Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 48


__ADS_3

"Kalau boleh tahu ada maksud apa ya kedatangan Mas dan Mbak?" tanya Papanya Clarissa yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.


"Ya pasti Clarissa kangen kan Pa, sama kita. Iya kan Cla?" jawab Ibunya Clarissa sebelum Kelvin dan Putri menjawabnya dan bertanya kepada Clarissa. Sedangkan Clarissa hanya menganggukkan kepala dengan ragu-ragu.


"Sebelumnya kenalkan dulu Pak, nama saya Kelvin dan ini calon istri saya Putri." ucap Kelvin mengenalkan diri.


Sedangkan Putri sedikit terkejut karena Kelvin kembali mengenalkan dirinya sebagai calon istri Kelvin.


"Kami kenal Clarissa karena dia bekerja di kantor calon istri saya ini dan saat ini Clarissa sedang ada masalah." lanjut Kelvin.


Kelvin sedikit berbohong karena jika jujur dia sendiri bingung akan memulainya dari mana. Karena tidak mungkin juga Kelvin bercerita jika Clarissa bekerja di cafe dan menjadi tukang cuci piring pasti hal itu semakin menyakitkan kedua orang tuanya meskipun sebenarnya memang seperti itulah keadaannya. Tetapi hal itu tidak menjadi masalah bagi Clarissa maupun Putri asalkan maksud kedatangan mereka tersampaikan dengan jelas.


"Masalah apa?" tanya Ibunya Clarissa dengan panik.


Karena sebagai orang tua tentu saja merasa khawatir jika anaknya mengalami masalah apalagi seorang Ibu yang sudah mengandungnya selama 9 bulan dan yang telah merawatnya sejak bayi pasti merasakan apa yang dirasakan oleh anaknya.


"Tenang dulu Ma, tenang." ucap Papanya Clarissa sambil memegang lengan istrinya untuk menenangkannya.


"Biar aku aja Kak yang cerita." pinta Clarissa kepada Kelvin.


Kelvin pun menganggukkan kepalanya mempersilahkan Clarissa untuk menceritakan semua yang dia alami kepada kedua orang tuanya.


"Cerita apa Cla?" desak Ibunya Clarissa yang sudah tidak sabar.


Akhirnya Clarissa pun menceritakan semua yang dia alami selama menikah dengan Agung dan juga perlakuan Agung selama mereka menikah bahkan kejadian beberapa hari yang lalu pun tidak luput Clarissa ceritakan kepada kedua orang tua mereka.

__ADS_1


Mendengar cerita Clarissa, Ibunya pun menutup mulutnya dengan kedua tangannya seakan tidak percaya bahkan matanya pun berkaca-kaca tidak menyangka bahwa selama ini anaknya sangat menderit. Sedangkan Papanya Clarissa hanya diam saja mencerna setiap cerita Clarissa.


"Mama boleh tidak percaya sama Clarissa." lanjut Clarissa yang sudah sesenggukan.


Tanpa banyak kata Ibunya Clarissa pun segera memeluk Clarissa dengan erat bahkan mereka menangis bersama di dalam pelukan.


"Mama percaya sama kamu Cla. Maafin Mama uda maksa kamu menikah sama Agung. Mama tidak tahu kalau ternyata suami kamu seperti itu." ucap Ibunya Clarissa.


Putri yang melihat itu pun tidak terasa air matanya ikut tumpah. Kelvin pun menggenggam tangan Putri untuk memberikan kekuatan kepadanya.


"Pantas saja setiap kami telepon cari Clarissa, Agung selalu cari alasan." ucap Papanya Clarissa menjelaskan.


"Bener Pa, bahkan ketika kita ingin mengunjungi Clarissa, Agung selalu bilang mereka sedang pergi." sambung Ibunya Clarissa membenarkan.


"Trus sekarang bagaimana Pa, Ma?" tanya Clarissa meminta pendapat karena bagaimanapun dia tidak mungkin memutuskannya sendiri.


"Maaf bukannya saya mau ikut campur, tapi lebih baik di bicarakan terlebih dahulu dengan orang tua suami Clarissa dan memberitahu mereka supaya mereka juga tahu bagaimana tingkah laku anaknya selama ini." ucap Kelvin memberi saran.


Papanya Clarissa terlihat berpikir sebentar dan menimbang baik buruknya.


"Iya bener juga. Baiklah besok kita undang orang tua Agung ke rumah Ma dan kita bicarakan semua." ucap Papanya Clarissa memutuskan.


"Tante mengucapkan terima kasih banyak ya sudah membantu Clarissa selama ini. Semoga kalian cepat menikah dan segera diberi momongan." ucap Ibunya Clarissa mendoakan dengan tulus.


"Amin. Terima kasih banyak Bu doanya." jawab Putri dan Kelvin bersamaan.

__ADS_1


Akhirnya setelah membicarakan masalah tersebut, Kelvin dan Putri pun berpamitan untuk pulang karena memang sudah sore.


"Tidak menginap saja disini?" tanya Ibunya Clarissa kepada Putri.


Putri hanya tersenyum dan menolak dengan halus.


"Terima kasih banyak Bu, mungkin lain waktu. Soalnya besok kita juga harus bekerja." jawab Putri.


"Jadi ini Clarissa bolos kerja dulu?" tanya Ibunya Clarissa.


"Iya tidak apa-apa Bu. Biar Clarissa disini dulu saja sementara sampai masalahnya selesai. Setelah itu bisa balik kerja lagi." jawab Putri.


"Sekali lagi terima kasih banyak Nak." ucap Ibunya Clarissa sambil memeluk Kelvin dan Putri bergantian.


Mereka pun berjalan menuju mobil dengan diantar oleh Clarissa sampai di dekat mobil mereka.


"Kak, terima kasih banyak ya uda bantuin aku." ucap Clarissa denga tulus.


"Sama-sama. Uda gak usah terlalu di pikirkan yang penting masalah kamu cepat selesai setelah itu jangan lupa kerja di kantor ya." jawab Putri mengingatkan.


"Iya Kak." ucap Clarissa dengan tersenyum.


Kemudian Kelvin dan Putri pun segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju jalan raya yang cukup padat pada sore itu.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2