
...~Happy Rading~...
“Sayang, apa kamu yakin kalau kita akan menikah secepat ini?” tanya Edward ketika dirinya sudah berduaan dengan Faiz.
“Tentu, dan setelah kita menikah, aku mau kita tinggal di Indonesia!” kata Faiz dengan raut wajah datar nya.
“Gak bisa!” tolak Edward dengan cepat, “Pekerjaan ku disini, Sayang. Aku gak bisa pindah ke Indonesia begitu saja.”
“Terserah! Dan aku tidak perduli.” kata Faiz lagi, lalu ia segera beranjak dari tempat duduk nya dan pergi meninggalkan Edward seorang diri.
Edward mengusap wajah nya dengan cukup kasar. Ia tidak tahu harus melakukan apa untuk saat ini. Memperjuangan cinta nya? Tentu saja dirinya ingin, namun bila harus tinggal kembali di Indonesia, itu masih begitu sulit untuk nya. Sanat tidak mungkin ia meninggalkan smeua bisnis nya di Italia. Terlebih saat ini, dirinya maish memiliki tanggung jawab besar mengurus Klan C karena Clayton maish berada di Indonesia.
‘Apa kata Davis kalau aku ikut pindah ke Indonesia?’ gumam Edward menghela nafas nya kasar, ‘Bisa bisa dia benran kencan dengan Shiena. Ckck!”
Sementara itu, di kamar nya, Faiz segera menghubungi calon adik ipar lucknat nya untuk meminta penjelasan. Karena ia sangat yakin bahwa semua yang terjadi padanya ada sangkut paut capur tangan dari Fayya. Faiz masih ingat dengan jelas, bagaimana dirinya merasakan seperti di tusuk jarum kecil di bagian leher atau bahu, sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri.
Tuutt .... Tuuuttt,,,, Tuuttt,,,
Beberapa kali Faiz berusaha menghubungi Fayya, namun gadis itu tidak mengangkat nya. Hingga, pada akhirnya Faiz mencoba mengirimkan pesan teks terlebih dulu.
‘Angkat atau jangan pernah anggap kita kenal lagi.’ Tulis Faiz pada pesan chat yang ia kirimkan untuk Fayya.
__ADS_1
Drrttt ... Drrttt... Drrtt
Dan benar saja, belum smepat Faiz menghubungi Fayya kembali, namun gadis itu sudah lebih dulu menghubungi dirinya.
‘Kakak hehehe ... ‘ saut fayya di ujung sana dengan di sertai kekehan kecil.
“Dimana kamu? Ke Apartmen ku sekarang!” kata Faiz sedikit ketus.
“E—enggak bisa Kak. F—Faya sekarang lagi ... emmtt.”
“Dalam satu jam kamu gak datang kesini, aku benar benar—“
‘Dasar calon adik ipar lucknat kamu Fay!’ umpat Faiz, lalu ia melemparkan ponsel nya dengan asal, dan segera menuju kamar mandi.
****
“Duhhh gimana dong kak, gimana kalau nanti kak Edward tau?” kata Fayya bergumam di tengah kepanikan nya karena baru saja Faiz menelfon dan sepertinya sudah tahu bahwa dirinya lah penyebab penjebakan tersebut.
“Resiko kamu!”
“Tapi kan ini ide kakak!” seru Fayya langsung memanyunkan bibir nya dengan kesal.
__ADS_1
“Kenapa jadi aku?”
“Kalau saja kakak gak ngasih aku obat itu, tentu saja aku tidak akan melakukan nya.”
“Kalau saja kamu tidak memaksa ku dan merengek, aku juga tidak akan memberikan nya padamu!”
“Iks, kakak nyebelin!”
“Kamu lebih menyebalkan!”
“Gapapa, yang penting cantik, wle!” katanya smabil menjulurkan lidah.
“Ckckck!”
Setelah berdebat dengan seseorang yang membantu nya dalam misi penjebakan Edward dan Faiz. Akhirnya Fayya segera pergi menuju apartmen Faiz sebelum nanti gadis itu semakin marah padanya. Ya, tentu saja Faiz tidak bekerja seorang diri, selama ini dia memiliki informan yang cukup akurat yang selalu memberikan nya solusi.
.
.
...Holaaa... mommy mau kasih pengumuman sedikit nih. Mommy ada buat karya baru di sebelah. Yang mau boleh mampir yah, GRATIS kok di F Z O, cari aja pencarian nama pena Mommy_Ar. Terimakasih 🥰🥰...
__ADS_1