
Malam harinya tepat jam tujuh malam, Clara sudah sampai cafe Kelvin. Dengan sombongnya dia menyuruh salah satu karyawan Kelvin untuk memanggilkan Kelvin. Clara malam ini menggunakan dress yang cukup terbuka karena memang dia berniat untuk menggoda Kelvin agar tertarik dengannya. Dan sebenarnya Clara memiliki tubuh yang cukup proporsional. Sehingga banyak kaum hawa yang mengagumi tubuh Clara.
"Buruan cepet panggil Bos kamu!" suruh Clara dan beranjak duduk di kursi yang kosong.
Beruntung malam itu cafe tidak terlalu ramai hanya ada beberapa pelanggan saja.
"Bos saya Bu? Pak Sentot?" tanya karyawan Kelvin bingung.
Karena Pak Sentot itu sudah cukup berumur dan karyawan tersebut tidak menyangka bahwa Pak Sentot kenal dengan wanita cantik. Dan Bos mereka adalah Pak Sentot karena Pak Sentot lah yang mengurusi banyak hal sebagai tangan kanan Kelvin.
"Pak Sentot?" tanya Clara balik.
"Iya Bu Bos kami itu Pak Sentot." jawab karyawan itu apa adanya.
"Kamu jangan bercanda ya sama saya!" seru Clara tidak suka.
Mendengar keributan Pak Sentot segera keluar dari arah pantry dan menuju meja yang disana ada Clara juga salah satu karyawan cafe.
"Ada apa ini?" tanya Pak Sentot kepada karyawan tersebut.
"Ini ada yang cari Bapak." jawab karyawan itu.
Clara pun menatap tajam ke arah karyawan itu karena bukan Pak Sentot yang dia maksud.
Pak Sentot pun melihat ke arah Clara dan mengenalinya. Kemudian Pak Sentot ingat bahwa Kelvin menyuruh Clara datang ke cafe untuk makan malam sebagai ganti baju Clara yang kotor karena tertumpah makanan.
"Oh Ibu Clara?" tanya Pak Sentot dengan sopan.
Clara pun menatap sinis ke arah Pak Sentot. Bukannya menjawab Clara justru menyuruh Pak Sentot untuk memanggil Kelvin.
"Cepat panggilkan Kelvin!" suruh Clara.
"Baik Bu, ditunggu sebentar." jawab Pak Sentot.
Kemudian Pak Sentot pergi dan menyuruh karyawan tersebut juga pergi dari sana. Pak Sentot menuju ke ruangan Kelvin karena sedari siang habis makan siang dengan Putri, Kelvin tidak pergi kemana-mana lagi.
"Permisi Pak." ucap Pak Sentot ketika masuk ke ruangan Kelvin.
Terlihat Kelvin yang kaget dan terbangun dari tidurnya di sofa ruangannya. Ternyata sore tadi Kelvin merasa sangat mengantuk, ingin pulang ke apartemen tetapi dia terlanjur ada janji dengan Clara sehingga dia memutuskan untuk tidur di sofa saja.
"Maaf Pak." ucap Pak Sentot merasa tidak enak hati karena mengganggu tidur Kelvin.
"Gak apa-apa Pak, ada apa?" tanya Kelvin.
"Ibu Clara sudah menunggu." jawab Pak Sentot.
__ADS_1
"Ibu Clara?" tanya Kelvin bingung.
Karena Kelvin tidak ingat jika dia ada janji makan malam dengan Clara, juga karena efek bangun tidur sehingga membuatnya lupa sesaat.
"Ibu Clara yang kemarin meminta ganti rugi makan siang dengan Pak Kelvin." jawab Pak Sentot.
Kelvin pun seketika teringat. Kemudian dia menghembuskan nafas pelan. Jika tidak mengingat nama cafenya pasti Kelvin tidak ingin turun tangan langsung menghadapi Clara seperti itu.
"Suruh tunggu sebentar Pak." ucap Kelvin.
Pak Sentot pun pamit keluar untuk menyampaikan kepada Clara bahwa Kelvin sedang bersiap-siap.
Kelvin pun dengan malas bangkit berdiri kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya agar terlihat lebih fresh. Kemudian dia membenahi pakaiannya agar terlihat lebih sopan. Meskipun Kelvin tidak menginginkannya tetapi dia harus menghargai kedatangan Clara ke cafenya.
Makan malam dengan Clara berjalan biasa saja bahkan Kelvin cenderung bersikap dingin terhadap Clara. Sedangkan Clara terlihat sekali mendekati dan mengambil hatinya Kelvin. Tetapi Kelvin tidak tertarik sedikit pun.
Akhirnya Kelvin pun beralasan ada acara sehingga secara tidak langsung mengusir Clara dan Kelvin pun segera pulang ke apartemen karena dia merasa capek.
