
Keduanya selesai makan siang dan akan kembali pulang. Mereka berjalan menyusuri toko-toko yang ada di dalam Mall tersebut. Sesekali Putri berhenti untuk melihat baju yang menurutnya bagus, Kelvin pun mengikuti kemana dia pergi.
"Gak dibeli?" tanya Kelvin ketika mereka beberapa kali keluar lagi dari toko untuk kesekian kalinya karena Putri hanya melihat-lihatnya saja.
"Gak Kak, gak ada planning buat beli baju baru." jawab Putri.
Kelvin pun menatap heran ke arah Putri karena mendengar jawaban Putri.
"Iya, bulan ini gak ada jadwal beli baju baru." ucap Putri ketika melihat Kelvin bingung dengan jawabannya.
"Emang beli baju harus ada jadwalnya?" tanya Kelvin sambil berjalan beriringan dengan Putri.
"Kalau buat aku ada Kak, jadi bisa buat kita ngatur keuangan. Gak bisa sesukanya beli ini itu gitu aja." jawab Putri.
Kelvin menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Memang Putri adalah wanita yang cukup bisa mempertimbangkan semuanya dengan baik, pikirnya. Dan tentu saja Putri salah satu wanita yang berbeda dari wanita-wanita yang suka hidup konsumtif.
Mereka pun berjalan menuju basement dengan mengobrol dan sesekali dengan tawa.
Tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Clarissa yang juga berada di Mall tersebut. Kelvin dan Clarissa sempat saling menatap satu sama lain. Tetapi Clarissa segera mengalihkan pandangannya dan berjalan cepat untuk menghindari Kelvin.
Kelvin merasa tidak yakin jika itu adalah Clarissa, karena menurut Kelvin, Clarissa yang sekarang menjadi semakin kurus dan terlihat tidak terurus. Kelvin melihat ke sekelilingnya untuk mencari keberadaan orang yang mirip dengan Clarissa, tetapi tidak menemukannya. Sehingga membuat Putri pun penasaran apa yang terjadi dengan Kelvin.
"Kenapa Kak? Nyariin siapa?" tanya Putri yang juga ikut melihat ke sekeliling.
"Kayak liat orang yang aku kenal tadi." jawab Kelvin tanpa menatap Putri dan masih fokus mencari keberadaan Clarissa.
"Ow ya? Teman lama ya?" tanya Putri yang berniat ikut membantu mencari.
"Udah lah, mungkin salah lihat." jawab Kelvin sambil menggandeng tangan Putri dan kembali berjalan menuju basement.
Sedangkan Clarissa keluar dari persembunyiannya, dan dia bisa dengan jelas sekali melihat bahwa Kelvin menggandeng tangan seorang wanita cantik yang dari penampilannya dia adalah seorang wanita karir.
"Sekarang kamu sudah bahagia Kak. Maafkan aku yang sudah membuatmu kecewa. Semoga Kakak bisa bahagia selamanya dengan wanita pilihan Kakak. Aku bisa melihat dia orang yang baik dan sayang sama Kakak." gumam Clarissa.
__ADS_1
Dibalik persembunyiannya Clarissa terus menatap ke arah Kelvin dan Putri yang masih setia bergandengan tangan. Hingga keduanya menghilang dari pandangan mata Putri.
Ya, saat itu Clarissa sedang melarikan diri dari suaminya yang sangat temperamental dan otoriter. Hidup Clarissa penuh dengan tekanan, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dan saat ini ketika ada kesempatan untuk keluar rumah Clarissa menggunakannya dengan pergi ke Mall meskipun dia tidak akan berbelanja seperti kebanyakan orang pada umumnya.
Siapa sangka di Mall dia justru bertemu dengan Kelvin yang sudah membawa pasangannya. Tentu saja Clarissa sangat menyesal sudah berpisah dan meninggalkan Kelvin waktu itu, karena tidak ada yang seperti Kelvin yang begitu tulus mencintainya apa adanya.
Hanya karena menuruti hawa nafsunya, Clarissa menjadi tergoda dan membuatnya jatuh karena kesalahannya sendiri.
Flashback on.
Setelah kepergian Kelvin dan Frans dari kost nya, Clarissa hanya bisa menangis merenungi kebodohannya. Dia kehilangan dua orang sekaligus tanpa dia sadari. Karena tidak mungkin Kelvin akan mau kembali kepadanya setelah apa yang dia lakukan kepada Kelvin. Sedangkan Frans pun tidak akan mungkin melanjutkan hubungan ini karena memang keduanya sebatas suka sama suka saja.
