
"Silahkan, bisa anda jelaskan tentang ini?" tanya Kelvin sambil meletakkan semua bukti-bukti yang diberikan Pak Sentot kepada Putri dan asistennya yang bernama Ratna.
"Baik Pak, akan kami cek sebentar." jawab Putri sambil menerima berkas yang diberikan Kelvin.
Putri dan Ratna terlihat begitu serius mengecek semua bukti-bukti yang diserahkan Kelvin. Dan tidak ada yang salah dengan semua bukti-bukti tersebut. Tetapi tiba-tiba Putri mengerutkan keningnya ketika melihat bukti pengiriman.
"Rat, ini bukan tanda tangan saya." ucap Putri kepada Ratna yang saat itu juga sedang mengamati hal yang sama dengan Putri.
Ratna pun menoleh ikut mengecek apa yang diberikan Putri kepadanya. Dan benar saja memang tanda tangan itu berbeda dengan tanda tangan Putri. Ratna jelas tahu karena dia yang bekerja hampir setiap hari dengan Putri.
"Trus tanda tangan siapa kalau bukan pemiliknya sendiri." gumam Kelvin yang melihat interaksi kedua orang di depannya.
Tetapi perkataan Kelvin cukup bisa didengar oleh mereka. Sehingga Putri sempat menatap ke arah Kelvin begitu juga dengan Kelvin yang menatapnya. Tetapi keduanya segera saling mengalihkan pandangan.
"Ow iya bener Bu, ini juga bukan tulisan saya yang mengijinkan barang ini keluar untuk cafe Happy." jawab Ratna setelah meneliti dengan seksama.
Seketika Putri dan Ratna saling pandang. Dan pandangan mereka seakan mengisyaratkan arti.
"Brarti ada yang menyabotase Bu!" seru Ratna setelah memahami masalah tersebut.
"Betul!" jawab Putri.
"Menyabotase? Bagaimana bisa? Setledor itu kalian bekerja?" tanya Kelvin sedikit merendahkan cara kerja Putri dan Ratna.
"Maaf Pak, kami akan menelusuri lebih lanjut lagi dan segera mencari pelaku yang sudah melakukan ini semua." ucap Putri menemukan solusinya.
"Trus saya harus menunggu berapa lama? Cafe saya juga harus butuh bahan makanan setiap hari." tanya Kelvin meminta pertanggungjawaban dari Putri.
"Kami akan tetap bertanggung jawab dengan mengirim bahan makanan setiap harinya dengan kualitas yang sesuai dengan perjanjian kita Pak. Tetapi yang akan menangani langsung adalah Ratna." jawab Putri menjelaskan dan menujuk Ratna yang akan menanganinya.
"Bagaimana saya akan mempercayainya? Karena jujur saja kepercayaan saya terhadap usaha anda sudah sedikit luntur." ucap Kelvin.
Putri pun tersenyum sejenak mendengar perkataan dari Kelvin.
__ADS_1
"Senyumnya kenapa bisa manis seperti itu." batin Kelvin.
Tetapi sedetik kemudian dia menggelengkan kepala mengusir pikiran itu.
"Itu wajar Pak, kalau kepercayaan anda luntur. Tetapi saya akan pastikan Ratna sendiri yang akan mengantar ke tempat ini bersama sopir kami." jawab Putri meyakinkan.
Kelvin pun menganggukkan kepalanya mengerti dengan maksud Putri.
"Oke, akan saya tunggu niat baik anda. Tetapi jika anda melakukan kebohongan seperti ini saya tidak akan tinggal diam." ucap Kelvin sedikit mengancam.
"Saya yang akan bertanggung jawab jika kami melakukan kesalahan sekali lagi Pak." jawab Putri dengan berani, karena dia yakin bahwa dia tidak pernah melakukan kesalahan.
"Baiklah. Pak Sentot tolong setiap mereka mengirim bahan Pak Sentot sendiri yang mengecek secara langsung dan pastikan hubungannya dengan Bu Ratna jangan yang lain. Jika diluar Bu Ratna jangan diterima!" ucap Kelvin tegas kepada Pak Sentot.
