
...~Happy Reading~...
“Kakak mau kemana?” tanya Fayya ketika sedang menuruni anak tangga dan melihat bagaimana Faiz berjalan terburu buru menuju pintu utama.
“Aku mau langsung ke Apartemen, maaf ya Fay kalau aku—“
“Kakak berantem lagi sama kak Edward?” tanya Fayya dengan mimik wajah sedih nya, “Kakak ikut aku yuk.”
Faiz pun tak punya pilihan lain kecuali mengikuti Fayya menuju lantai dua. Fayya mengajak Faiz untuk pergi ke kamar, namun kamar itu bukanlah kamar nya atau kamar bekas Faiz kemarin. Dan bukan juga kamar milik Edward, untuk sesaat Faiz sempat mengerutkan dahi nya ketika Fayya membukakan sebuah pintu dan mengajak Faiz masuk ke dalam nya.
“Ini kamar siapa?” tanya Faiz ketika Fayya sudah menutup pintu dan mengunci nya.
“Ini kamar untuk mama,” jawab Fayya tersenyum menatap Faiz, membuat Faiz semain mengerutkan dahi tidak mengerti.
“Mama Fayya meninggal ketika melahirkan Fayya. Sejak itu, papa memutuskan untuk pindah ke Paris membuka lembaran baru. Sejak kecil, Fayya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Makanya, Fayya sering bertanya kan sama kak Faiz, bagaimana rasanya memiliki ibu?”
Fayya berjalan mengambil sebuah bingkai foto dimana ada dirinya dan sang mama tengah duduk berdua di sebuah taman. Ya foto berdua, dan sebelahnya lagi ada foto dimana dirinya dan Edward serta orang tuanya. Sangat lengkap bukan? Tapi sayang, itu hanyalah sebuah editan.
Edward lah yang mengedit semua foto foto itu agar terlihat sangat nyata. Dari mulai umur Fayya satu tahun, dan seterusnya. Setiap Fayya ulang tahun selalu ada foto mama nya. Meskipun posisi dan penampilan Rara hampir sama di semua foot. Namun disitu Fayya dan Edward sudah merasa bahagia.
“Kak Faiz masih ingat gak, waktu kakak di culik? Kak Edward meminta bantuan sama bos mafia untuk menemukan kak Faiz. Kak Edward menerima semua resiko nya, demi kakak.”
“Hah, ma—mafia?” pekik Faiz langsung menutup mulut nya dengan tangan, ia tidka menyangka bahwa selama ini Edward bisa berhubungan dengan organisasi seperti itu.
Fayya menganggukkan kepala nya, “Dia berhasil kan? Awalnya, kak Edward berusaha lepas karena tidak sanggup ketika melihat banyaknya pembunuhan di depan matanya. Bahkan saat itu, kak Edward sempat sakit dan di rawat karena syok. Tapi, beberapa bulan setelah itu ternyata papa menikah lagi. Tanpa sepengetahuan kami, itu yang membuat kak Edward semakin marah dan tidak terima.”
__ADS_1
Memang benar, Faiz pun memang pernah mendengar bahwa om Leon memiliki istri baru. Namun hingga kini Faiz masih belum tahu siapa dan seperti apa ibu tiri Edward dan Fayya karena Edward tidak pernah mau membahas nya.
“Kakak tau gak siapa istri baru papa?” tanya Fayya kini ia berbalik dan menatap ke arah Faiz, “Dia pengasuh Fayya, dia yang sudah merawat Fayya dari bayi hiks hiks.”
“Fay ... “
“Tapi bukan itu yang buat Fayya dan kak Edward membenci mereka.” Fayya kembali menarik nafas nya begitu dalam, “Awalnya, kak Ed dan Fayya menerima suster Anita, tapi lambat laun kami curiga sama dia. Dia tidak sungguh sungguh mencintai papa, apalagi kami. Dan beberapa minggu setelah menikah, kami baru tahu bahwa ternyata dia memfitnah papa sudah menghamili dia. Papa di jebak hiks hiks.”
Faiz pun langsung menghampiri Fayya dan memeluk nya.
