Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 15


__ADS_3

Begitu sampai di kantor, Putri dan Ratna segera menuju ke ruangan mereka akan membahas lebih dalam tentang penyabotasean yang dilakukan oleh karyawannya sendiri. Setelah memastikan bahwa benar Budi lah yang menyabotase, Putri pun menyuruh memanggil sopir yang biasa mengantarkan bahan bersama Budi.


"Permisi Bu." ucap Pak David mengetuk pintu ruangan Putri.


"Ya silahkan masuk." jawab Putri.


Pak David segera masuk dan duduk setelah dipersilahkan oleh Putri. Jujur saja Pak David merasa bingung ketika berada di ruangan tersebut. Karena tidak biasanya Bos nya terlihat serius seperti sekarang ini. Pak David merasa takut jika dirinya telah berbuat salah apalagi sampai di pecat karena Pak David sangat bergantung dengan pekerjaan ini untuk menghidupi keluarganya. Apalagi Pak David menilai Putri adalah Bos yang baik hati tidak pernah merendahkan karyawannya.


"Maaf Bu, ada apa ya?" tanya Pak David dengan sopan.


Putri menatap ke arah Ratna yang saat itu juga sedang menatapnya. Kemudian terlihat Ratna menganggukkan kepalanya seakan memberi kode kepada Putri untuk berbicara.


Putri menghela nafas pelan sebelum dia akan mengatakan sesuatu.


"Pak David saya mau tanya sesuatu, tapi tolong jawab dengan jujur dan jangan takut pada siapa pun termasuk saya." ucap Putri.


Mendengar perkataan Putri semakin membuat Pak David ketakutan. Karena dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Dia bekerja sudah sesuai perintah yang diberikan.


"Iya Bu saya akan jujur apa adanya." jawab Pak David.


"Apa benar Pak David yang mengantar bahan makanan di Happy Cafe?" tanya Putri.


Terlihat Pak David yang mengerutkan kening dan mengingatnya. Tetapi sedetik kemudian dia teringat akan hal itu.


"Iya benar Bu, saya sama Budi yang mengantar bahan makanan ke sana." jawab Pak David.


"Apa ada masalah setiap Pak David mengantar kesana?" tanya Putri lagi.

__ADS_1


"Seingat saya tidak Bu, karena setelah saya membantu menurunkan bahan saya menunggu di parkiran sedangkan Budi yang mengurus ke dalam. Setelah itu Budi juga tidak pernah mengeluhkan apa-apa, jadi saya pikir memang tidak pernah ada masalah." jawab Pak David panjang lebar.


Putri dan Ratna terlihat menganggukkan kepala mengerti dengan semua yang diceritakan oleh Pak David. Putri dan Ratna pun bisa mengambil kesimpulan bahwa Pak David memang tidak bersalah dalam hal ini karena dia tidak tahu menahu akan sesuatu.


"Maaf ada apa ya Bu?" tanya Pak David bingung dan takut sambil menatap ke arah Ratna dan Putri.


"Begini Pak David, Budi sudah melakukan kesalahan fatal. Dia sengaja mengirim bahan makanan dengan kualitas jelek yang seharusnya bukan untuk Happy Cafe tetapi sengaja Budi kirim kesana supaya mendapat keuntungan lebih untuk dirinya sendiri." terang Putri.


"Dan ternyata yang menjadi sopir adalah Pak David. Saya sama Bu Ratna baru saja dipanggil ke Happy Cafe pemiliknya mengajukan complain kepada kita karena dikirim bahan makanan yang jelek. Padahal dari data yang masuk di laporan Bu Ratna mengatakan bahwa bahan makanan yang dikirim dengan kualitas bagus tetapi kenyataannya yang sampai kesana adalah kualitas jelek." jelas Putri panjang lebar.


Seketika Pak David pun terkejut karena dia terseret masalah itu padahal dia tidak tahu apa-apa karena tugasnya hanya mengirim saja. Tentang kualitas bahannya Pak David tidak tahu menahu.


"Sa..saya tidak tahu apa-apa Bu." ucap Pak David panik dan takut.


"Apa Bapak yakin?" tanya Ratna memastikan.


"Saya berani bersumpah Bu, saya tidak tahu apa-apa saya cuma menyopir saja." jawab Pak David dengan takut sambil menatap Putri dan Ratna bergantian.


"Saya berani menanggung resiko apapun Bu, jika dinyatakan salah bahkan saya rela dikeluarkan secara tidak hormat dari tempat ini." tegas Pak David.


"Tetapi jika saya tidak melakukan kesalahan apapun maka jangan keluarkan saya karena hanya pekerjaan ini yang saya punya untuk menghidupi keluarga saya." lanjut Pak David memohon.


"Baiklah, Pak David boleh keluar sekarang. Tapi jangan katakan apapun kepada siapapun kenapa Bapak kami panggil ke sini." ucap Putri memperingati.


"Iya Bu saya mengerti." jawab Pak David.


"Saya pamit keluar Bu. Permisi." lanjutnya sambil bangkit berdiri dan menundukkan kepala melihat ke arah Ratna dan Putri bergantian.

__ADS_1


Setelah Pak David keluar dari ruangan, Ratna dan Putri pun menghela nafas panjang.


"Masa iya Budi melakukannya sendiri Rat?" tanya Putri yang masih belum percaya.


"Bisa jadi iya Bu, karena Budi kan cukup lama juga kerja disini jadi mungkin dia bisa tahu seluk beluk perusahaan ini." jelas Ratna.


Putri pun menganggukkan kepala membenarkan ucapan Ratna.


Sedangkan di tempat lain, Budi berpapasan dengan Pak David. Budi belum merasa bahwa kejahatannya sudah tercium oleh atasannya. Sehingga Budi merasa tenang-tenang saja bahkan dia berpikir bahwa kejahatannya tidak mungkin ketahuan.


"Dari mana Pak?" tanya Budi menyapa Pak David.


Jujur saja ketika melihat Budi sebenarnya Pak David merasa marah, karena merasa dibodohi olehnya. Tetapi Pak David menahan diri karena ingat perintah Putri dan Ratna.


"Dari ruangan Bos." jawab Pak David singkat dan datar.


"Ngapain Pak kesana?" tanya Budi.


"Naik gaji." jawab Pak David asal, kemudian dia segera meninggalkan Budi dengan segala pemikirannya sendiri.


"Wah naik gaji? Kalau Pak David yang sopir aja naik gaji pasti sebentar lagi aku naik gaji juga nih." gumam Budi dengan senang.


Kemudian Budi segera kembali ke bagiannya untuk melanjutkan pekerjaan. Ternyata keseharian Budi adalah dia suka berjudi dan sering kalah sehingga dia mempunyai banyak hutang kepada teman-temannya. Budi sudah banyak kas bon gaji kepada Putri sehingga setiap menerima gaji dia hanya menerima setengahnya saja sedangkan untuk membayar hutang-hutangnya dia masih kurang.


Ketika dia melihat ada kesempatan untuk menyabotase pekerjaannya dan menguntungkan dia pun melakukan hal kotor tersebut. Tetapi dia hanya melakukannya seorang diri karena dia tidak mau membagi hasil kejahatannya dengan orang lain. Budi tidak berpikir bagaimana jika ketahuan dia hanya berpikir bagaimana mendapatkan uang dengan cepat dan tanpa bekerja keras.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2