
Selesai makan Frans dan Clarissa segera menuju kampus. Tetapi terlebih dahulu Frans mengantar Clarissa pulang ke kost.
"Beneran mau istirahat kan?" tanya Frans begitu sampai di depan kost Clarissa, tetapi keduanya masih berada didalam mobil.
"Iya beneran Sayang. Aku capek banget." jawab Clarissa meyakinkan.
"Ya uda, kalau ada apa-apa hubungi aku ya?" ucap Frans kemudian mengecup bibir Clarissa sekilas.
Tetapi bukan Frans jika hanya mengecup sekilas. Frans kembali mendekatkan bibirnya dengan bibir Clarissa kemudian dilumatnya dengan lembut. Bahkan Frans menahan tengkuk Clarissa hingga cumbuan tersebut semakin dalam. Untung saja kaca mobil Frans gelap dan tidak terlihat dari luar sehingga beberapa orang yang melewati mobilnya tidak akan tahu apa yang sedang kedua anak manusia itu lakukan.
Setelah hampir kehabisan nafas, Frans melepaskan cumbuannya.
"I miss you Honey." ucap Frans.
Clarissa hanya terkekeh, karena bisa-bisanya Frans bilang kangen padahal mereka masih berduaan.
Mereka pun berpisah, Clarissa segera masuk ke dalam kostnya sedangkan Frans melajukan mobilnya menuju kampus. Setelah berganti pakaian dengan yang lebih nyaman, Clarissa segera berbaring di ranjang karena dia benar-benar merasa capek dan hanya butuh istirahat.
...----------------...
Begitu sampai di kampus, Frans segera menghampiri teman-temannya yang berada di lorong kelasnya. Frans datang dengan senyum yang selalu merekah sehingga teman-temannya pun menggodanya.
"Tumben cerah banget tu muka. Baru dapat ayam kampus mana?" bisik salah satu teman Frans.
"Yang ini bukan ayam kampus lagi, tapi uda jadi opor bener-bener siipp pokoknya hahaha." tawa Frans dan perkataannya membuat semua teman-temannya juga ikut tertawa.
"Wahh boleh donk bagi-bagi." ucap teman Frans yang lain yang juga menyimak percakapan mereka.
"Eiitt, kalau yang ini bukan untuk bagi-bagi." jawab Frans dengan meledek.
"Pelit lu!" seru yang lain.
"Uda ayo buruan masuk kelas tu dosen uda jalan ke sini." ucap Frans sambil menujuk dosen yang akan mengajar kelas mereka.
...----------------...
Sedangkan Kelvin baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan supplier bahan pokok untuk cafe nya. Dia kemudian teringat dengan Clarissa yang semalam akan dia hubungi untuk menanyakan keadaannya.
"Oh iya gue kan mau telepon Clarissa." gumam Kelvin yang melihat jam di tangannya.
__ADS_1
Kelvin sudah tahu jadwal kuliah Clarissa, dan Kelvin tahu bahwa hari ini Clarissa libur.
"Uda siang gak mungkin dia masih tidur kan, lagian hari ini kan libur." gumam Kelvin lagi.
Kemudian Kelvin segera mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Clarissa. Beberapa kali nada dering tetapi tidak juga diangkat oleh Clarissa.
"Kemana kog gak diangkat?" gumam Kelvin sambil mencoba lagi menghubungi Clarissa.
Tidak berapa lama terdengar suara Clarissa.
"Halo.." sapa Clarissa dengan suara serak khas bangun tidur.
"Halo Sayang, kamu masih tidur?" tanya Kelvin.
Karena tidak biasanya Clarissa akan tidur disiang hari meskipun tidak ada jadwal kuliah.
"Kan aku uda bilang kalau mau tidur seharian." jawab Clarissa dengan masih memejamkan mata.
Clarissa tidak sadar jika yang menghubunginya Kelvin bukan Frans. Karena Clarissa pikir itu Frans sehingga dia menjawab seperti itu.
"Tidur seharian? Kapan kamu ngomong itu? Kita kemarin gak ketemu kan?" tanya Kelvin penasaran.
"Mampus! Mati aku!" batin Clarissa.
"Emm.. Maksud aku.. Aku mau tidur Sayang." jawab Clarissa terbata.
