
Keesokan harinya kedua orang tua Agung datang ke rumah orang tua Clarissa. Begitu sampai di depan pintu lalu mengetuk pintu ternyata Clarissa yang membukakan. Kedua orang tua Agung cukup terkejut karena ternyata Clarissa ada dirumah kedua orang tuanya.
"Clarissa?" panggil Mamanya Agung kemudian dengan segera memeluk Clarissa dengan erat bahkan tanpa terasa air matanya mengalir karena memang begitu menyayangi Clarissa.
Begitupun sebaliknya Clarissa juga memeluk mertuanya dengan erat. Clarissa tidak membenci mertuanya karena memang mereka tidak bersalah.
"Kamu kemana aja nak? Kamu gak apa-apa kan?" tanya Mamanya Agung setelah melepaskan pelukannya.
Clarissa tersenyum teduh bahkan luka-luka lebam yang ada diwajahnya masih terlihat meskipun sudah tidak terlalu jelas.
"Masuk Pa, Ma." bukannya menjawab Clarissa menyuruh mertuanya untuk masuk dan duduk di ruang tamu.
Bersamaan dengan itu kedua orang tua Clarissa datang dari arah dapur dan menyapa orang tua Agung. Orang tua Clarissa pun sama, tidak membenci orang tua Agung karena memang yang menyakiti anaknya bukan mereka.
Mereka pun saling bersalaman dan berpelukan kemudian duduk bersama di ruang tamu.
"Kami atas nama anak kami minta maaf atas apa yang sudah dia lakukan kepada Clarissa." ucap Papanya Agung dengan tulus.
Karena beliau memang perlu mengatakan itu terlepas dari kedua orang tua Clarissa sudah mengetahuinya atau belum.
"Kita makan dulu aja Pak, Bu. Mari." ajak Papanya Clarissa.
Bukannya tidak menghargai mereka tetapi memang lebih baik makan terlebih dahulu sebelum mereka membahas hal penting.
Akhirnya kedua orang tua Agung pun mengikuti mereka. Saat ini mereka berada di ruang makan dan menikmati makanan yang tersedia.
1 jam berlalu, mereka selesai menikmati makanan dan kembali ke ruang keluarga.
"Begini Pak, bukannya saya mau mencampuri rumah tangga anak kami tapi mungkin ada hal yang perlu Bapak dan Ibu ketahui tentang anak kita." ucap Papanya Clarissa memulai pembicaraan.
__ADS_1
Kedua orang tua Agung pun hanya diam dan mereka sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh orang tua Clarissa karena memang mereka sudah tahu sebelumnya apa yang terjadi dengan rumah tangga anak mereka.
"Biarkan Clarissa yang menceritakannya sendiri kepada kita." lanjut Papanya Clarissa memberi kesempatan kepada Clarissa agar terbuka kepada mereka.
Akhirnya Clarissa pun menceritakan semua yang terjadi dalam rumah tangganya selama ini. Dalam diam kedua orang tua Agung membandingkan dengan apa yang mereka lihat di cctv rumah Agung. Dan semuanya yang di ceritakan Clarissa persis seperti apa yang mereka lihat tanpa ada yang dilebih-lebihkan justru malah Clarissa sedikit menutupi sikap Agung agar tidak terlihat begitu jahat di mata mereka.
"Maafkan kami, sebenarnya kami sudah tahu tentang hal itu karena diam-diam kami memasang cctv di rumah kalian Cla. Setelah kami tahu kami langsung ke rumah kalian tapi ternyata kamu sudah pergi dari rumah lalu kami menyuruh Agung cari kamu sampai ketemu tapi kami tidak tahu jika Agung justru melakukan hal itu sama kamu." sesal Papanya Agung setelah mendengar apa yang di ceritakan oleh Clarissa.
"Sekarang keputusan ada di tangan kamu Cla, kami akan hargai apapun keputusan kamu." ucap Mamanya Agung dengan mata berkaca-kaca.
