Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Sahabat gesrek


__ADS_3

...Holaa semuanya, sebelumnya Mommy minta maaf karena di bab sebelumnya ke update Triple yah. Bukan double lagi tapi triple 😭😭...


...Semalam mommy udah kisruh sama aplikasi, NT dan juga MT, semuanya sama2 eror. Sampai akhirnya ke up 3 bab dengan judul dan isi yang sama. Sekali lgi, mommy minta maaf....


...~Happy Reading~...


“Jadilah laki laki bertanggung jawab dan ingat pesan pesan ku kemarin!” ucap papa Bastian kini bergantian memberikan selamat kepada Edward.


Glek!


Edward langsung melepaskan pelukan papa mertua nya. Ia kembali teringat akan kata kata yang di ucapkan oleh beliau, dimana ada begitu banyak pantangan dan rintangan untuk nya agar bisa melancarkan pernikahan hari ini.


“I—iya Pa, aku inget,” jawab Edward sedikit gugup.


“Sekarang kamu sudah menjadi anak ku. Inikah yang kamu mau sejak dulu, jadi jangan kecewakan aku,” imbuh papa Bastian seraya menepuk bahu Edward beberapa kali.


‘Kak, emang papa ngasih wejangan apaan?’ tanya Faiz sedikit berbisik ketika orang tuanya berlalu pergi.


Edward hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya, ia tidak mungkin bercerita kepada Faiz mengenai obrolan nya dengan papa Bastian tempo hari. Setelah papa Bastian dan mama Nisa berlalu, kini gantian papa Leon dan Fayya yang datang memberikan ucapan selamat.

__ADS_1


“Selamat ya Nak. Papa hanya bisa berdoa semoga pernikahan kalian bahagia selamanya, dan kamu Ed, sekarang tugas dan tanggung jawab kamu sudah bertambah. Jangan sakiti Faiza.”


“Iya Pa, Edward akan bahagiakan Faiz kok. Lagi pula dia udah bahagia kalau sama Ed,” kata Edward melirik Faiz dengan senyuman miring.


“Dihh, PD abis jadi orang!” cibir Faiz berdecak.


“Ciee yang sekarang udah bisa saling ledek. Udah gak grogi kaya tadi lagi?” goda Fayya lalu tergelak, membuat Faiz semakin gemas dengan adik ipar nya tersebut.


“Memang nya kamu grogi?” tanya Edwrad langsung menoleh dan menatap ke arah Faiz.


“Kakak sendiri juga grogi kan? Jadi gak usah banyak tanya!” kata Faiz dengan ketus karena malu.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya papa Leon ketika melihat putri nya berhenti.


“E—enggak Pa. Fayya, emmtt Fayya mau ke toilet dulu ya,” ujar Fayya lalu ia segera berjalan cepat menuju toilet untuk menghindari orang tersebut.


Sementara itu, di pelaminan kini para sahabat Faiz yang begitu gesrek tiba dengan sangat heboh nya. Ketiganya memakai baju dengan warna senada sehingga terlihat seperti seragam.


“Happy wedingggg!” seru ketiga nya yang tak lain adalah Kaila, Salsa dan juga Bella. Ketiga gadis itu langsung memeluk Faiz secara bersamaan.

__ADS_1


“Anjirr mulut kalian pada somplak semua! Jangan bikin malu kek!” kata Faiz dengan ketus, karena suara ketiga sahabat nya berhasil mengundang perhatian orang sekitar.


“Oh oke, jangan bikin malu!” kata Kaila menepis tangan Salsa dan Bella, lalu ia menarik nafas nya dalam.


“Akhirnya sahabat dan sepupu gue melepas masa lajang nya. Gak galau lagi, gak akan nangis nangis lagi dan gak akan emmmtt emmttt!”


Faiz langsung membungkam mulut sepupu nya lantaran dengan sengaja mengencangkan suara nya. Faiz baru teringat siapa Kaila. Gadis itu bila di larang, sama saja dengan di suruh, makanya ketika Faiz melarang nya jangan berisik, maka di pastikan saat itu juga Kaila membuat keributan. Karena Kaila dan dirinya adalah sebelas dua belas.


“Oke oke udah cukup anjir. Lo mau kasih gue ucapan kan? Buruan kasih gue doa, dan ucapan. Doain yang bahagia, jangan yang sesat. Awas lo,” ancam Faiz lalu ia melepaskan tangan nya dan mulut Kaila.


“Gak ah, doa gue udah gue balikin. Gak jadi gue siapin dan keluarin buat elo. Tega banget gue udah dandan malah di rusak. Udah ah, gue mau ngambek sama lo!” cetus kaila lalu ia memilih untuk pergi meninggalkan pelaminan.


“Lah ege! Belum minum obat dia kayaknya. Ngambek pakai bilang- bilang dulu,” kata Faiz menggelengkan kepala nya melihat kepergian Kaila.


“Dia marah beneran?” tanya Edward ikut melihat ke arah Kaila yang terlihat marah.


“Biarin aja, paling dia mau ambil obat nya biar tetep waras. Udah biasa dia mah,” kata Faiz lalu ia melanjutkan pembicaraan dengan Salsa dan Bella.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2