Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Pagi pertama


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Pagi harinya, Faiz pun bangun lebih pagi dari biasanya. Entah setan mana yang merasuki nya, kini gadis itu sudah berada di dapur. Walaupun kini jam masih menunjuk di angka lima pagi.


Perlu di ketahui, bahwa rumah Edward masih sangat baru, dan juga ia belum memiliki seorang pembantu. Hanya saja, ada pekerja yang akan datang dan membersihkan rumah dari jam tuju sampai sore jam tiga. Edward belum menemukan asisten rumah tangga untuk menginap di rumah nya.


“Jadi sekarang, gue mau masak apa?” tanya Faiz pada dirinya sendiri, karena ia bingung dengan isi kulkas di depan nya.


“Hemm, ini, ini, sama ini. Terus ini, dan ini.” ucap Faiz lagi seraya mengambil beberapa bahan dari dalam kulkas nya.


Bahan tersebut tak lain adalah, dua butir telur. Bawang putih, bawang merah dan beberapa cabai. Entah apa yang akan di buat oleh Faiz, karena memang kulkas itu masih terbilang cukup sepi, belum memiliki banyak penghuni.


“Kayaknya, besok harus belanja deh. Masa iya gue mau masak telur ayam setiap hari, mending kalau enak, ini jatuhnya cuma telur dadar ambyar!”


“Gapapa lah, gapapa. Santuy, meskipun ambyar, yang penting rasanya. Dan yakinlah suami lo bakal ketagihan, hohoho.”

__ADS_1


Faiz terus menggerutu dan berceloteh di dapur. Hingga setelah beberapa saat, dirinya sudah selesai dan segera naik ke lantai dua untuk membangunkan sang suami.


“Kakak, bangun!” panggil Faiz terus mengguncang bahu Edward dengan pelan.


“Heemmm,” jawab Edward yang masih begitu enggan untuk membuka mata.


“Ih, kakak buruan bangun!” rengek Faiz namun masih tak membuahkan hasil.


“Lima menit,” jawab Edward lagi dan masih belum membuka mata.


“Kakak ayo bangun. Nanti telat kamu nya, ayo buruan. Kakak bangun gak! Buruan ayo bangun!” seru Faiz begitu kesal dan lelah membangunkan Edward yang tak kunjung bangun.


Karena merasa frustasi dan lelah, namun Faiz tak kehilangan ide. Ia pun segera ikut menelusup ke dalam selimut dan membuka pakaian sang suami. Hanya bawah,tidak sampai atas. Dan dengan jahilnya ia mulai mengerjai sang suami untuk membangunkan sang adik terlebih dahulu.


Faiz tahu dimana kelemahan Edward, dan benar saja, baru beberapa detik ia membelai masa depan nya, laki laki itu sudah bereaksi berbeda. Hingga beberapa detik kemudian, Edward langsung membuka mata nya dan berteriak dengan begitu kencang ketika Faiz malah menggigit sang adik kesayangan .

__ADS_1


“Faizaaaaaaa!” pekik Edward yang langsung bangun dan berdiri dengan tangan yang menggenggam erat.


“Apa?” tanya Faiz dengan senyum tanpa dosa nya dari balik selimut, “Mandi gih, udah siang. Kerja yang rajin, ingat sekarang ada aku yang akan selalu menguras tabungan mu. Jadi semangat cari uang nya, buruan mandi!” imbuh Faiz begitu santai.


Mau marah? Tidak mungkin. Edward hanya bisa menghela napas nya kasar, lalu berlalu pergi ke kamar mandi dengan perasaan kesal dan tentu saja kasihan terhadap adik nya karena terkena gigitan Faiz.


Baru saja Edward membuka pakaian atas nya, tiba tiba Faiz muncul dan langsung menghampiri serta memeluk Edward dari belakang.


“Maaf ya, habisnya kakak susah bangun nya,” kata Faiz sedikit berbisik sambil memainkan jemari tangan nya untuk menjelajah perut Edward yang seperti roti cetak.


“Minta maaf sama dia,” ujar Edward dengan wajah datar nya.


“Hemm, iya iya. Maaf ya,” ujar Faiz persis seperti anak kecil, lalu ia segera memutar tubuh Edward hingga kini keduanya berhadapan.


Faiz pun yang sudah paham dan mengerti, langsung mengambil tugas nya. Sementara Edward, tanpa sepengetahuan Faiz, ia tersenyum bahagia.

__ADS_1


...~To be continue ......


...( Jangan tanya, Faiz ngerjain apaan yak ) ...


__ADS_2