
...~Happy Reading~...
Sehari sebelum acara pernikahan. Faiz mengadakan acara pesta kecil bersama para sahabat nya. Orang bilang, malam terakhir melepas masa lajang nya. Dan kini, tepatnya di dalam kamar Faiz, ia sedang bersama dengan Salsa dan Bela dan juga Kaila sedang berkumpul dan menikmati drama korea yang menjadi teman sejati mereka ketika berkumpul.
“Eh, Faiz. Emang bener apa yang di bilang tante Nisa sama om Abas?” tanya kaila membuka pembicaraan.
“Mama sama papa ngomong apaan?” tanya Faiz tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar televisi nya, sambil tangan nya sibuk memasukkan cemilan ke dalam mulut nya.
“Katanya lo udah bolong ya? Emang bener perut lo ada isinya? Kok gue ragu ya?” kata Kaila tanpa filter seketika membuat ketiga gadis lain nya langsung tersedak dan bangun dari posisi tidur nya.
“Mulut lo Kai!” seru Faiz langsung melemparkan ciki nya ke arah Kaila.
“Begok! Gue cuma nanya woy!” pekik Kaila tak terima, dan melemparkan cemilan itu balik ke arah Faiz.
“Lo bisa nanya nya di per alus dikit. Kenapa harus se vulgar itu sih!” cetus Faiz dengan begitu kesal.
__ADS_1
“Halah, lo aja kalau ngomong juga gak pernah pakai filter kok. Udah deh, mending jawab aja sekarang!” desak Kaila tak perduli, “Gimana rasanya? Sakit gak? LO ampe teriak teriak kaya gitu gak? Kaya yang kita tonton waktu itu, ah ah ih apa gimana itu,” kata Kaila panjang lebar sambil memeragakan suara desa han dari video yang pernah mereka tonton sebelum nya.
Ya, tanpa semua orang tahu. Terkadang, Faiz, Kaila, dan Salsa serta Bella pernah menonton film biru di kamar. Entah darimana Faiz selalu mendapatkan nya, ia selalu mengajak teman dan saudara nya untuk berbuat dosa. Meskipun kamar Faiz kedap suara, namun ketika mereka menonton, maka mereka akan menggunakan earphone dan mendengarkan secara bergantian.
“Anjirr, si Kaila. Sadar woy, sadarr!” pekik Bella ikut menimpuk kepala Kaila dengan bantal.
“Kalian berdua bener bener ya! Ini kepala gue di fitrah woy! Sembarangan aja, kalau gue begok gimana kaya kalian!” cetus Kaila begitu kesal.
“Kan emang lo udah begok!” cetus Faiz mendengus.
“Yakin Cuma gue? Otak kalian itu sama aja! Terlebih otak lo tuh isinya biru semua!” balas kaila tak kalah ketus kepada Faiz.
Ya, Faiz memang mesuum dan sedikit gesrek, karena ulah siapa lagi. Orang yang sama, yang mengajarkan nya tentang dewasa sebelum waktunya. Yups, kekasih tercinta nya.
“Hayooo dari siapa?” tanya Kaila mendesak.
__ADS_1
“Tau ah, gue lupa.” Kata Faiz berkilah.
“Kalian bertiga berisik banget sih! Katanya mau nonton. Itu lihatin mereka mau cipo kan woy!” jerit Salsa seketika langsung menutup wajah nya dengan sepuluh jari nya. Namun, meski di tutup, jari jari tangan nya tidak lah rapat. Sehingga membuat nya masih bisa melihat adegan kis sing dari drama yang mereka tonton.
“Gue beneran penasaran, lo beneran apa gak sih Iz,” gumam Kaila yang masih begitu penasaran tentang kehamilan Faiz.
“Apaan sih kai, lo itu kepo banget deh!” cetus Faiz berdecak.
“Ya iyalah gue kepo. Kok lo bisa gitu. Pas cetak dimana? Dan kaya apa, lo pelit banget gak mau sharing sama kita,” celetuk Kaila seketika mengundang tatapan tajam dari ketiga gadis di samping nya.
“Mending lo cari pacar deh Kai, daripada lo kaya gini! Gue khawatir sama lo!” kata Faiz menatap Kaila datar.
“Gue sampai ketahuan pacaran, bisa di gorok atau di Smack Down sama Kiano!” cetus Kaila bergidik ngeri membayangkan saudara kembar nya yang begitu posesif padanya.
Hanya saudara kembar nya yang posesif, kalau kakak lucknat nya selalu mengizinkan asal dirinya bisa menjaga diri. Namun tetap saja, Kaila tidak pernah memiliki teman laki- laki apalagi pacaran.
__ADS_1
“Sabar!” kata Faiz, Bella dan Salsa bersamaan, lalu ketiganya tertawa kencang saat melihat wajah Kaila semakin mendengus.
...To be continue.......