
Clarissa sampai tersungkur di lantai. Agung pun kembali menghampirinya kemudian menjambak rambut panjang Clarissa hingga dirinya terdongak ke atas menatap ke arah Agung.
"Aku sudah datang baik-baik dan mengajak kamu pulang secara baik-baik, tapi kamu malah membangkang!" geram Agung sambil menatap tajam Clarissa.
Kemudian dengan kasar Agung membuat Clarissa berdiri, dengan terpaksa Clarissa pun berdiri. Kemudian dengan segera Agung berusaha membuka baju tidur yang Clarissa kenakan. Karena kekuatan Agung yang besar sehingga membuat beberapa kancing atasnya berserakan dan terlihatlah dua benda kenyal Clarissa yang masih tertutup.
Agung pun menjadi semakin bergairah setelah melihat milik Clarissa. Kemudian dengan kasar Agung memegang salah satunya, dan tentu saja Clarissa melakukan penolakan dengan kuat.
Dengan sengaja Clarissa menendang perut Agung sehingga Agung terjungkal ke belakang dengan meringis memegangi perutnya yang terasa sakit akibat tendangan dari Clarissa.
"Brengsek!" umpatnya lagi.
Tanpa menunggu lama Clarissa segera berlari menuju pintu dan kali ini dia berhasil membuka pintu kemudian segera berlari keluar. Dan saat itu keadaan di sekitar kontrakan Clarissa memang sudah sepi, sehingga tidak ada seorang pun yang melihat bahkan membantu Clarissa.
"Clarissa...!!" teriak Agung yang masih berusaha berdiri dan akan mengejar Clarissa karena menyadari Clarissa yang sudah berhasil membuka pintu dan berlari keluar.
Clarissa terus berlari di jalan yang sepi dengan tertatih. Karena dia merasakan pipinya yang sakit, rambutnya yang sakit dan juga tubuhnya yang masih lemas juga. Apalagi saat ini baju bagian atas Clarissa sudah terbuka karena kancingnya yang terlepas, sehingga kedua tangan Clarissa sibuk memegangi bagian atas bajunya dan sambil berlari karena ketakutan.
"Cla..!" panggil Agung yang juga ikut menyusul mengejar Clarissa yang sudah jauh.
Clarissa menengok ke belakang dan melihat Agung yang juga ikut berlari. Clarissa semakin menjadi takut dan berusaha terus berlari. Bahkan dia berlari tanpa memakai alas kaki.
Clarissa sengaja mencari jalan yang susah untuk dilewati agar Agung tidak berhasil menemukannya. Clarissa berlari masuk ke semak-semak yang cukup tinggi agar Agung susah untuk mencarinya.
Tetapi karena Agung yang berlari cukup cepat sehingga jaraknya pun semakin mendekati Clarissa. Clarissa yang menyadari itu pun semakin takut sehingga membuatnya terjatuh. Kemudian dengan segera Agung bisa mendapatkan Clarissa dengan sekali cekal saja.
"Pintar juga kamu, milih di semak-semak seperti ini agar gak ada orang yang melihat kita kan." ucap Agung dengan tertawa mengejek.
Clarissa pun memberontak dalam cekalan Agung. Tetapi kekuatan Agung lebih besar sehingga Clarissa pun tidak bisa bergerak.
Agung segera membuat Clarissa berbaring di tanah dan Agung segera menindihnya. Dia kembali memaksa Clarissa dengan menciumnya dengan kasar. Bahkan tangan Agung terus meremas apapun yang dia temukan. Tetapi Clarissa tidak tinggal diam, dia terus saja memberontak.
Tetapi kemudian ekor mata Clarissa melihat sebatang kayu besar di sebelah kanannya. Tangan Clarissa mencoba untuk meraihnya tetapi susah karena jarak kayu tersebut cukup jauh dari Clarissa.
Clarissa pun mencari cara agar tangannya bisa meraih kayu tersebut. Clarissa sengaja terus bergerak agar dia bisa bergeser sedikit demi sedikit. Sehingga tidak memerlukan waktu lama lagi, tangan Clarissa pun bisa meraih kayu tersebut dan dengan segera dia mengambilnya kemudian memukulkan tepat ke kepala Agung.
__ADS_1
"Bugghh..!"
