
Saat ini Kelvin dan Putri sudah berada di tempat WO. Mereka menentukan apa saja yang diperlukan untuk pernikahan mereka. Setelah merasa cocok dan beres mereka pun keluar dari kantor tersebut dan berencana akan makan siang bersama.
Keduanya berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju restoran tempat mereka akan makan siang.
"Mau makan dimana?" tanya Kelvin sambil melajukan mobilnya perlahan dan fokus menyetir.
"Hmmm... Kemana ya?" Putri terlihat berpikir sebentar.
"Gimana kalau di Mall aja Sayang? Sekalian kita beli kado buat anaknya Kak Rani." lanjutnya.
"Boleh." jawab Kelvin, kemudian segera melajukan mobilnya menuju Mall.
"Kamu sudah fix sama gedung dan cateringnya tadi?" tanya Kelvin sambil terus mengemudi.
"Iya, aku suka sama dekorasinya, simple tapi elegan gitu." jawab Putri dengan antusias.
Melihat wajah Putri yang sumringah membuat Kelvin juga ikut tersenyum. Dia beruntung memiliki Putri, selain mandiri dia juga tidak boros. Padahal kebanyakan wanita biasanya akan memilih yang mahal untuk pernikahannya yang hanya sekali seumur hidup. Tetapi tidak dengan Putri.
"Makasih ya." ucap Kelvin sambil mengelus pucuk kepala Putri.
"Makasih buat apa?" tanya Putri bingung.
"Ya makasih aja pokoknya." jawab Kelvin.
"Iihh aneh deh.." ucap Putri sambil mengambil tangan Kelvin yang ada di atas kepalanya untuk dia genggam.
Keduanya pun terlihat sangat bahagia mendekati hari pernikahan mereka.
Beberapa saat berlalu, mereka sampai di Mall dan segera menuju restoran untuk makan siang. Mereka memilih menu makanan yang menjadi favorit mereka masing-masing.
Sambil menunggu mereka pun mengobrol membahas apa saja yang mungkin kurang untuk pernikahan mereka. Setelah makanan datang mereka pun segera menyantapnya hingga hampir habis tidak bersisa.
__ADS_1
Ketika sedang bersantai sebelum mereka pulang, tiba-tiba ada seorang wanita cantik dan seksi mendekati meja mereka. Tepatnya berada di samping Kelvin dan bahkan memeluk lengannya dengan manja.
"Honey, kenapa gak pernah calling aku lagi? Uda ada yang baru ya?" tanya nya dengan suara manja dan sambil melirik ke arah Putri yang terlihat terkejut di depannya.
Bagaimana Putri tidak terkejut tiba-tiba saja wanita tersebut memeluk Kelvin tanpa ijin bahkan di depan matanya. Apalagi wanita tersebut memakai pakaian yang serba minim. Bahkan ketika sedang memeluk Kelvin, belahan dadanya terlihat karena dia memakai dress yang cukup ketat dan minim.
Kelvin pun berusaha melepaskan tangannya, tetapi wanita tersebut terlalu kuat menahannya.
"Kamu siapa?" tanya Kelvin merasa risih, apalagi ketika melihat Putri yang hanya diam saja melihat interaksi mereka.
"Masa kamu lupa? Apa kamu cuma ingat goyanganku saja?" bisik wanita tersebut tepat di telinga Kelvin dan kebetulan sekali ucapan wanita tersebut juga di dengar oleh Putri.
Mendengar ucapan wanita tersebut membuat Putri bagai di sambar petir di siang bolong. Karena ternyata kedua orang didepannya itu pernah menjalin hubungan bahkan sangat intim, entah hubungan yang seperti apa Putri juga tidak mengetahuinya.
Kelvin yang seorang lelaki normal, mendapat sentuhan seperti itu dan bahkan lengannya sengaja menempel dengan dada wanita tersebut langsung membuat gairahnya naik. Kelvin sempat hampir ingin melanjutkan tetapi dia kemudian tersadar dan mengusir wanita tersebut. Ternyata wanita itu adalah salah satu partner ranjang one night stand nya Kelvin beberapa waktu yang lalu jauh sebelum dia mengenal Putri.
"Aku gak kenal siapa kamu! Pergi sana!" usir Kelvin dengan kasar.
"Selera kamu sungguh rendah sekarang." cibir wanita tersebut, tentu saja dengan menatap Putri bahkan tersenyum mengejek kepada Putri.
