Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta
Bab 42


__ADS_3

Kelvin segera menuju ke ruangan Putri. Begitu sampai di depan pintu Kelvin segera mengetuk pintu kemudian terdengar suara Putri menyuruhnya masuk.


Kelvin membuka pintu perlahan dan terlihat Putri yang fokus kerja tanpa menoleh ke arah pintu. Karena Putri pikir itu adalah Ratna sehingga Putri membiarkannya.


"Apa ada yang ketinggalan Rat?" tanya Putri yang masih fokus dengan pekerjaannya.


"Aku minta maaf." ucap Kelvin tiba-tiba.


Putri yang sudah hafal dengan suara Kelvin pun seketika mendongak dan benar saja dia melihat Kelvin sudah berdiri di depannya. Sepersekian detik Putri masih melongo karena kedatangan Kelvin yang benar-benar tidak dia sangka. Tetapi akhirnya Putri tersadar kemudian bangkit berdiri.


"Oh silahkan masuk Kak, silahkan duduk." ucap Putri mempersilahkan Kelvin untuk duduk.


Kelvin menutup pintu ruangan kemudian duduk di kursi depan meja Putri. Melihat Kelvin yang sudah duduk dihadapannya Putri pun kembali duduk. Dia bingung sendiri harus bagaimana.


"Mau minum apa Kak? Sebentar aku telepon OB dulu ya Kak." ucap Putri dengan sedikit gemetar.


Belum dia menghubungi OB, tangan Putri yang berada di atas telepon digenggam oleh Kelvin. Putri pun menatap Kelvin karena tangannya yang digenggam oleh Kelvin. Begitu pun Kelvin, dia menatap Putri dengan dalam.


"Maafin aku, bukannya semalam aku gak nepatin janji tapi ada satu hal yang terjadi sehingga harus aku selesaikan lebih dulu. Dan maaf aku juga tidak sadar jika ponsel ku mati bahkan aku tidak memberi mu kabar lebih dulu." ucap Kelvin panjang lebar.


Putri hanya diam mendengarkan sampai Kelvin selesai bicara. Setelah itu dia tersenyum dan menarik pelan tangannya yang semula di genggam oleh Kelvin. Kelvin pun sempat berpikir apakah Putri menolaknya.

__ADS_1


"Gak apa-apa Kak, gak perlu minta maaf." jawab Putri sambil berdiri dan hendak berjalan menuju lemari pendingin di ruangannya.


Karena Putri tidak jadi menghubungi OB akhirnya dia memilih mengambilkan Kelvin minuman dingin saja.


Belum sempat Putri sampai di lemari pendingin dan ketika dia berjalan di samping Kelvin dengan segera Kelvin berdiri lalu memeluk Putri dari belakang. Putri pun kaget dengan apa yang dilakukan oleh Kelvin dan dia berusaha keras melepaskan diri tetapi Kelvin semakin memeluknya dengan erat maka usaha Putri untuk lepas pun tidak berhasil.


"Biarkan begini sebentar saja." bisik Kelvin di dekat telinga Putri, kemudian Kelvin menghirup aroma tubuh Putri dengan dalam seakan sudah menjadi candu untuknya.


Akhirnya Putri pun membiarkan apa yang dilakukan oleh Kelvin. Jujur saja sebenarnya Putri pun juga merasa senang diperlakukan seperti itu oleh Kelvin. Tetapi Putri kembali tersadar bahwa Kelvin mungkin tidak akan menyukainya apalagi mencintainya.


Setelah puas memeluk, Kelvin memutar tubuh Putri yang semula membelakanginya sekarang menjadi menghadap kepadanya.


"Will you marry me?" tanya Kelvin dengan membuka kotak cincin yang dia bawa untuk dia perlihatkan kepada Putri.


Putri pun semakin dibuat terkejut lagi karena belum ada sehari dia sudah diberi banyak kejutan. Dia sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan karena seakan tidak percaya dengan apa yang telah dia alami.


"Kak...." lirih Putri karena seakan kehabisan kata-kata setelah mengalami hal ini.


Kelvin hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian tanpa ragu Putri pun menganggukkan kepalanya berkali-kali tanda bahwa dia setuju di lamar oleh Kelvin.


Meskipun tidak di lamar di tempat yang mewah dan bagus Putri tidak mempermasalahkannya karena dia bisa melihat kesungguhan hati Kelvin kepadanya.

__ADS_1


Kelvin pun bangkit berdiri kemudian memakaikan cincin tersebut di tangan Putri.


"Maaf ya, gak dilamar di tempat mewah dan hanya sederhana seperti ini." ucap Kelvin begitu dia selesai memasangkan.


Putri pun terus memegangi tangannya yang ada cincinnya tersebut dengan bahagia.


"Gak apa-apa Kak, asalkan Kakak serius aku dimanapun mau kog." jawab Putri.


Dan sekali lagi Kelvin bisa melihat Putri bukanlah orang yang gila harta seperti wanita pada umumnya.


"Mau makan siang?" tanya Kelvin ketika dia melihat jam di pergelangan tangannya dan sudah menunjukkan jam makan siang.


"Iya Kak." jawab Putri sambil berlalu memgambil tas nya.


Kemudian keduanya keluar dari ruangan Putri menuju restoran terdekat.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2