"Tidur? Tidak biasanya kamu tidur siang meskipun gak ada kuliah." ucap Kelvin yang merasa aneh dengan Clarissa.
"Iya.. Soalnya semalam habis ngerjain tugas sampai malam jadi sekarang uda ngantuk.. Gitu." jawab Clarissa.
"Ow gitu. Tapi kamu gak kenapa-kenapa kan?" tanya Kelvin perhatian.
"Gak apa-apa kog Sayang. Cuma capek aja." jawab Clarissa.
"Ya uda kalau gitu tidur lagi aja, jangan lupa makan dulu." ucap Kelvin mengingatkan.
"Iya Sayang, makasih." jawab Clarissa.
Kemudian Kelvin mengakhiri panggilan dan Clarissa bisa bernafas lega.
__ADS_1
"Untung aja, dia percaya." gumam Clarissa.
Kemudian dia kembali meletakkan ponselnya di atas nakas dan akan tidur lagi.
...----------------...
Begitu menutup telepon dari Kelvin, terlihat dia termenung sebentar.
"Gak biasanya Clarissa kayak gitu. Dan waktu jawab tadi kayak ragu-ragu, kayak ada yang aneh sama dia." gumam Kelvin sambil berpikir.
Karena tidak mau asal menuduh dan juga terlalu memikirkannya, Kelvin berniat akan menyelidiki Clarissa secara diam-diam. Karena entah kenapa hatinya tidak bisa percaya begitu saja dengan ucapan Clarissa kali ini.
Beberapa hari kemudian.
Pagi hari seperti biasa, Kelvin ingin mengantar Clarissa ke kampus tetapi baru kali ini Clarissa menolaknya dengan alasan akan dijemput oleh Lyla. Sebenarnya Kelvin bisa saja percaya, karena Kelvin juga mengenal Lyla tetapi Kelvin ingin membuktikan sendiri apakah benar Lyla yang akan menjemput Clarissa.
Satu jam sebelum Clarissa berangkat, Kelvin sudah berada di gang dekat kost Clarissa. Dia sengaja meminjam mobil Dito yang lain agar Clarissa tidak mengenali mobilnya. Dengan sabar Kelvin menunggunya sambil menyalakan sebatang rokok dan terus mengamati kost Clarissa.
Tiga puluh menit berlalu belum ada tanda jika Lyla menjemputnya seperti yang dikatakan Clarissa. Tetapi setelah sepuluh menit kemudian terlihat sebuah mobil yang cukup mewah berhenti tepat di depan kost Clarissa.
Awalnya Kelvin mengira itu benar Lyla, tetapi ketika melihat seorang cowok yang turun dari mobil tersebut membuat kecurigaan Kelvin semakin menjadi. Apalagi dia turun dan berjalan menghampiri Clarissa yang saat itu juga baru saja keluar dari kostnya. Kemudian tanpa ragu sang pria memeluk pinggang Clarissa dan berjalan bersama. Sedangkan Clarissa terlihat tidak menolak sama sekali bahkan menikmatinya.
Kelvin segera mematikan rokoknya kemudian mengambil ponselnya dan mengambil bahkan merekam keduanya secara diam-diam.
Jujur saja saat melihat itu hati Kelvin cukup sakit. Tetapi dia tidak ingin langsung mengatakan kepada Clarissa. Karena Kelvin ingin Clarissa yang mengatakannya sendiri kepadanya dan Kelvin yakin pasti Clarissa memiliki penjelasan sendiri untuknya.
Clarissa dan pria tersebut memasuki mobil mewah itu dan terlihat mobil tersebut masih berhenti cukup lama ditempat itu entah apa yang sedang mereka lakukan didalam karena memang kaca mobil yang gelap sehingga Kelvin tidak tahu apa yang mereka lakukan.
Setelah itu mobil tersebut terlihat bergerak meninggalkan kost Clarissa dengan perlahan. Sedangkan Kelvin masih berada didalam mobil dan terus memandangi foto Clarissa dan pria lain yang baru saja dia ambil dengan ponselnya.
"Pasti kamu punya alasan untuk ini semua Cla." gumam Kelvin dengan mata yang tiba-tiba saja berkaca-kaca.
...****************...
Tetap semangat kak 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
Selamat hari vote kak ❤
__ADS_1