Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Mendatangi Clayton


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hari berganti hari, siang itu, Edward pergi menemui Clayton di kantor nya. Kantor orang tua Clayton lebih tepat nya. Karena kantor Clayton sendiri berada di Italia, dan saat ini ia tugaskan Davis untuk mengurus nya. Sementara dirinya hanya mengecek sesekali, sambil membantu ayah nya mengurus perusahaan untuk sementara waktu.


“Jadi kamu juga akan menetap disini?” tanya Clayton langsung menatap tajam pada Edward.


“Aku tak punya pilihan lain!” jawab Edward seraya menghela napas nya dalam.


“Ckckck!” Clayton hanya berdecak menanggapi jawaban dari Edward yang sama sekali berbeda dengan ekspetasi nya.


“Aku kemari hanya ingin menanyakan, bagaiman perkembangan kasus Kara? Apakah belum menemukan titik terang? Aku sudah berusaha membantu, tapi aku tidak mendapatkan jejak apapun,” ucap Edward menjelaskan kedatangan nya ke kantor Clayton.


“Belum, aku juga masih mencari. Davis pun belum memberikan kabar,” jawab Clayton dengan menghela napas nya berat, ia kembali teringat akan kata kata permohonan dari sahabat nya yang meminta bantuan padanya untuk mencari seseorang.


“Kemarin, Naura datang ke rumah.” Saut Edward seketika membuat Clayton langsung menatap ke arah nya, “Aku bingung, saat dia tanya bagaimana.” Imbuh Edward dengan wajah sedih.

__ADS_1


Untuk sesaat, keduanya nampak terdiam. Bingung dengan pikiran masing masing, karena tidak mendapatkan jawaban dan jalan keluar. Hingga, tiba tiba suara pintu yang terbuka membuat keduanya langsung menoleh ke arah sumber suara.


“Sayang!” kata Clayton langsung bangkit dari kursi nya ketika melihat sang istri datang.


Sementara itu, Edward yang melihat Shiena datang dengan membawakan Clayton makan siang, seolah merasa cukup iri. Bagaimana tidak, istrinya tidak pernah melakukan hal seperti itu. Jangankan untuk mengantarkan makan siang, alih alih akan membuat perut nya kenyang, yang ada perut nya akan keracunan akibat masakan Faiz.


“Kalau begitu, aku pamit permisi dulu. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus ku selesaikan,” ucap Edward bangkit dari tempat duduk nya dan pamit pergi.


“Loh, Ed. Kamu gak mau ikut makan?” tanya Shiena memberikan penawaran.


“Ah begitu, baiklah. Salam untuk Faiza ya,” ucap Shiena tersenyum ramah seperti biasa.


“Kamu jangan asal senyum sama dia, istrinya cemburuan akut, jangan sampai kamu di terkam nanti nya,” kata Clayton memberikan peringatan pada istri nya.


“Cih, istriku atau kamu yang siap menerkam,” saut Edward berdecak, “Shiena, salam untuk Claire. Kapan kapan aku dan Faiz ke sana.”

__ADS_1


“Baiklah Ed, terimakasih,” jawab Shiena seraya menahan tawa nya.


Dengan berdecak kesal Edward segera keluar dari gedung perkantoran. Sepanjang jalan, Edward berusaha untuk menghubungi Faiz, namun beberapa kali ia menelfon tidak mendapatkan jawaban sama sekali.


“Apakah dia masih marah padaku?” gumam Edward dalam hati sambil menyetir mobil nya.


“Ya Tuhan, apa yang harus ku lakukan,” gumam Edward pelan seraya mengusap wajah nya dengan kasar.


Sejak semalam, memang Faiz mendiamkan nya karena dirinya masih belum bis memberikan apa yang di mau. Selama hampir dua bulan menikah, Edward selalu menghindar dan memilih untuk tidur di ruang kerja nya, dengan alasan sibuk agar dirinya tidak tergoda oleh Faiz. Namun ternyata Faiz salah sangka dan mengira dirinya berselingkuh dan juga sudah mendapatkan kepuasan dari wanita lain sehingga Edward tidak mau menyentuh nya.


Padahal, selama dua bulan menikah ini, Edward sangat tersiksa setiap kali melihat Faiz. Terlebih setiap malam gadis itu selalu memakai pakaian seksi dan terbuka. Hingga membuat Edward selalu konser solo di kamar mandi. Maka dari itu Edward selalu berusaha menghindar agar dirinya tidak konser selalu. Tapi ternyata istrinya malah salah paham dan marah padanya.


...~To be continue ......


...‘Siapa yang mau lihat konser?’ 🙈...

__ADS_1


__ADS_2