
...~Happy Reading~...
Setelah sampai di kampus, Faiz pun segera menceritakan semua permasalahannya kepada Kaila. Bukan maksudnya untuk mengumbar air rumah tangga, hanya saja kini dirinya memang sangat membutuhkan tempat bersandar. Faiz tidak mungkin mengadu kepada orang tuanya, karena pasti ayahnya yang akan langsung bertindak. Dan Faiz tidak mau kalau sampai harus bercerai dengan Edward.
Maka dari itu, Faiz memilih bercerita kepada Kaila. Meskipun Kaila begitu bar bar dan memiliki mulut yang begitu pedas, namun Faiz percaya bahwa Kaila juga bisa menjaga rahasianya. Kaila dan dirinya hampir sama dengannya.
Brakkk!!!
“Whattt!! Gila lo ya Fai!” pekik Kaila seketika langsung menggebrak meja dan berdiri dari tempat duduk nya.
“Kai, jangan begitu ih!” kata Faiz memanyunkan bibir dengan kesal, lantaran kini seluruh isi kantin menatap ke arah mereka.
__ADS_1
“Fai, beneran? Kok bisa sih? Itu bibit kapan nanem nya? Pas udah pacaran sama lo atau sebelum? Sumpah gue gak nyangka, laki lo bisa juga tebar tebar benih begitu di lahan sengketa! Sementara lahan pribadi malah belum di tabur! Ckckck,” ucap Kaila berdecak dan menggelengkan kepalanya.
“Gue gak tauuu!” rengek Faiz seperti orang mau menangis.
“Jadi, sekarang lo gimana? Lo yakin gak mau bilang sama om Abas?” tanya Kaila mengerutkan dahinya, “Dan apakah lo yakin kalau itu tuyul anak suami lo?”
“Suami gue aja gak tahu, apalagi gue.” Cetus Faiz dengan sebal.
“Gak tau, katanya si nenek lampir itu udah memberikannya banyak bukti, termasuk hasil DNA.”
“Fai, setiap manusia pasti memiliki masa lalu. Tergantung dari kita bagaimana cara menyikapinya. Gue yakin, Tuhan memberikan cobaan ini sama lo, karena Tuhan tau kalau lo itu cewek kuat, tegar dan pasti sanggup melewati ujian ini. Percaya sama gue, Tuhan tidak akan memberikan hamba-Nya di luar batas kemampuan. Mungkin saja Tuhan tau kalau lo itu punya kemampuan luar biasa, jadi Tuhan memberikan ujian ini untuk rumah tangga lo.”
__ADS_1
“Fai, lo harus bisa buktiin apakah tuyul itu benar dari bibit suami lo atau bukan. Lakukan tes DNA sendiri, tanpa sepengetahuan mereka. Lo deketin anak tuyul itu dan lakukan semua dengan perlahan. Dan kalau misalnya, benar adanya dia adalah tuyul hasil dari bibit suami lo, ya itu terserah sama lo. Kalau lo memang mencintai suami lo, maka lo juga harus menerima tuyul itu. Biar bagaimana anak itu tidak bersalah, dan gue yakin dia juga gak mau terlahir dalam situasi seperti ini.” ucap Kaila panjang lebar dalam mode waras.
“Sekarang gue tanya sama lo, gimana perasaan lo sama Edward? Apa lo masih cinta sama dia?” tanya Kaila mencondongkan wajah ke arah Faiz.
“Pertanyaan bodoh, ya jelas gue cinta sama dia. Kalau gue gak cinta,gak mungkin gue jalan sejauh ini!” cetus Faiz Memberengut, “Tapi gue gak mau di madu, Kai!”
“Siapa yang mau madu lo?” Kata Kaila menghela napas nya berat, “Kalau memang benar nanti anak itu anak dari Edward, terima dia tapi jangan biarkan induknya ikut masuk. Sekarang kan mereka tinggal di rumah lo, nah lo usir wanita itu dari sana. Lo harus bisa lawan dan buktiin kalau posisi lo gak bakal bisa tergantikan.” Kata Kaila memberikan semangat kepada Faiz.
“Tapi—“
“Come on Fai, gue yakin lo bukan type istri istri seperti yang di sinetron ikan terbang itu. Gue udah enek sama itu sinetron yang sering di tonton Oma. Plis deh, tunjukin power lo! Masa lembek sih!” decak Kaila menggelengkan kepalanya, ia begitu mudah memberikan saran dan ejekan kepada sepupunya, tanpa ia sadari bila dirinya yang di posisi Faiz dirinya juga sudah di pastikan tidak akan sanggup.
__ADS_1
...~To be continue .......