Agung pun terpental ke samping dan Clarissa segera terduduk kemudian mundur ke belakang dan melempar kayu tersebut karena ketakutan ketika melihat Agung yang terbaring dan tidak bergerak lagi.
Tubuh Clarissa pun bergetar kemudian dia bangkit berdiri dan segera saja berlari mencari jalan keluar dari semak-semak tersebut.
Putri masih berada diruangannya karena belum mendapatkan pesan dari Kelvin jika dia sudah di lobby sehingga Putri memilih menunggu di ruangannya saja. Karena Kelvin sudah memberitahunya bahwa dia akan menjemput sedikit terlambat karena harus menyelesaikan pekerjaannya lebih dulu. Dan Ratna pun akan segera pulang karena memang sudah waktunya pulang.
"Ibu belum dijemput?" tanya Ratna yang melihat Putri belum bersiap akan pulang.
"Belum Rat, kamu duluan aja. Hati-hati." jawab Putri perhatian.
"Apa perlu saya temani Bu?" tanya Ratna, karena dia merasa tidak enak hati jika pulang lebih dulu daripada Bos nya meskipun memang sudah waktunya pulang.
"Gak usah Rat, gak apa-apa kamu pulang aja." desak Putri karena memang ini bukan masalah pekerjaan sehingga Ratna tidak wajib pulang terlambat.
Akhirnya Ratna pun berpamitan kepada Putri dan dia benar-benar pulang karena di sisi lain dia tidak ingin mengganggu Putri ketika bertemu dengan Kelvin nanti.
Setelah kepergian Ratna, Putri pun memilih memainkan ponselnya. Dia melihat-lihat sosial media, karena memang sudah tidak ada lagi pekerjaan yang bisa dia selesaikan untuk hari ini.
Sedangkan di lain pihak, Kelvin baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Entah kenapa hari ini pekerjaannya begitu banyak dan semua pekerjaannya diharuskan selesai pada hari ini juga. Sehingga sore tadi Kelvin sudah menghubungi Putri untuk menunggunya.
Ketika Kelvin keluar dari cafe sudah cukup gelap karena memang sudah malam. Dan Kelvin sengaja tidak mengirim pesan kepada Putri jika dia akan menjemputnya sekarang. Karena Kelvin berpikir bahwa sudah gelap dan lebih baik dia segera pergi saja daripada harus menghubungi Putri lebih dulu.
Kelvin pun segera menuju parkiran dimana mobilnya berada, kemudian segera melajukan mobilnya ke jalan raya. Dan kebetulan malam itu jalan raya cukup macet karena ternyata ada kecelakaan di tengah kota dan korbannya baru saja akan di evakuasi.
"Wah macetnya parah gini, gimana bisa sampai kantor Putri on time." gumam Kelvin sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
Kelvin pun berpikir, dia melihat di sekeliling. Kemudian tiba-tiba dia ingat bahwa ada jalan khusus melalui gang-gang kecil untuk bisa sampai juga ke kantor Putri.
Tanpa berpikir panjang Kelvin segera putar balik karena posisi dibelakangnya belum terlalu macet. Kemudian Kelvin segera melajukan mobilnya menuju gang kecil yang dia tahu bisa menuju ke kantor Putri.
"Nah dari tadi lewat sini kan enak." gumam Kelvin lega.
Kelvin tidak bisa mengendarai dengan cepat karena selain gang nya kecil suasana di gang tersebut juga cukup gelap karena kurangnya penerangan di pinggir-pinggir jalan di sekitar. Kelvin pun harus ekstra hati-hati ketika lewat di tempat itu. Tetapi Kelvin juga tidak punya pilihan lagi karena jika lewat di jalan raya dia akan kena macet yang panjang.
__ADS_1
Sedangkan Clarissa terus berlari di tengah semak-semak tanpa alas kaki dan sesekali dia menoleh ke belakang takutnya Agung masih mengejarnya. Clarissa terus berlari dengan terengah dan beruraian air mata. Dan sejauh mata memandang Clarissa bisa sedikit bernafas lega karena dia bisa melihat ada gang kecil menuju jalan beraspal di depan sana jika dia bisa bertahan sebentar lagi.