“Waktu itu, Fayya dan papa lagi pergi keluar. Di rumah hanya ada kak Edward dan suster Anita. Kakak tahu apa yang mereka lakukan? Hiks hiks hiks.”
Fayya sudah tidak mampu untuk meneruskan cerita nya, hatinya begitu sesak ketika kembali mengingat permasalahan di keluarga nya. Edward dan Leon pun tidak tahu bahwa ternyata Fayya mengetahui semuanya, padahal mereka sudah menutup rapat agar Fayya tidak tahu dan trauma.
“Fay, sudah. Jangan di teruskan.” Bisik Faiz mencoba menenangkan Fayya.
“Fayya tahu kalau kakak marah sama kak Ed karena bekas ciuman di leher nya beberapa waktu yang lalu kan?” tanya Fayya menatap Faiz dalam, dan dengan terpaksa Faiz menganggukkan kepala nya.
“Fayya tahu kalau kak Ed sudah overdosis dan kecanduan akan ***. Fayya tahu semua yang di lakukan kak Ed di luar sana. Karena—“
“Karena apa?” tanya Faiz semakin tak percaya mendengar penjelasan Faiz.
“Tidak, lupakan. Yang jelas, Fayya tahu semuanya,” ucap Fayya kembali menghapus air matanya, “Dan juga, kak Ed seperti itu sejak dia melakukan hal menjijikkan itu dengan suster Anita," imbuh nya seraya menggigit bibir bawah nya.
Jeduarrrr!
__ADS_1
Sungguh, Faiz merasa seperti tersambar petir di siang bolong. Bagaimana bisa Edward melakukan hal gila seperti itu dengan mama tiri nya sendiri. Kegilaan macam apa itu? Batin Faiz tak percaya.
“Suster Anita yang sudah memberikan obat perangsang untuk kak Ed. Maka dari itu, kak Ed membalas kejahatan suster Anita. Dia sangat membenci wanita murahan, dan setiap kali bertemu wanita seperti itu, maka—“
“Sudah cukup Fayya. Aku tau dan tidak usah di perjelas,” potong Faiz dengan cepat.
“Tapi tolong percaya kak, kak Ed begitu mencintai kakak. Bahkan dia tidak mau merusak kakak. Fayya akui, kakak Fayya memang bajingan dan brengsek, buaya dan juga kadal buntung. Tapi cinta nya tulus untuk kak Faiz. Dan hanya kakak yang bisa buat kak Ed kembali ke jalan yang bener lagi. Dan juga—“
Fayya menundukkan kepala nya, ia kembali menatap bingkai foto di tangan nya.
“Kakak ... Fayya mohon maafin kak Edward, dan buat kakak nya Fayya kembali lagi seperti dulu. Fayya tahu, tidak mudah untuk kakak untuk menyembuhkan luka itu. Tapi Fayya yakin, kalau kakak juga masih mencintai kak Edward kan?”
“Fayya, tapi .. “ Faiz tidak tahu harus berkata apa, dirinya berada di ujung dilema.
“Fayya tidak mau melihat mama sedih di surga sana. Dia pasti sangat kecewa dengan kelakuan putra nya hiks hiks hiks. Fayya mohon kak, bantuin Fayya,” pinta Fayya menggenggam tangan Faiz dengan begitu erat.
“Tapi tunggu, kemana suster Anita? Kenapa aku tidak pernah melihat nya? Apakah papa mu sudah menceraikan nya atau—“
“Kakak bisa menanyakan nya kepada kak Edward nanti, “ jawab Fayya lalu ia segera memeluk Faiz, “Fayya mohon kak, maafkan kami.”
“Kami? Kenapa kami? Fayya, kakak akan coba ya, tapi jujur kakak masih bingung.” Gumam Faiz begitu lirih di telinga Fayya lalu menghela nafas nya berat.
“Bingung kenapa? Fayya yang akan membantu semuanya,” kata Fayya lagi.
Belum sempat Faiz menjawab kembali perkataan Fayya, tiba tiba ...
__ADS_1
Brukk!