Mereka pun terdiam sejenak, menunggu apapun yang akan dikatakan oleh Clarissa karena memang Clarissa lah yang menjalaninya.
"Ma, Pa Clarissa minta maaf jika keputusan Clarissa akan menyakiti kalian." ucap Clarissa merasa sedih jika mertuanya juga sedih.
"Kami tahu Cla, dan kami menghargai keputusan kamu." jawab Mamanya Agung sambil menggenggam kedua tangan Clarissa.
Akhirnya Clarissa pun menyampaikan bahwa dia ingin bercerai dengan Agung bahkan kedua orang tua Agung pun membantu untuk mempercepat proses perceraian mereka.
Bahkan semua yang ada disana ikut merasakan kesedihan mereka.
...----------------...
Beberapa hari berlalu, Agung masih saja tidak merasa bersalah. Bahkan ketika Mamanya mendiamkannya hal itu tidak membuat Agung takut justru Agung merasa bebas karena tidak ada lagi yang akan menghalanginya melakukan apapun.
"Ma, ini surat gugatan cerai dari Clarissa sudah ada." ucap Papanya Agung kepada istrinya.
Saat ini mereka sedang berada di kamar. Dan esok harinya mereka akan membuat Agung mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang sudah dilakukannya.
"Iya Pa, Mama juga sudah menyiapkan semua bukti-bukti yang akan memberatkan Agung." jawab Mamanya Agung.
__ADS_1
Keesokan harinya kedua orang tua Agung bersama dengan beberapa orang polisi sudah berada di kediaman Agung menunggu kepulangan Agung. Karena dari semalam seperti biasa Agung tidak pulang ke rumah.
Beberapa saat kemudian orang yang mereka tunggu pun datang. Agung cukup terkejut ketika masuk ke dalam rumah ternyata sudah ada kedua orang tuanya dan polisi sudah ada disana. Tetapi Agung tidak merasa jika mereka sedang menunggunya.
"Ma, Pa, ada apa ini? Kog ada polisi?" tanya Agung yang ikut duduk di ruang tamu bersama dengan mereka.
Mamanya Agung hanya diam saja tanpa mau menjawab pertanyaan dari Agung.
"Ini kamu tanda tangani surat gugatan cerai dari Clarissa." ucap Papanya Agung sambil menyerahkan berkas cerai kepada Agung.
Agung pun mengerutkan keningnya karena tidak tahu apa yang terjadi.
"Kami membawa surat penangkapan untuk saudara atas tindakan kekerasan dalam rumah tangga." ucap salah satu polisi sambil menunjukkan sebuah surat kepada Agung.
"Kekerasan apa? Mana buktinya? Jangan asal tangkap Pak!" elak Agung.
"Kami sudah memiliki cukup banyak bukti. Mari anda bisa jelaskan di kantor." tegas polisi tersebut sambil memaksa Agung dan memborgol kedua tangan Agung karena Agung terus memberontak.
"Pa, Ma apa maksudnya ini? Papa sama Mama jangan diam saja!" teriak Agung kepada kedua orang tuanya tetapi mereka hanya diam saja.
"Sudah saatnya kamu mempertanggungjawabkan perbuatan kamu." ucap Papanya Agung sambil menepuk bahu Agung.
"Silahkan bawa sekarang Pak." lanjut Papanya Agung mempersilahkan polisi tersebut membawa Agung pergi.
Agung terus saja berteriak meminta pertolongan kedua orang tuanya tetapi tidak dipedulikan bahkan Mamanya Agung langsung pergi ke kamar tidak mau melihat Agung lagi. Bukan karena tidak sayang tetapi justru apa yang mereka lakukan adalah karena mereka menyayangi Agung agar Agung sadar dan segera bertobat.
Dan segera saja polisi membawa Agung dengan menggunakan mobil polisi untuk dibawa ke kantor polisi.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