Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Menunggu suami


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Assalamualaikum... Spadaa, Kakak udah pulang belum?” teriak Faiz ketika memasuki rumah nya sendiri. Ia pikir, bahwa suaminya sudah pulang kerja namun ternyata rumahnya masih begitu sepi.


“Yahh, percuma teriak kalau orang nya gak ada,” keluh Faiz menghela napas nya berat.


“Ya udah ah, mending drakor dulu sambil nunggu kakak pulang!” imbuh nya tersenyum bahagia. Tadi, papa nya akhirnya mencabut perjanjiannya dengan Edward.


Meskipun tidak bertemu langsung, namun papa Bastian menelfon Edward yang akhirnya Faiz percaya dan pulang dengan hati gembira. Tentu saja itu papa Bastian lakukan karena tidak akan tahan bila harus tidur di ruang tamu. Ia begitu menyayangi istrinya, namun ternyata istrinya lebih membela dan menyayangi anak nya. Hingga membuat papa Bastian mendengus kesal namun Faiz begitu bahagia.


Jam sudah menunjuk angka sepuluh malam, dan ternyata Edward belum juga pulang. Faiz yang sudah mengantuk pun akhirnya memilih untuk beranjak dan pergi ke kamar, karena sejak tadi dirinya menonton drama di ruang tamu. Awalnya, Faiz berharap bila suaminya akan segera pulang, namun ternyata ia salah.


Baru saja Faiz selesai mandi dan berganti pakaian, tiba tiba ia mendengar sebuah suara deru mobil di halaman rumah nya. Dengan cepat, ia pun berlari tanpa melepas handuk di kepala nya dan menghampiri Edward.

__ADS_1


“Kakak!” teriak Faiz begitu bahagia sambil menuruni tangga, “Ka—kak.”


Tiba tiba langkah kaki Faiz terhenti ketika melihat Edward membuka pintu utama. Jantung nya berdetak dengan begitu cepat sehingga membuat tubuh nya terasa begitu kaku dan sulit untuk di gerakan.


‘Siapa?’ gumam Faiz dalam hatinya bertanya tanya, ketika melihat seorang wanita cantik dengan seorang anak kecil datang bersama dengan suaminya.


“Sayang,” panggil Edward langsung menghampiri Faiz yang masih terdiam di tengah ruang dengan wajah datar namun terkesan bingung.


“Aku Elsa, jadi dimana kamar ku? Kami capek,” ucap wanita itu langsung memotong ucapan Edward hingga membuat Faiz langsung mengerutkan dahi nya.


“Kakak kenapa cari pembantu buat nginep? Apa mbak Ratih gak cukup buat bantu bantu disini? Faiz beneran gapapa kok sendiri nungguin kakak pulang malem, beneran Faiz gapapa. Kenapa harus nyari pembantu buat nginep segala, mana bawa anak lagi,” ucap Faiz sedikit memanyunkan bibir nya menatap sang suami.


“Whatt! Jangan gila kamu ya!” seru Elsa langsung menatap Faiz tak terima.

__ADS_1


“Mbak, situ belum mulai kerja jangan kurang ajar ya. Jangan mentang mentang saya lebih muda jadi anda bisa berbicara kasar. Begini begini saya bos anda!” ucap Faiz mendengus dan menatap marah pada Elsa.


“Ed, jelasin sama istri bocah mu ini!” cetus Elsa mendengus.


Baru saja Faiz hendak menjawab lagi, namun dengan cepat Edward menggelengkan kepala dan menahan tangan Faiz.


“Namanya Elsa, dia itu, emmt.”


“Astaga lama banget sih kamu! Kamu ga kasihan sama Calvin hah!” seru Elsa semakin kesal, “Aku ibu dari anak Edward. Cukup?” kata Elsa seketika membuat dunia Faiz runtuh dan hancur dalam satu detik.


Ibu dari anak, apakah itu berarti anak kecil yang di sebelahnya itu adalah anak dari suaminya? Lelucon macam apa ini? batin Faiz ingin menjerit.


“Jelasin,” gumam Faiz lirih menatap Edward dengan tubuh bergetar hebat, ia sedang berusaha menahan air matanya agar tidak pecah.

__ADS_1


__ADS_2