Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Seperti mimpi


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah dari kantor polisi, Edward pun segera meluncur ke rumah mertuanya bersama Clayton. Karena ternyata mertuanya sudah di bawa pulang pagi tadi, dan lagi lagi dirinya mengingkari janji nya kepada Faiz, bahwa ia akan pulang sebelum papa mertuanya pulang.


Mengingat hal itu, Edward hanya mampu menghela napas nya berat, Tanpa mengucapkan kata terimakasih atau berbasa basi menyuruh dua manusia kulkas untuk mampir, Edward segera keluar dari mobil begitu saja dan berlari masuk ke dalam rumah mertua nya.


“Aku tidak menyangka bisa punya mengenal orang seperti dia,” kata Clayton dengan raut wajah datar nya, menatap Edward dengan malas.


Sementara itu, di dalam rumah. Edward segera mencari keberadaan sang istri, yang rupanya saat itu sudah berada di dalam kamar. Setelah sebelum nya ia menyapa kedua mertuanya, kini akhirnya Edward sudah berada di dalam kamar.


“Sayang,” panggil Edward dengan begitu lembut seraya mengusap wajah Faiz.


“Maafin kakak,” imbuh nya,lalu ia segera mengecup kening istrinya dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Cklek!


Tepat ketika Edward selesai dengan aktifitas nya. Ia mendapati bahwa Faiz juga sudah terbangun. Namun,meskipun sudah membuka mata, gadis itu tidak membuka suara, ia hanya menatap Edward dengan tatapan sayu nya. Sangat terlihat jelas guratan kesedihan di wajah Faiz ketika menatap ke arah dirinya.

__ADS_1


“Hiks hiks hiks, kakak pembohong. Aku benci sama kakak, tapi aku gak bisa lupain kakak, hiks hiks. Lagi kesel pun, bayangan kakak tetep aja ada disini, lalu aku harus apa.” Gumam Faiz terisak begitu lirih.


Faiz masih mengira bahwa sosok Edward yang tengah berdiri di ambang pintu kamar mandi nya itu, adalah bayangan semata. Karena dirinya sangat merindukan Edward.


“Kakak janji kalau akan segera kembali. Tapi kenapa sampai sekarang Cuma bayangan doang yang pulang hiks hiks hiks. Aku benci sama kakak, aku benci hiks hiks hiks.”


Faiz terus bergumam dan menutup wajah nya dengan dua telapak tangan nya, ia lalu berbalik dan memunggungi Edward agar tidak terlalu jauh dalam berkhayal. Sementara itu, Edward yang melihat istrinya bersikap seperti itu, justru malah semakin merasa sangat gemas.


“Maafin kakak,” kata Edward begitu pelan, di belakang Faiz.


Ia pun kembali membalik tubuh nya, hingga kini wajah nya berhadapan dengan Edward. Ia mengerutkan dahi dan menatap nya secara intens. Menyentuh wajah itu dengan sangat hati hati,


“Aduhhhh!” pekik Edward mengaduh kesakitan saat dengan jahil nya Faiz mencubit hidung serta pipi Edward.


“Kok ada suaranya juga? Berarti Faiz gak mimpi?” gumam Faiz pelan, “Hem tapi bagaimana kalau dia Cuma pura pura.” Imbuh nya yang masih bingung.


“Ini beneran kakak?” tanya Faiz dengan polos nya.

__ADS_1


“Sayang! Kamu itu kenapa sih? Sakit tau gak!” seru Edward mengusap wajah nya karena cubitan dari Faiz terasa cukup sakit.


“Kakak coba cubit Faiz, kalau Faiz kesakitan berarti gak mimpi. Tapi kalau Faiz gak sakit, berarti beneran ini mimpi,” kata nya dengan mata berkaca kaca menahan tangis kembali.


Sementara Edward yang di suruh untuk mencubit Faiz, langsung terdiam. Ia merasa bahwa kini dirinya sedang di suguhi buah simalakama. Bagaimana tidak, bila ia tetap mencubit wajah Faiz, gadis itu akan mengaduh kesakitan, dan pasti akan menyalahkan nya karena mencubit terlalu keras. Sementara kalau gak di cubit maka Faiz akan terus mengira ini adalah mimpi.


Namun, tiba tiba Edward seperti mendapatkan sebuah ide berlian. Ia mendekatkan wajah nya kepada Faiz. Menatap nya dengan begitu lekat, lalu tanpa berlama lama, ia langsung mencium bibir itu dnegan begitu lembut. Edward terus menjelajah mengeksplor seluruh isi dan mulut Faiz dengan begitu lembut namun penuh dengan tuntutan.


Hemmmmttt


“Apakah masih merasa ini mimpi?” tanya Edward dengan tersenyum tipis


“Aku tidak akan tega untuk menyakiti kamu. Jadi, daripada aku mencubit mu yang akan membuat kamu kesakitan, bagaimana kalau aku akan membuat kamu bernyanyi indah?” bisik Edward sekali lagi, dan dengan cepat ia langsung menindih tubuh Faiz.


...~To be continue .......


...Lanjut gak?? agak panas kayak nya 🤭🙈🙈🤣🤣...

__ADS_1


__ADS_2