Begitu sampai di apartemen, Kelvin segera membersihkan diri dan berniat beristirahat. Tetapi bukannya terlelap mata Kelvin justru terbuka lebar seakan sudah tidak mengantuk lagi.
Kelvin pun memutuskan untuk keluar rumah dia ingin mencari udara segar sekedar untuk berjalan-jalan saja.
"Mendingan gue keluar aja." gumam Kelvin.
Kemudian dia segera mengambil jaket, kunci mobil dan juga dompet. Setelah itu dia segera melajukan mobilnya menuju jalan raya.
Kelvin pun sebenarnya cukup cuek, dia tidak peduli dengan hal tersebut. Tetapi ketika semakin mendekat terlihat Kelvin mengenali orang tersebut. Dan Kelvin mengendarai mobilnya dengan pelan untuk memastikan apakah benar orang tersebut adalah Putri.
Dan benar saja Putri terlihat panik menghubungi seseorang yang tidak tersambung. Apalagi dia tidak tahu menahu tentang mobil. Dan hampir saja Putri menangis karena keadaan sekitar yang cukup sepi juga.
Kelvin memberhentikan mobilnya, dia berniat menolong Putri karena dia kenal dengan Putri sehingga untuk cuek Kelvin tidak akan bisa.
Kelvin keluar dari mobil dan berjalan menghampiri Putri, karena dia memarkir mobilnya cukup jauh dari mobil Putri yang mogok. Tetapi Putri tidak mengetahui kedatangan Kelvin.
"Kenapa mobilnya?" tanya Kelvin tiba-tiba.
Tentu saja Putri terperanjat kaget karena suara Kelvin tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa wajahnya merasa ketakutan.
"Pak Kelvin?" bukannya menjawab Putri justru bertanya karena saking paniknya.
"Kenapa mobilnya?" tanya Kelvin lagi karena tidak ada jawaban dari Putri.
"Oh, ini Pak mogok. Saya hubungi bengkel langganan saya gak bisa terus dari tadi dan saya gak ngerti masalah mobil." jawab Putri panjang lebar dan berusaha terus menghubungi bengkelnya.
Kelvin pun terdiam sebentar, karena sebenarnya dia juga tidak cukup mengerti tentang mobil.
__ADS_1
"Biar aku hubungi bengkel ku aja." ucap Kelvin kemudian.
Kelvin segera merogoh ponsel di saku celananya dan menghubungi kontak bengkelnya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk terhubung Kelvin segera memberitahukan masalahnya kemudian dia menshare loc tempat dimana mereka berada.
"Maaf Pak, gak merepotkan?" tanya Putri merasa sungkan.
"Kan nanti tetap kamu yang bayar bukan aku, jadi gak ngrepotin aku lah." jawab Kelvin cuek.
Putri pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Karena merasa malu, padahal maksud Putri bukan merepotkan tentang itu.
"Iya aku ngerti maksud kamu. Kalau ngrepotin gak mungkin aku turun buat bantu kamu." lanjut Kelvin kemudian karena seakan tahu dengan pemikiran Putri.
Putri hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.
"Terima kasih banyak Pak." ucap Putri.
"Heemm.." jawab Kelvin.
Keduanya pun terdiam sesaat, bahkan hanya suara binatang malam yang terdengar. Karena keduanya sedang menunggu montir yang akan segera datang.
Beberapa saat kemudian terlihat sebuah mobil dan berhenti di dekat mereka. Setelah Kelvin berbicara sebentar, mobil Putri pun diangkut dan akan diservis di bengkel langganan Kelvin.
"Ya uda ayo." ajak Kelvin.
Kelvin berniat mengantar pulang Putri karena tidak mungkin membiarkan Putri disana sendirian.
"Kemana Pak?" tanya Putri, karena ajakan Kelvin tidak cukup jelas baginya.
"Kamu mau disini sampai besok?" tanya Kelvin kesal, karena merasa Putri tidak peka dengan ajakannya.
"Maksud saya, biar saya naik taksi online saja Pak." jawab Putri.
"Yakin mau disini sendirian? Gak takut sepi kayak gini?" tanya Kelvin sengaja menakut-nakuti Putri.
Putri pun menatap kesekelilingnya dan benar saja keadaan disana cukup sepi. Tiba-tiba saja Putri merinding karena merasa takut.
Putri pun menatap ke arah Kelvin. Kelvin hanya menggendikkan kedua bahunya. Kemudian berjalan menuju mobilnya. Putri pun akhirnya mengikuti Kelvin. Putri masuk ke dalam mobil ketika Kelvin sudah masuk dan duduk dikemudi. Terlihat Kelvin tersenyum samar karena merasa gemas dengan Putri.
Kelvin tahu bahwa sebenarnya Putri takut dan Kelvin berhasil menakut-nakuti Putri.
...****************...
Cieee Kelvin modus yaa 🤭
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