Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Kesedihan Papa


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Mobil yang di tumpangi oleh Faiz kini sudah sampai di rumah Kaila. Ia segera turun dan bergegas untuk masuk begitu saja, hingga tiba tiba langkah nya langsung terhenti ketika melihat papa nya keluar dari rumah tersebut.


“Papa!” pekik Faiz begitu terkejut dan seketika langsung menutup mulut nya dengan tangan, saat melihat sang papa sudah berdiri dengan menatap nya datar.


“Ikut papa!” ucap papa Bastian langsung mengajak Faiz pulang ke rumah nya.


“Bas, lebih baik kita bahas disini.” Ujar om Kaisar yang sudah berada di belakang papa Bastian.


“Tidak perlu Bang. Aku akan mengurus nya sendiri, terimakasih untuk semuanya.” Ucap Bastian dengan wajah datar nya,.


“Papa kenapa sih? Faiz mau ketemu Kaila. Pah, lepasin tangan Faiz dulu,” kata Faiz berusaha melepaskan tangan sang papa.


“Bas, ingat anak kamu tidak salah apapun dalam hal ini. Jadi jangan bertindak berlebihan!” ujar om kaisar lagi dengan nada khawatir.

__ADS_1


“Om, papa kenapa sih?” tanya Faiz menatap pada orang tua Kaila.


“Kita bicara di rumah. Mama sudah nungguin kita di rumah,” ucap papa Bastian dan segera menggendong tubuh putri nya dan memasukkan nya ke dalam mobil.


‘Ternyata putri ku sudah sangat besar dan berat,’ gumam papa Bastian sedikit lirih, namun mampu di dengar oleh Faiz.


“Salah sendiri main gendong. Udah tahu Faiz udah gede. Erish aja udah berat, apalagi kakak!” cetus Faiz mendengus.


Namun tak bisa di pungkiri bahwa melihat wajah papa nya yang begitu datar dan seolah menyimpan luka, membuat mata Faiza berkaca kaca. Faiz masih belum tahu mengapa papa nya terlihat begitu marah padanya, padahal ia tidak melakukan kesalahan apapun.


“Papa kenapa sih? Faiz salah apa?” tanya Faiz ketika sudah sampai di ruang tamu.


Papa Bastian hanya mampu menghela napas nya berat. Ia masih menatap wajah putri nya, hatinya begitu sakit ketika mengetahui bahwa putri nya sedang ada masalah yang cukup besar. Namun putrinya begitu bodoh karena tidak bercerita padanya, melainkan malah bercerita kepada Kaila.


Ya, kedatangan papa Bastian ke rumah orang tuanya yang kini di tempati oleh sang kakak, adalah untuk mendengar cerita Kaila. Semuanya berawal ketika semalam Kaila mabuk dan ia berteriak membicarakan nasib Faiz. Hingga tiba tiba mama Kiara merasa heran dan bingung, yang pada akhirnya pagi ini Kaila di sidang berikut juga dengan di datangkan Bastian di sana.

__ADS_1


“Kenapa kamu tidak pernah bilang sama Papa? Apakah kamu sudah tidak menganggap Papa sebagai orang tua kamu, hem?” tanya papa Bastian begitu lirih dengan maat berkaca kaca.


“Pa, Faiz gak ngerti, Papa ngomong apa,” kata Faiz menundukkan kepala nya, ia tidak sanggup untuk menatap wajah sang ayah.


“Kaila sudah menceritakan semuanya kepada Papa,” ucap papa Bastian, yang seketika membuat Faiz langsung membulatkan mata degan sempurna. Ia tidak percaya bahwa ternyata Kaila bisa seember itu. Padahal, biasanya anak itu sangat bisa di percaya, namun mengapa kali ini berbeda? Batin Faiz ingin mengumpat kasar.


“Bercerailah dengan laki laki itu. Kamu masih belum di sentuh oleh nya kan? Tidak masalah Nak, kamu tidak akan rugi. Kamu masih bersih, jadi lepaskan laki laki itu.” Tutur papa Bastian dengan wajah yang begitu sendu.


“Pahhh!” pekik Faiz menatap papa nya tak percaya.


“Papa hanya tidak mau melihat putri papa sakit hati berkepanjangan. Lepaskan dia, dan papa yakin kamu bisa mendapatkan yang jauh lebih baik darinya,” imbuh papa Bastian hingga membuat Faiz langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


“Enggak! Faiz cinta sama kak Edward. Faiz gak mau bercerai, hiks hiks hiks.” Seru Faiz yang kini sudah menangis, “Bukankah Papa yang bilang, pernikahan itu hanya ada satu kali dalam seumur hidup. Faiz gak mau bercerai, apalagi menjadi janda, Faiz gak mau. Hiks hiks. Papa, Faiz mohon jangan paksa Faiz, hiks hiks.” Ucap Faiz sera mengatupkan kedua tangan nya di depan dagu menatap sang ayah dengan penuh permohonan.


...~To be continue.....

__ADS_1


__ADS_2