
"Ya uda kita pulang sekarang, uda tengah malam ni." ucap Kelvin sambil berdiri dan melihat jam di pergelangan tangannya.
Sedangkan Putri masih duduk ditempatnya tanpa bergerak sedikitpun.
"Tapi aku masih mau disini Kak. Nanti kalau dirumah aku kesepian lagi." jawab Putri dengan cemberut.
Kelvin pun mengerti kesedihan Putri tetapi dia juga tidak mungkin akan terus berduaan seperti ini. Karena jiwa kelelakian Kelvin akan meronta-ronta apalagi dalam situasi dingin seperti itu jelas saja ingin sebuah kehangatan.
"Nanti kapan-kapan kita kesini lagi lebih awal jadi bisa lebih lama." ajak Kelvin seraya menarik pelan tangan Putri agar bangkit berdiri.
Dengan terpaksa Putri pun berdiri dengan ditarik oleh Kelvin. Tetapi tiba-tiba saja ketika sudah berdiri kaki Putri terkilir sehingga dia tanpa sengaja hampir jatuh untung saja Kelvin dengan sigap menangkapnya. Sehingga Putri jatuh dipelukan Kelvin dengan kedua bibir mereka yang menempel.
Keduanya pun saling terdiam dan menatap satu sama lain dengan bibir yang masih menempel. Karena merasa tidak ada penolakan dari Putri, Kelvin kemudian ******* bibir Putri dengan lembut. Sehingga membuat Putri reflek memejamkan kedua matanya seakan menikmati ciuman dari Kelvin.
Dan Kelvin bisa merasakan bahwa itu adalah ciuman pertama Putri, karena Putri yang masih kaku dan tidak bisa membalas ciuman dari Kelvin.
"Maa..maaf Kak." ucap Putri sambil menjauhkan tubuhnya sehingga ciuman mereka pun terlepas.
Kelvin pun juga merasa tidak enak hati, karena tanpa ijin dia sudah mencium Putri. Meskipun pada kenyataannya Putri memang menikmatinya juga.
"Ayo." ajak Kelvin sambil berjalan menuju ke parkiran dimana mobilnya berada.
Putri pun mengikutinya dari belakang. Dan suasana canggung kembali menguasai keduanya.
Hingga berada didalam mobil keduanya masih terdiam tidak ada yang berniat untuk membuka percakapan.
Beberapa saat kemudian sampailah mobil Kelvin di depan pagar rumah Putri. Dan terlihat rumah tersebut yang sepi dan hanya lampu teras saja yang menyala karena memang penghuninya sedang tidak ada didalam rumah.
Keduanya masih terdiam dengan pikiran masing-masing.
"Terima kasih Kak." ucap Putri yang akan membuka pintu mobil.
Tetapi segera ditahan oleh Kelvin dengan menggenggam tangan kanan Putri yang berada di sebelah kiri Kelvin.
"Maaf kejadian tadi, aku uda lancang." ucap Kelvin tulus.
Putri menatap ke arah Kelvin dan menatap tangannya yang digenggam oleh Kelvin.
__ADS_1
Putri kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kelvin pun bisa bernafas lega karena Putri tidak merasa dilecehkan olehnya.
"Ya uda langsung istirahat ya." ucap Kelvin sambil mengusak pelan rambut Putri.
"Tapi Kakak janji ya kapan-kapan kita kesana lagi?" tanya Putri.
"Iya." jawab Kelvin dengan lembut, seperti seorang ayah yang berjanji menuruti keinginan anaknya.
Akhirnya Putri pun turun dari mobil Kelvin dan Kelvin segera melajukan mobilnya pulang ke apartemen setelah memastikan Putri masuk ke dalam rumah.
Entah kenapa malam ini Kelvin tidak ingin pergi mencari kesenangannya. Karena Kelvin hanya ingin pulang ke apartemen dan beristirahat. Karena kebersamaannya dengan Putri seakan menjadi moodbooster tersendiri untuknya.
Begitu pun Putri, setelah membersihkan diri dia segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Tetapi bukannya rasa kantuk yang datang, dia justru tidak bisa tertidur karena selalu tersenyum ketika mengingat kebersamaannya dengan Kelvin baru saja. Meskipun hanya beberapa jam tetapi cukup membuat Putri menikmatinya.