"Baik Pak." jawab Pak Sentot mengerti.
Akhirnya pertemuan mereka siang itu pun berakhir, Putri dan Ratna berpamitan untuk kembali ke kantor sedangkan Kelvin memilih segera pergi ke ruangannya setelah berpamitan kepada Putri dan Ratna. Dan Pak Sentot sebelumnya menawarkan makan siang kepada Putri dan Ratna tetapi ditolak dengan halus oleh Putri dan Ratna dengan alasan mereka banyak pekerjaan.
...----------------...
"Apa pemikiran Ibu sama dengan saya siapa yang menyabotasenya?" tanya Ratna sambil sesekali melihat ke arah Putri yang berada disampingnya dengan dia yang fokus menyetir.
Putri pun menoleh ke arah Ratna sambil terlihat mengerutkan keningnya.
"Budi?" tanya Putri yang belum yakin sepenuhnya.
"Ya bener Bu, saya juga mikir Budi yang melakukannya." jawab Ratna yakin.
Putri terlihat berpikir dan benar saja jika dipikirkan dengan baik memang Budi lah yang tega melakukannya.
"Tapi kog bisa ya Rat, Budi tega melakukan ini sama saya? Kan tahu saya masih berusaha merintis usaha ini." ucap Putri dengan sedih, dan terlihat dia yang melamun.
"Namanya juga lagi kepepet Bu. Apa saja bisa dilakukan dan dibuat seakan halal." jawab Ratna sesuai realita yang ada.
__ADS_1
"Iya sih Rat." Putri pun menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya.
Ratna melihat ke arah Putri pun merasa kasihan. Ratna jelas tahu bagaimana jalan hidup Putri karena Ratna sudah bekerja di perusahaan tersebut sejak lama sejak usaha tersebut dipegang oleh orang tua Putri. Dan tepatnya setahun yang lalu kedua orang tua Putri meninggal bersama dalam kecelakaan. Putri pun sebagai anak tunggal terpaksa meneruskan usaha kedua orang tuanya padahal sebenarnya dia mau menutup usaha tersebut. Tetapi dia melihat orang-orang yang sudah bekerja dengan orang tuanya yang begitu setia pun tidak tega jika mereka harus kehilangan pekerjaan. Sehingga Putri pun memutuskan untuk tetap meneruskan usaha kedua orang tuanya.
Putri yang masih usia belia saat itu terpaksa harus menjadi dewasa untuk bisa meneruskan usaha tersebut. Bersyukur dia dikelilingi orang-orang baik dan setia seperti Ratna yang selalu membantunya jika dia mengalami kesulitan.
Tetapi saat ini, dia harus belajar menghadapi masalah ini dengan adanya salah satu karyawannya yang berbuat curang. Padahal Putri selalu membuat semua karyawannya nyaman bekerja dengannya. Putri tidak pernah telat membayarkan upah mereka bahkan bonus pun sering Putri berikan sebagai penghargaan atas usaha keras mereka selama ini meskipun tidak seberapa tetapi semua itu membuat mereka lebih semangat untuk bekerja.
"Kita mampir makan siang dulu Rat." ucap Putri setelah dia memejamkan matanya sejenak.
"Baik Bu." jawab Ratna.
Ratna segera melajukan kendaraannya menuju tempat makan siang yang sudah menjadi langganan mereka ketika mereka berada di luar kantor.
...----------------...
Di dalam ruangan, Kelvin duduk bersandar di kursinya dia pun memejamkan mata karena merasa lelah. Tetapi ketika baru saja memejamkan mata tiba-tiba saja bayangan Putri seakan ada di matanya bahkan senyum Putri yang begitu manis selalu terbayang di pikiran Kelvin.
Kelvin pun segera membuka matanya kemudian mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kenapa bayangannya selalu muncul." gumam Kelvin.
Kelvin pun segera bangkit berdiri kemudian mengambil kunci mobilnya dan bersiap keluar dari ruangan.
"Kalau gini terus bisa gila gue. Mending gue cabut ke kantor Dito aja." gumam Kelvin.
Kemudian dia berpamitan pulang kepada beberapa karyawan yang dia temui.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1