Sepanjang hari Clarissa hanya bisa menangis tanpa keluar dari kost. Karena terlalu capek menangis dia sampai tertidur hingga tengah malam.
Begitu membuka mata dia merasakan pusing dikepalanya karena menangis seharian. Clarissa mengambil ponselnya di atas nakas berniat menghubungi Kelvin tetapi kemudian dia teringat bahwa hubungan mereka sudah putus karena ulahnya sendiri.
Mau tidak mau Clarissa tetap harus bangkit dia akan tetap menjalani hidupnya.
"Siapa sih ganggu aja." gumam Clarissa.
Tetapi dia tetap bangun dengan malas untuk membukakan pintu. Ketika pintu sudah dibuka, Clarissa cukup kaget ternyata kedua orang tuanya lah yang datang.
"Ayah, Ibu." panggil Clarissa dengan terkejut.
Bagaimana tidak, kedua orang tuanya tidak mengabarinya lebih dulu jika akan datang menemuinya.
"Kamu kog masih tidur? Gak kuliah?" tanya Ibunya Clarissa.
Mereka pun segera masuk ke dalam kamar.
"Uda mulai libur Bu, uda gak ada kegiatan di kampus." jawab Clarissa sambil berjalan ke arah dispenser untuk mengambil air minum di gelas kemudian meminumnya hingga hampir habis.
"Bagus kalau begitu Yah!" seru Ibunya Clarissa kepada suaminya.
__ADS_1
"Hmmm..." jawab Ayah Clarissa.
"Bagus apanya Bu?" tanya Clarissa bingung dengan reaksi kedua orang tuanya.
"Kamu cepat mandi nanti siangan pulang ke rumah sama Ayah dan Ibu." jawab Ibunya Clarissa.
Jawaban Ibunya tidak membuatnya semakin paham justru malah membuatnya semakin bingung.
"Maksud Ibu apa sih?" tanya Clarissa dengan kesal karena tidak juga terjawab pertanyaannya, karena perasaan Clarissa tidak enak. Dia merasa akan terjadi sesuatu dengannya.
"Ibu mau jodohin kamu sama seseorang, Ibu sama Ayah sudah buat janji besok kita ketemu langsung membahas pernikahan kalian." jawab Ibunya Clarissa dengan santai, tanpa bertanya lebih dulu kepada Clarissa ataupun memikirkan bagaimana perasaan Clarissa.
Degg...
Dan benar saja, apa yang baru saja Clarissa rasakan. Baru kemarin dia ditinggalkan begitu saja oleh laki-laki tetapi hari ini orang tuanya datang memberi kabar bahwa dia akan dijodohkan dan akan segera menikah. Sungguh, Clarissa merasa hidupnya seperti ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga.
"Bu, gak bisa gitu donk! Ibu sama Ayah kenapa gak tanya Clarissa dulu mau gak. Lagian Clarissa kan masih kuliah." tegur Clarissa.
"Ini sudah keputusan Ayah sama Ibu! Kamu harus nurut karena Ayah sama Ibu gak kasih kamu pilihan." tegas Ibunya Clarissa.
Karena kedua orang tua Clarissa tidak tahu jika sebenarnya Clarissa sudah memiliki pacar. Apalagi yang bahkan sudah berencana dengan Kelvin akan menikah karena keperawanannya sudah diambil oleh Kelvin.
Akhirnya dengan berat hati Clarissa menurut, dia segera pergi ke kamar mandi tanpa berbicara apa-apa lagi. Di dalam kamar mandi Clarissa menangis tertahan, dia benar-benar merasa kenapa hidupnya jadi seperti ini.
Siang harinya, sesuai apa yang dikatakan oleh Ibunya, mereka bertiga berangkat menuju rumah kedua orang tua Clarissa. Sepanjang perjalanan Clarissa hanya diam saja, mau menghubungi Kelvin tetapi mereka sudah tidak memiliki hubungan apapun. Apalagi menghubungi Frans. Akhirnya hanya diam yang bisa Clarissa lakukan.
Begitu sampai di rumah, kedua orang tuanya segera menyuruh Clarissa untuk bersiap-siap berdandan cantik karena mereka akan menyambut calon suami Clarissa yang bahkan Clarissa sendiri belum tahu bagaimana orangnya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1