
Kelvin dan Putri sudah sampai di Rumah sakit. Putri segera keluar dari mobil kemudian membuka pintu belakang untuk mengambil parcel buah yang dia beli untuk dia berikan kepada Clarissa. Meskipun Putri belum melihat Clarissa secara langsung tetapi bagi Putri asalkan Kelvin mengenalnya dia tidak akan keberatan untuk menberinya.
Keduanya berjalan menuju lorong Rumah sakit menuju lift. Ruangan Clarissa berada di lantai 3 sehingga membuat Kelvin dan Putri harus naik lift untuk bisa sampai ke ruangan Clarissa.
Di dalam lift tidak hanya ada mereka tetapi ada juga beberapa orang yang juga akan menjenguk kerabat mereka.
Tidak berapa lama pintu lift menunjukkan angka 3 dan kotak besi tersebut berhenti di lantai 3. Kelvin dan Putri segera keluar.
"Sini aku bawain." ucap Kelvin sambil mengambil parcel buah dari tangan Putri tanpa menunggu jawaban darinya.
Kelvin membawa parcel tersebut di tangan sebelah kanan kemudian tangan kirinya menggandeng tangan Putri yang berada di sebelahnya.
Putri pun terkejut menatap tangannya yang digenggam oleh Kelvin. Kelvin bahkan tidak melihatnya sama sekali dia terus menatap ke depan. Putri pun seakan ingin melepaskan tangannya tetapi ditahan oleh Kelvin akhirnya Putri pun membiarkan tangannya digenggam oleh Kelvin.
Keduanya saat ini sudah berada di depan ruangan Clarissa. Kelvin dan Putri berhenti sejenak.
"Ini ruangannya?" tanya Putri.
Kelvin hanya menganggukkan kepalanya kemudian Putri mengetuk pintu ruangan tersebut karena takut jika dia langsung membukanya ternyata Clarissa sedang berganti pakaian atau lainnya.
Tok.. Tok.. Tok..
Sedangkan di dalam Clarissa memang terlihat sengaja menunggu kedatangan Kelvin. Bahkan Clarissa sudah menunggunya sejak sejam yang lalu. Karena jenuh jika hanya berdiam diri seorang diri, Clarissa pun menyalakan televisi yang berada di ruangannya itu.
__ADS_1
Mendengar pintu ruangannya diketuk, dengan senyum merekah Clarissa menyambutnya karena dia yakin bahwa itu adalah Kelvin sesuai dengan janjinya yang akan datang lagi siang ini.
"Masuk.." ucap Clarissa sedikit berteriak karena takut jika orang yang berada diluar tidak mendengar suaranya.
Kelvin masuk ke ruangan lebih dulu karena memang jaraknya cukup dekat dengan pintu. Begitu melihat Kelvin datang, Clarissa benar-benar merasa bahagia.
"Kakak sudah datang? Kakak bawa ap...? Tanya Clarissa, dan pertanyaannya seketika berhenti ketika melihat seorang wanita cantik yang berjalan dibelakang Kelvin.
"Itu bukannya cewek yang waktu itu jalan sama Kak Kelvin di Mall?" batin Clarissa.
Putri tersenyum kepada Clarissa karena memang seramah itu Putri kepada siapapun. Clarissa pun membalas senyuman Putri dengan canggung.
"Kenalin nama aku Putri." ucap Putri menjabat tangan Clarissa.
"Clarissa." jawab Clarissa.
"Ow ya dokter uda ngecek siang ini?" tanya Kelvin sambil meletakkan parcel buah di meja dekat ranjang Clarissa.
Kemudian menyuruh Putri untuk duduk dikursi yang ada disamping ranjang pasien. Sedangkan Clarissa sendiri dia duduk di ranjang pasien karena masih belum diijinkan untuk banyak bergerak.
"Uda Kak." jawab Clarissa tidak seceria tadi ketika Kelvin belum datang.
"Trus apa kata dokter?" tanya Kelvin lagi kemudian duduk di samping Putri.
__ADS_1
"Katanya aku uda gak apa-apa." jawab Clarissa.
"Syukurlah." ucap Kelvin.
"Ow ya Putri ini adalah calon istriku dan beberapa bulan lagi kami akan menikah. Dia udah aku kasih tahu siapa kamu dan memang kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sehingga memang gak ada yang perlu aku tutup-tutupi." lanjut Kelvin menjelaskan sambil menggenggam tangan Putri yang berada di samping Kelvin.
Mendengar perkataan dari Kelvin membuat kedua wanita tersebut terkejut. Putri yang terkejut karena Kelvin mengatakan bahwa dia adalah calon istrinya bahkan beberapa bulan lagi akan menikah, padahal sebelumnya keduanya tidak ada pembahasan apapun.
Sedangkan Clarissa pun juga terkejut. Dia yang mengira apa yang Kelvin lakukan semalam bahkan sampai sekarang untuk dirinya karena Kelvin masih mencintai Clarissa tetapi ternyata justru Kelvin mengenalkan calon istrinya di depan mata Clarissa sendiri. Bahkan Kelvin menggenggam tangan Putri di depan mata kepalanya sendiri.
Clarissa hanya bisa tersenyum. Kemudian belajar mengikhlaskannya karena memang mungkin ini adalah karma untuk Clarissa karena sudah menyia-nyiakan lelaki baik hati seperti Kelvin.
"Aku doain semoga menjadi keluarga yang bahagia." ucap Clarissa dengan suara yang bergetar sambil tersenyum tulus.
"Amin." jawab keduanya.
Mereka pun kemudian mengobrol santai dan menjelaskan bahwa dia sudah baik-baik saja.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1