Clarissa pun tidak putus asa, dia terus berlari hingga menuju gang yang dia maksud. Akhirnya beberapa saat kemudian dia berhasil sampai diujung gang dan tiba-tiba saja pandangan mata Clarissa kabur dan dia merasakan kepalanya sangat pusing. Tiba-tiba saja dia jatuh pingsan tepat diujung jalan tersebut.
Bersamaan dengan itu mobil yang dikendarai Kelvin juga melintas di tempat itu. Karena tidak cukupnya penerangan jalan sehingga membuat Kelvin terkejut dan dengan tiba-tiba dia menginjak rem dengan kuat.
"Cciiiiittttt....."
Bunyi gesekan ban mobil dengan aspal cukup keras. Untung saja Kelvin memakai sabuk pengamannya sehingga kepalanya tidak sampai terbentur di setir. Dan untung saja jalanan cukup sepi sehingga jarang ada kendaraan yang lewat sehingga tidak ada kecelakaan yang terjadi.
Dengan sorot lampu mobilnya Kelvin bisa melihat ada seseorang yang terbaring. Kelvin tidak segera keluar karena takut jika saja itu penjahat yang sengaja sakit dan setelah itu akan melukainya. Kelvin terdiam beberapa saat di dalam mobil sambil mengamati orang yang terbaring itu. Kelvin tidak bisa cukup mengenalinya dari jauh karena orang tersebut miring dengan rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Tetapi Kelvin bisa yakin bahwa orang itu adalah perempuan, dia bisa melihat dari rambut panjangnya.
Tetapi setelah cukup lama mengamatinya, dan orang itu terlihat benar-benar pingsan karena tidak bergerak semakin membuat Kelvin penasaran. Dalam hatinya berkata bahwa dia mengenali orang tersebut.
"Clarissa...?" gumam Kelvin yang cukup lama mengingat dan memperhatikan orang tersebut.
Tanpa menunggu lama Kelvin segera keluar dari mobil kemudian melihat siapa wanita tersebut. Kelvin membaringkannya dan bisa melihat dengan jelas siapa orang tersebut. Dan benar saja sesuai dengan apa yang dipikirkan Kelvin ternyata dia adalah Clarissa mantan kekasih yang pernah menyakiti hatinya.
Kelvin sempat melihat penampilan Clarissa yang berantakan. Baju atas dengan kancing yang sudah hilang entah kemana. Juga bagian pipi yang memar entah kenapa. Tetapi Kelvin yakin pasti ada seseorang yang menyakiti Clarissa. Dia sempat melihat ke arah gang dimana tadi Clarissa keluar dari sana. Dan hanya terlihat semak-semak yang gelap didalamnya. Kelvin yakin pasti ada seseorang yang baru saja mengejar Clarissa di sana.
Dengan segera Kelvin melepas jaketnya untuk menutupi tubuh Clarissa. Saat itu Kelvin tidak memikirkan lagi tentang rasa sakitnya terhadap Clarissa, yang dia pikirkan saat itu adalah dia harus segera menolong Clarissa.
"Cla.. Clarissa!" panggil Kelvin dengan menepuk pelan pipi Clarissa agar terbangun dan sedikit mengangkat kepala Clarissa untuk dia taruh di kaki Kelvin dengan posisi Kelvin yang berjongkok di depan Clarissa.
Clarissa pun tersadar dia membuka matanya dengan berat dan dia bisa melihat seseorang yang dia kenal menolongnya. Tetapi Clarissa sangat lemah untuk berbicara dan membuka matanya lebar saja dia tidak sanggup.
"To... Tolllooonngg..." ucap Clarissa dengan terbata dan kemudian dia kembali pingsan.
"Cla... Clarissa! Bangun!" panggil Kelvin lagi dengan menepuk-nepuk pelan pipinya.
Tetapi tidak berhasil Clarissa masih saja pingsan. Kemudian dengan segera Kelvin mengangkat tubuh kurus Clarissa untuk dia masukkan ke dalam mobil di bagian penumpang. Kelvin juga segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya untuk mencari rumah sakit terdekat di sekitar tempat itu. Karena bagaimanapun dia harus menyelamatkan Clarissa lebih dulu.
Kelvin sampai melupakan bahwa dia harus menjemput Putri di kantor. Bahkan Kelvin juga lupa untuk menghubungi Putri lebih dulu. Karena pikirannya saat ini hanya dipenuhi untuk menyelamatkan Clarissa lebih dahulu.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