Putri tetap hanya diam saja, karena dia sendiri juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
"Kalau uda bosen sama dia, jangan lupa calling aku lagi ya Say." ucap wanita tersebut sambil mengelus perlahan dada Kelvin dengan gerakan seksi, bukan malah melarang justru Kelvin pun sampai terhanyut dan memejamkan matanya.
Setelah itu wanita tersebut pergi, hanya ada Putri dan Kelvin. Putri masih terlihat shock dan tetap diam saja. Putri cukup merasa heran dengan Kelvin, jika memang Kelvin tidak kenal dan tidak suka dengan wanita tersebut kenapa ketika wanita tersebut memegangnya justru Kelvin hanya diam saja. Hal itulah yang membuat Putri sakit hati.
"Sayang..." panggil Kelvin karena Putri hanya diam saja.
"Kamu mau jelasin apa?" tanya Putri dengan dingin.
"Aku gak perlu jelasin apa-apa ke kamu karena aku memang gak kenal sama orang itu." jawab Kelvin santai.
__ADS_1
Memang menurut Kelvin jawaban itu yang sesuai tetapi tidak dengan Putri. Karena menurut Putri, Kelvin tidak merasa bersalah sedikitpun. Dan jawaban Kelvin tersebut semakin membuat Putri sakit hati bahkan tidak habis pikir dengan Kelvin.
"Kalau gak kenal, kenapa kamu mau dipegang-pegang dan dirayu-rayu?" tanya Putri dengan emosi dan kesal.
"Kamu gak lihat aku tadi nolak? Kalau aku mau pasti uda aku bawa dia ke kamar sekarang!" jawab Kelvin merasa tidak terima.
"Ya uda bawa aja dia kalau kamu mau bawa!" tantang Putri karena dia merasa kesal dengan Kelvin yang tidak mau mengalah.
"Kog kamu malah ngomong gitu? Jadi kamu mau aku pergi sama wanita lain?" tanya Kelvin yang mengira bahwa Putri menyuruhnya mengejar wanita lain.
Putri tidak menjawab, dia hanya diam saja. Karena menurutnya akan percuma jika menjawab pertanyaan Kelvin yang ada mereka akan malah semakin bertengkar.
Tetapi tidak dengan Kelvin, kediaman Putri malah membuat Kelvin mengambil kesimpulan bahwa Putri mengiyakan pertanyaannya. Kelvin dengan segera bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Putri.
"Oke, kalau itu mau kamu. Jangan menyesal dengan ucapan kamu." ucap Kelvin sambil berdiri.
Sebelum pergi dari hadapan Putri, Kelvin mengeluarkan kartu atm dari dompetnya dan menaruh didekat Putri.
"Pin nya tanggal lahirku." ucap Kelvin dan setelah itu dia benar-benar keluar dari restoran dan pergi meninggalkan Putri yang masih saja terdiam.
Tentu saja Putri tahu tanggal lahir Kelvin, karena mereka baru saja mengurus surat-surat untuk syarat pernikahan mereka.
Meskipun sedang marah, tetapi Kelvin cukup bertanggung jawab. Karena dia memberikan Putri kartu atm untuk membayar makanan yang sudah mereka pesan. Entah itu nanti akan digunakan Putri atau tidak yang jelas Kelvin sudah memberikannya.
Melihat Kelvin yang benar-benar pergi, Putri pun menundukkan pandangannya karena matanya terasa perih dan tiba-tiba saja air mata luruh begitu saja di pipinya. Dia terdiam sebentar, pikirannya pun berkecamuk apakah benar Kelvin mengejar wanita tersebut dan akan menghabiskan malam bersama malam ini. Dan pikiran itu membuat kepala Putri tiba-tiba terasa pusing.
Setelah beberapa saat menenangkan pikirannya, Putri pun bersiap akan pergi dari restoran tersebut. Sebelum berdiri dia melihat kartu atm yang diberikan Kelvin, Putri pun berniat akan meninggalkannya tetapi Putri mengurungkan niatnya karena takut jika nanti disalahgunakan orang untuk kejahatan. Putri pun mengambilnya dan memasukkan ke dalam tas nya karena dia tidak berniat memakainya meskipun dia tahu pin nya. Karena Putri akan membayar makanan mereka dengan menggunakan uangnya sendiri.
...****************...
Begitu ya cowok, maunya menang sendiri 🤭
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