibelakangnya.
"Hufffttt akhirnya sandiwaranya berakhir!" seru Agung senang.
Agung sempat mencari keberadaan Clarissa karena tidak menemukan Clarissa di ruang keluarga. Akhirnya Agung melihat Clarissa di dapur, Agung pun menghampirinya.
"Gak usah tunggu aku, aku gak pulang malam ini." ucap Agung sambil menggulung lengan kemejanya hingga hampir siku.
Clarissa tidak menjawabnya bahkan dia hanya melirik saja kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya. Agung tidak peduli dia pun segera keluar dari rumah dengan membawa mobilnya. Clarissa terduduk lemas di kursi ruang makan, kemudian dia menghela nafas panjang merasa sangat lelah jika selamanya menjalani kehidupan rumah tangga seperti ini.
Bulan terus berlalu, kehidupan rumah tangga Clarissa dan Agung tidak ada romantisnya sama sekali. Bahkan perlakuan Agung kepada Clarissa semakin menjadi apalagi ketika Agung sedang mabuk.
Seperti malam ini, sudah menjadi kebiasaan Agung pergi bersenang-senang menjadi simpanan tante-tante. Sebenarnya Clarissa tidak mengetahui hal itu, yang Clarissa tahu Agung hanya bersenang-senang dengan perempuan liar yang berganti-ganti setiap harinya.
"Aku gak bisa kalau begini terus. Aku harus menyelamatkan diriku agar tidak jadi gila." gumam Clarissa.
__ADS_1
Saat ini Clarissa sedang berada dirumah sendiri. Dan Agung pergi kemana pun Clarissa tidak mengetahuinya karena memang Agung tidak berpamitan.
Dan sekarang tekad Clarissa sudah bulat, dia harus pergi menjauh dari kehidupan Agung untuk selamanya. Malam ini juga dia harus meninggalkan rumah Agung yang sudah seperti neraka baginya.
Beruntung Clarissa masih memiliki perhiasan yang bisa dia jual untuk dijadikan uang dan juga ketika Ibunya datang selalu memberinya uang selalu dia simpan karena Clarissa tidak suka hidup konsumtif maka dari itu dia bisa menyimpan uang-uangnya dengan baik. Dia berpikir mungkin suatu saat akan membutuhkan, dan benar saja seperti sekarang ini dia membutuhkannya. Karena Agung tidak pernah memberinya uang untuk keperluan pribadi Clarissa. Agung hanya memberikan uang untuk keperluan rumah tangga mereka. Dan itu tidak banyak karena Agung selalu berkata bahwa dia jarang di rumah maka harusnya tidak ada kebutuhan yang banyak.
Clarissa hanya membawa beberapa bajunya saja di tas ransel kecil dan surat-surat yang mungkin dia butuhkan suatu saat nanti. Clarissa membawa serta mas kawin yang sudah menjadi hak nya untuk dia jual dan menyambung hidupnya di pelarian nanti. Bahkan Clarissa meninggalkan ponselnya agar siapapun tidak bisa menemukannya.
Dan Clarissa segera keluar dari rumah tersebut tanpa pikir panjang, dia memanggil ojek yang biasa mangkal di perempatan kampung dekat perumahan Agung dan mereka juga yang sering mengantar Clarissa ketika pergi ke pasar.
"Mau kemana Neng malam-malam gini?" tanya tukang ojek yang sudah mengenal Clarissa.
Clarissa cukup terkenal, karena selain dia cantik dia juga ramah dan baik. Clarissa selalu tidak pernah meminta uang kembalian dari tukang ojek yang dia tumpangi dan itu sebagai uang tip mereka. Dan tentu saja hampir semua tukang ojek suka berebut jika Clarissa meminta antar pergi ke pasar.
"Ke terminal Bang, mau jenguk Ibu." jawab Clarissa berbohong.
Memang Clarissa mau pergi ke terminal tetapi tujuannya tidak menemui Ibunya, tetapi ingin melarikan diri ke kota lain.
"Kog gak diantar suaminya aja?" tanya tukang Ojek tersebut ingin tahu dan mulai melajukan motornya menuju jalan raya.
"Hm.. Masih banyak kerjaan Bang, tapi besok nyusul kog." jawab Clarissa yang kembali berbohong.
Dan akhirnya tukang Ojek pun mengantarkan Clarissa sampai di terminal. Seperti biasa Clarissa memberinya uang lebih sebagai bayarannya. Tukang Ojek tersebut tidak henti-hentinya mengatakan terima kasih kepada Clarissa.
Clarissa pun segera mencari bus yang tujuannya ke kota dimana dia kuliah dulu. Clarissa masih memiliki uang tunai yang akan dia gunakan untuk naik bis dan mencari penginapan esok harinya. Sedangkan perhiasan yang dia miliki akan dia jual nanti jika dia sudah kehabisan uang.
Sampai akhirnya tibalah Clarissa tidak sengaja bertemu dengan Kelvin di sebuah Mall bersama dengan seorang wanita cantik.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