Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Curhat dengan adik ipar


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Fayya, kamu hanya tinggal dengan om Leon saja?" tanya Faiz berbasa basi kepada Fayya, ketika keduanya sudah sampai di kamar.


Kamar Fayya dan Faiz bersebelahan, tentu saja karena Fayya sengaja agar bisa selalu dekat dengan Faiz.


Fayya tidak langsung menjawab, gadis berambut panjang dengan kaca mata itu tersenyum menyeringai menatap Faiz.


"Jangan menatap ku seperti itu, aku hanya bertanya." kata Faiz langsung memalingkan wajah nya karena gugup.


"Fayya tau, makna dari pertanyaan kaka barusan," jawab Fayya tersenyum sinis pada Faiz.


"Sudahlah, mending kita istirahat. Aku ngantuk!" ucap Faiz hendak mengusir Fayya dari kamar nya.


"Kak Edward akan pulang minggu ini. Soalnya dia udah gak pulang dua minggu kemarin. Fayya terus yang ke sana, tapi minggu ini spesial karena—"

__ADS_1


"Karena ulang tahun nya," ceplos Faiz seketika, namun ia langsung menutup mulut nya sendiri dengan tangan. Hingga membuat Fayya tergelak sendiri melihat tingkah calon kakak ipar nya.


"Hahahaha, sudahlah kak. Fayya udah tahu kok, Fayya sempat lihat waktu kakak video call sama kak Ed, jadi gak perlu basa basi." kata Fayya dengan senyum menggoda nya.


"Iks, apaan sih kamu." ucap Faiz memanyunkan bibir nya, "Aku dan dia udah putus," imbuh nya dengan wajah yang seketika menjadi sendu.


"Hah, serius?" pekik Fayya terkejut. dan Faiz hanya bisa mengiyakan dengan menganggukkan kepala nya.


"Kamu tau gak, siapa sih yang lagi deket sama dia? kenapa dia mutusin aku, Fay," rengek Faiz seketika langsung menangis begitu kencang hingga membuat Fayya begitu kelabakan.


"Aduhhh aduh sakit kak. Heh, udah sadar, kakak udah berhenti. Ini Fayya bukan kak Ed, berhenti!" pekik Fayya berusaha merebut bantal di tangan Faiz.


Fayya tidak menyangka bila ternyata Faiz begitu mencintai kakak nya. Faiz bisa sampai segila itu hanya karena sudah putus. Dan kini, dirinya yang menjadi korban pelampiasan, nasib, batin Fayya berdecak kesal.


Tok... tok... tok..

__ADS_1


Beruntung, ada yang mengetuk pintu kamar Faiz, hingga membuat gadis itu menghentikan aksi brutal nya. Fayya pun tersenyum lega, tanpa berkata lagi, ia memilih untuk segera beranjak dan membuka pintu.


"Tante," sapa Fayya ketika melihat tante Nisa berdiri dan tersenyum padanya.


"Faiz nya, dimana Sayang?" tanya Nisa menatap sayu kepada Fayya.


Setiap kali ia melihat wajah Fayya, maka Nisa akan teringat oleh sosok sahabat nya yang sudah meninggal dunia.


"Kak Faiz lagi nangis, Tante," jawab Fayya mengadu, "Lagi putus cinta." imbuh nya terkekeh.


"Iya, dia lagi patah hati, makanya maksa mau kuliah di sini. Mungkin, biar dia bisa cepet move on dari pacar nya," ungkap Nisa yang memang belum tahu siapa kekasih putri nya.


'Gimana bisa move on, Tante. Kalau kak Faiz kesini aja mau nyamperin pacar nya,' gumam Fayya terkekeh dalam hati nya.


Fayya hanya tersenyum menanggapi ucapan Nisa. Lalu ia segera mempersilahkan Nisa untuk masuk ke dalam kamar dan dirinya pamit kembali ke kamar sendiri. Nisa pun tidak lama berada di dalam kamar Faiz, hanya untuk mengingatkan bahwa putri nya harus makan. Karena Faiz memang memiliki sakit magh, makanya tidak bisa telat makan sedikit pun. Nisa tidak mau semakin merepotkan Leon dan keluarga nya.

__ADS_1


__ADS_2