Hari terus berlalu, Kelvin dan Putri menjadi semakin dekat. Mereka jadi sering berhubungan satu sama lain. Mereka sudah seperti orang berpacaran yang saling memberi kabar ketika salah satu berada di tempat berbeda. Tetapi mereka tidak ada komitmen secara langsung untuk berpacaran, hanya saja keduanya seakan sudah tahu perasaan masing-masing sehingga menjadi dekat tanpa adanya sebuah kata jadian.
Bahkan saat ini mereka janji makan siang bersama dan bertemu di sebuah Mall karena saat ini Putri sedang bertemu dengan klien di Mall tersebut. Sehingga Kelvin menyusul Putri. Mereka berjanji bertemu di sebuah cafe yang ada di dalam Mall tersebut.
Ketika Kelvin baru saja datang, Putri dan Ratna sudah hampir selesai dengan klien nya sehingga Kelvin menunggu juga di sana dan memilih tempat duduk yang kosong sambil memesan minuman terlebih dahulu.
Kelvin sedang melihat-lihat ponselnya ketika Putri dan Ratna menghampirinya.
Kelvin pun menoleh dan tersenyum. Begitupun dengan Ratna dia juga menyapa Kelvin. Tetapi Ratna masih tetap berdiri di depan Putri dan Kelvin karena tidak berniat untuk duduk juga disana.
"Selamat siang Pak Kelvin." sapa Ratna dengan sopan dan tersenyum senang karena melihat Putri yang bahagia ketika bersama dengan Kelvin.
"Siang." jawab Kelvin dengan datar.
"Baiklah Bu, saya duluan saja. Saya masih banyak kerjaan." ucap Ratna yang akan pamit.
"Lhoh Rat, kita makan siang dulu aja." jawab Putri karena melihat Ratna yang akan meninggalkan mereka.
"Saya makan dikantin saja Bu." ucap Ratna.
"Maaf mobilnya saya bawa Bu, karena takut lama kalau nunggu taksi online." lanjut Ratna kepada Putri.
"Lhoh trus nanti aku gimana?" tanya Putri.
__ADS_1
"Pak Kelvin minta tolong nanti bisa antar Bu Putri pulang kerumah langsung saja. Karena pekerjaan beliau sudah saya handle." ucap Ratna kepada Kelvin tanpa menghiraukan pertanyaan Putri.
Bukannya Ratna bermaksud kurang ajar tetapi dia memang sengaja melakukan itu agar hubungan Putri dengan Kelvin semakin dekat.
"Rat..." tegur Putri kepada Ratna, karena merasa tidak enak hati dengan Kelvin.
Putri takut jika Kelvin berpikir Putri memanfaatkan Kelvin untuk mengantarnya pulang.
"Iya, kamu tenang aja. Putri aman bersama saya." jawab Kelvin kepada Ratna, seakan tidak menghiraukan Putri juga.
Putri hanya menatap heran keduanya.
Ratna pun tersenyum kemudian mengangguk sopan kepada Kelvin lalu berpamitan pada keduanya dan segera memberi waktu kepada Kelvin dan Putri agar bisa berduaan lebih lama.
Setelah kepergian Ratna keduanya saling terdiam, Kelvin kembali fokus dengan ponselnya karena ada sedikit urusan yang harus dia selesaikan.
"Ekheeemmm..." tegur Putri dengan berdehem.
Karena merasa diacuhkan oleh Kelvin yang hanya sibuk dengan ponselnya.
Kelvin melirik Putri yang sudah cemberut kemudian dia segera merangkul bahu Putri dan tersenyum.
"Bentar ya Sayang, ada kerjaan dikit." ucap Kelvin masih fokus dengan ponselnya sambil masih merangkul bahu Putri.
Mendengar panggilan untuknya membuat Putri terdiam sesaat. Dia menajamkan pendengarannya apakah benar tadi Kelvin memanggilnya sayang.
Dan entah sengaja atau tidak Kelvin memanggil seperti itu, tentu saja membuat Putri terbawa perasaan. Dia merasakan merona di pipinya karena merasa tersanjung dengan apa yang Kelvin lakukan untuknya.
"Oke, kamu mau makan apa?" tanya Kelvin yang sudah selesai dengan ponselnya dan memasukkan ke dalam saku celana serta melepaskan rangkulan di bahu Putri.
"Hmmm??" tanya Putri yang justru kehilangan fokus.
"Mau makan apa?" ulang Kelvin lagi.
Akhirnya keduanya pun menentukan pilihan makanan mereka dan memesannya. Mereka makan siang dengan diselingi obrolan ringan.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