Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 57


__ADS_3

Sedangkan di cafe, terlihat Kelvin yang sedang merenung di ruangannya. Kelvin terus saja merenungkan ucapan Dito. Dan setelah terdiam cukup lama, Kelvin pun memutuskan bahwa sore nanti dia akan menemui Putri di rumahnya sebagai surprise Kelvin pun tidak memberi tahu Putri lebih dulu.


Seharian Kelvin bekerja dengan hati yang bahagia karena dia membayangkan akan berbaikan dengan Putri. Tetapi sebelum dia pulang tiba-tiba saja hujan turun dengan deras .


"Kog malah hujan deres gini sih." gerutu Kelvin sambil melihat ke luar dari jendela di dalam ruangannya.


Dan memang sore itu hujan turun sangat deras. Kelvin ingin mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Putri tetapi jika hal itu terjadi maka permasalahan antara dirinya dengan Putri tidak akan selesai-selesai.


Akhirnya Kelvin pun tetap akan pergi menemui Putri dirumahnya tapi dengan menggunakan taksi online tidak membawa mobil sendiri.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Kelvin segera memesan taksi online menggunakan ponselnya. Kelvin pun menunggu di dalam ruangannya. Beberapa saat kemudian seorang pegawainya memanggil Kelvin dan mengatakan bahwa taksi yang dipesannya sudah datang. Kelvin pun buru-buru mengambil tas nya tetapi ponselnya tertinggal di meja karena Kelvin mengira bahwa ponselnya sudah dia masukkan ke dalam tas.


Kelvin segera masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di tengah hujan lebat. Kemudian taksi tersebut segera menuju alamat yang sudah tercantum di pemesanan taksi. Di dalam taksi Kelvin masih belum menyadari jika ponselnya tertinggal. Tetapi ketika hampir sampai di rumah Putri, Kelvin ingin mengambil ponselnya di dalam tas. Beberapa saat mencari bahkan mengeluarkan isi tas nya tidak juga menemukan ponselnya kemudian Kelvin ingat bahwa ponselnya tertinggal di meja ruangannya.


"Wah pasti ketinggalan di atas meja tadi." batin Kelvin menyadari kebodohannya.


45 menit berlalu taksi pun sampai di alamat rumah Putri. Untung saja pembayaran taksi sudah melalui ponsel ketika Kelvin memesan tadi. Kelvin pun segera berlari menuju teras rumah Putri dan menunggu disana karena mobil Putri belum terlihat dirumahnya dan itu berarti Putri belum pulang kerja apalagi hujan deras seperti ini pasti Putri masih dijalan, pikir Kelvin.


...----------------...


Sedangkan di kantor, begitu hujan turun Putri pun berinisiatif lembur juga dengan pegawainya karena jika harus berjalan ditengah hujan juga akan membahayakan dirinya.

__ADS_1


"Ibu gak pulang?" tanya Ratna ketika melihat Putri yang belum juga bersiap padahal sudah jam pulang.


"Aku ikut lembur aja, masih hujan juga kog." jawab Putri, yang tidak merasa bahwa dia sedang ditunggu oleh seseorang di rumah.


Ratna pun hanya menganggukkan kepala kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya dengan Clarissa.


2 jam berlalu, hujan sudah semakin reda. Putri pun bersiap akan pulang karena lembur juga sudah selesai.


"Kamu pulang naik apa Cla?" tanya Putri kepada Clarissa.


Karena Clarissa tinggal di rumah kontrakannya yang dahulu sebelum Agung menemukannya dan rumah Putri dengan kontrakan Clarissa berbeda arah. Dan Clarissa pun tidak mau tinggal bareng dengan Putri karena merasa Putri sudah terlalu baik kepadanya dengan memberikan pekerjaan yang pantas sehingga Clarissa tidak mau membebani Putri dengan keberadaannya lagi.


"Saya bareng bu Ratna Bu, soalnya Bu Ratna mau ke rumah saudaranya." jawab Clarissa.


"Iya Bu." jawab keduanya serempak.


Akhirnya mereka pun berpisah di parkiran dan menuju ke rumah masing-masing.


Sesampainya di depan rumah Putri melihat seperti ada seseorang yang sedang terduduk lesu di teras rumahnya dengan pakaian yang setengah basah karena teras Putri tidak cukup menampung air hujan yang turun dengan deras. Apalagi Kelvin sudah menunggu Putri 2 jam lebih. Putri belum terlalu jelas siapa orang tersebut.


"Siapa itu? Ngapai di situ?" gumam Putri ketika mendekat dan memarkirkan mobilnya di halaman rumah.

__ADS_1


Kelvin sebenarnya menyadari bahwa Putri sudah datang tetapi untuk melihatnya dia tidak sanggup kepalanya terasa pusing dan badannya pun tiba-tiba panas karena terkena air hujan.


Putri pun turun dari mobil dan berjalan perlahan menghampiri orang tersebut sambil berjaga-jaga, Putri takut jika itu adalah orang jahat. Ketika jarak mereka sudah dekat, Putri terkejut karena orang itu adalah Kelvin yang tidak lain adalah calon suaminya.


"Kak Kelvin?!" tanya Putri tidak percaya.


Putri segera mendekat dan memegang baju serta celana Kelvin yang sudah basah apalagi badannya yang panas juga.


"Kakak kenapa disini? Ini basah semua pakaiannya, kakak juga demam." ucap Putri dengan panik.


Kelvin tidak menjawab dia hanya menatap Putri dengan senyum yang dipaksakan karena menahan rasa pusing dan dingin.


Dengan segera Putri membuka pintu rumahnya dan menuntun Kelvin untuk dibawa masuk ke dalam. Putri dengan cekatan mengganti pakaian Kelvin yang basah kuyup dengan pakaiannya yang agak besar. Karena ukuran badan keduanya pun tidak beda jauh. Putri tidak memikirkan malu meskipun dia membuka seluruh pakaian Kelvin yang terpenting untuknya saat ini adalah Kelvin tidak lagi merasa kedinginan.


Setelah itu Putri mengambil kompresan untuk mengompres badan Kelvin. Lalu membuatkan makanan dan minuman hangat untuk Kelvin minum obat nantinya. Putri melakukan itu semua dengan tulus karena rasa sayangnya kepada Kelvin. Setelah Kelvin minum obat, Putri membiarkan Kelvin beristirahat sejenak untuk mengurangi rasa demam dan pusingnya.


Kelvin pun tertidur dengan pulas setelah merasa tubuhnya baik-baik saja. Putri pun bisa bernafas dengan lega, baru setelah itu dia membersihkan dirinya sendiri setelah pulang dari bekerja seharian.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2