
...~Happy Reading~...
Bug!
“Dasar laki- laki brengsekk! Kurang ajar kamu! Begini cara kamu memperlakukan putri ku, hah!”
Bug, bug, bug!
Bastian seperti orang kesetanan ketika melihat sosok laki laki yang baru saja terbangun dari tidur nya di atas tempat tidur sang putri. Ia tidak perduli dengan suara teriakan dan tangisan dari anak dan istri nya yang meminta nya agar berhenti. Ia terus menghajar laki laki itu sampai babak belur.
“Om, tunggu dulu Om! Aku bisa jelaskan semuanya!” pekik nya mencoba untuk menghindar walau wajah dan tubuh nya sudah terasa remuk, “Saya—“
Bug!
“Kamu pikir aku perduli dengan penjelasan mu hah! Kamu sudah merusak putri ku. Bahkan bila aku membunuh mu, rasanya tidak akan cukup untuk mengembalikan harga diri putri ku!” bentak Bastian lagi dan kembali menghajar wajah Edward.
“Papa cukup Pah. Udah berhentii!” seru Faiz menangis histeris dan berusaha melepaskan pegangan tangan sang mama, “Mah, Faiz mohon, lepasin Faiz. Kak Edward bisa mati di tangan Papa. Faiz mohon Ma!” pinta Faiz memohon kepada mama Nisa.
__ADS_1
Nisa pun sependapat dengan putri nya, kalau terus di biarkan bisa bisanya suaminya akan menjadi napi karena membunuh anak orang. Namun, ia juga khawatir bila Faiz mendekat akan terkena pukulan juga.
“Mama tolong lepasin faiz, Faiz mohon!” seru Faiz lagi dan langsung menepis kasar tangan mama nya.
Faiz segera berlari dan menghampiri papa nya dan juga mantan kekasih nya.
“Papa berhenti!” pekik Faiz langsung duduk berjongkok di depan Edward dan merentangkan tangan nya agar sang papa berhenti untuk memukul lagi.
“Minggir!” kata papa Bastian menatap tajam pada putri nya.
“Enggak! Papa, Faiz mohon hentikan. Kasihan kak Edward, papa bisa membunuh nya!”
“Tapi Faiz, Mama dan Erish perduli pah!” seru Faiz ikut menatap tajam pada papa nya, “Kami gak mau punya papa nara pidana karena membunuh orang!”
“Sayang!” seru Edward tak percaya, ia berpikir awalnya mengira bahwa Faiz akan membela nya dan membantu nya menjelaskan bahwa ia tidak melakukan apapun kepada gadis itu. Tapi ternyata ...
“Brengsekk! Berani kamu memanggil putri ku begitu!” sentak papa Bastian lagi dan hendak memukul Edward kembali, namun dengan cepat Faiz menggeleng dan menahan tangan papa nya.
__ADS_1
“Faiz mohon Pa, dengan papa begini juga tidak akan mengembalikan kehormatan Faiz hiks hiks hiks.” Faiz menangis tersedu sedu, dan kini ia memeluk kaki papa nya.
“Kamu dengar itu, Brengsek!” pekik apa Bastian menatap tajam pada Edward yang bahkan sudah tidak bisa membuka sebelah mata nya.
Wajah nya sudah benar benar bengkak serta lebam dimana mana. Tubuh nya terasa sangat remuk dan sepertinya kaki nya juga terkilir atau bahkan patah. Ia tidka menyangka bahwa hal seperti ini akan terjadi padanya. Bagaimana bisa, dirinya bangun tidur langsung mendapatkan hadiah sebesar ini dari calon mertuanya.
“Papa yang denger Faiz!” seru Faiz, kembali menangis, “Se—sebenarnya ... “ Ia kembali menundukkan kepala, tangan nya masih memeluk kaki papa nya dengan erat namun kepalanya berputar seolah sedang berfikir keras.
“Jangan sakiti kak Edward Pa, karena dia—“
“Dia kenapa? Dia bajingan Sayang!” kata papa Bastian berusaha menekan amarah nya.
“Faiz tahu, dia memang bajingan, buaya dan juga laki- laki brengsek. Dia jahat dan juga kejam, tapi—“
“Tapi apa? Cepat katakan?”
“Tapi dia ayah dari anak yang Faiz kandung!” jerit Faiz lalu segera menutup matanya rapat.
__ADS_1
“Hah!” seketika itu juga ketiga orang dewasa yang di sana langsung terkejut. Begitupun dengan Edward yang tadinya masih posisi rebah di lantai langsung berusaha bangkit dan duduk di belakang Faiz.